Amalan Penyebab Diguyur Rezeki dan Utang Lunas, Baca setelah Shalat Subuh dan Maghrib
- iStockPhoto
Keistimewaan Amalan dari Ulama dan Guru
Ia menjelaskan keistimewaan empat amalan tersebut. Kala itu, ia kebetulan sangat ingin berangkat haji pada 1994. Namun, ia harus mempunyai aset setidaknya berbentuk sawah untuk masa depannya.
Ia pun bimbang harus berangkat haji atau membeli sawah. Pasalnya, harga sawah di era itu sangat miring bisa mencapai Rp3 juta dan selupit Rp6 juta. Adapun biaya berangkat haji Rp6,9 juta.
Pada saat itu, ia mengaku pernah mendapat tawaran dari seseorang agar membeli lahan sawahnya. Tanahnya dinilai bagus untuk musim kemarau dan hujan.
Kebimbangan dalam hati Kiai Izzuddin semakin bergejolak. Ia membandingkan keuntungan dua hal tersebut, apabila naik haji, pasti hanya kuat untuk sendiri tanpa ditemani istri. Sementara, beli sawah bisa menjadi bekal aset dan harta di masa depan.
"Saya akhirnya memilih haji, tidak jadi membeli sawah. Makanya sampai sekarang tidak punya sawah-sawah," tegasnya.
Di momen inilah, ia telah menjadi murid maupun santri kesayangan Mbah Moen. Ia mendapatkan arahan mengamalkan empat bacaan wirid tersebut.
Ia tidak menyangka efeknya sedahsyat itu karena dikasih rezeki yang cukup oleh Allah SWT. Ia pun dengan muda menyekolahkan anak hingga memasukkan buah hatinya menyenyam pendidikan dan ilmu agama di pesantren.
"Mungkin barokah dari guru-guru saya. Jadi, orang yang dengan guru, dekat dengan ulama, insyaAllah ada berkah. Yang membawa berkah itu (perantaranya) adalah ulama," uucapnya.
Ia sangat meyakini orang yang sering sowan dan belajar ilmu agama dengan ulama maupun guru akan mendapatkan keberkahan.
"Itu juga jika mau mendapat barokah. Saya ke tempat guru saya setahun minimal 3 kali di Sarang, Rembang, Jawa Tengah," tutupnya.
(hap)
Load more