Amalan Penyebab Diguyur Rezeki dan Utang Lunas, Baca setelah Shalat Subuh dan Maghrib
- iStockPhoto
Jakarta, tvOnenews.com - Tidak sedikit orang yang hidup mengalami tekanan finansial. Contohnya terlilit utang hingga merasa rezeki seret.
Allah SWT sudah mengajarkan hamba-Nya agar senantiasa menyelesaikan berbagai masalah, termasuk menuntaskan masalah utang hingga membuat rezeki kembali mengalir deras melalui amalan.
Sebenarnya ada banyak amalan penyebab rezeki mengalir deras dan utang bisa cepat lunas. Akan tetapi, ada amalan tertentu bisa membuat kedua masalah tersebut langsung tuntas.
Amalan yang akan direkomendasikan pada pembahasan ini berasal dari ijazah mendiang ulama kharismatik, KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Hal ini langsung diungkap oleh Pengasuh Pesantren An-Nur Kendal, KH Izzuddin Abdussalam.
"Saat itu saya mendapat ijazah Mbah Moen. Saya sudah mengamalkannya mulai dari umur 20 tahun sampai umur 75 tahun, itu masih saya amalkan," ujar KH Izzuddin dilansir dari kanal YouTube NU Online, Rabu (11/2/2026).
Amalan Penyebab Rezeki Deras dan Utang Lunas

- Ilustrasi AI
Ia meyakini amalan tersebut sangat dahsyat. Dari ijazah Mbah Moen, ia telah menyadari betapa pentingnya memahami ketentuan utang agar tidak salah langkah.
"Ini bisa dilaksanakan. Ibaratnya ada hikmah daripada utang mendingan kita mengutangi," imbuhnya.
Ia pun menjelaskan keistimewaan dari amalan ijazah Mbah Moen. Ia mengaku dulu kehidupan keluarganya selalu seret.
Selepas itu, ia merasakan rezeki kehidupannya berubah menjadi lancar. Ia meyakini keberkahan didatangkan oleh Allah SWT, berkat mengamalkan ijazah dari Mbah Moen.
"Semenjak saya berkeluarga sampai sekarang itu sudah tidak punya utang lagi. InsyaAllah efeknya sudah sangat cukup," jelasnya.
Saran dari Kiai Izzuddin memikat hati dua penanya. Sang penceramah tentu mempersilakan bagi mereka yang ingin ikut membaca amalan ijazah Mbah Moen.
"Boleh banget, boleh. Itu boleh, boleh," bahagia Kiai Izzuddin.
Ia membocorkan amalan tersebut berupa bacaan wirid. Adapun pelaksanaan menggetarkan amalan ini setiap setelah shalat Subuh dan Maghrib.
"Sampai sekarang masih saya wiridkan. Itu setiap bakda Maghrib dan Subuh," katanya.
Pertama, bisa membaca Asmaul Husna dengan kalimat "Ya Latief". Amalan tersebut harus digetarkan sebanyak 129 kali.
Kedua, menggetarkan Surat Asy-Syura Ayat 19. Ayat Suci Al-Quran ini digetarkan sebanyak 9 kali.
Ketiga, membaca sholawat. Setiap habis shalat Subuh dan shalat Maghrib, bisa menggetarkan sebanyak satu kali.
Keempat, mengamalkan doa pembuka pintu rezeki agar terhindar dari utang dan kehinaan sebanyak satu kali.
Berikut 4 bacaan amalan wirid pengentas kesulitan rezeki dan utang bisa lunas dari ijazah Mbah Moen dijelaskan Kiai Izzuddin:
1. Asmaul Husna Ya Latief
ﻳﺎﻟﻄﻴﻒ
Bacaan Latin: Ya lathifu. (129x)
Artinya: "Yang Mahalembut."
2. Surat Asy Syura Ayat 19
اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ ࣖ
Bacaan Latin: Allāhu laṭīfum bi'ibādihī yarzuqu may yasyā`, wa huwal-qawiyyul-'azīz. (9x)
Artinya: "Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Asy-Syura, 42:19)
3. Sholawat Nabi
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Bacaan Latin: Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad Wa’ala Ali Sayyidina Muhammad. (1x)
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad."
4. Doa Pembuka Pintu Rezeki dan Terhindar Utang
للّٰهُمَّ وَسِّعْ عَلَيَّ رِزْقِى اللّٰهُمَّ عَطِّفْ عَلَيَّ خَلَقَكَ اللّٰهُمَّ كَمَ صُنْتَ وجْهِيْ عَنْ الْسُّجُوْدِلِغَيْرِ ك فَصُنْهُ عَنْذُلِّ السُّؤالِ لِغَيْرِكَ بِرَحمَتِك يَااَرحْمَ الرَّحِميْنَ
Bacaan Latin: Allahumma wasi’ ‘alay ya rizqi, Allahumma ‘atif ‘alayya khalaqaka, Allahumma kama shunta wajhi 'anis sujuudi lighoirika fashunhu ‘an dzullis su-aali lighairik, birohmatika ya arhamar raahimin. (1x)
Keistimewaan Amalan dari Ulama dan Guru
Ia menjelaskan keistimewaan empat amalan tersebut. Kala itu, ia kebetulan sangat ingin berangkat haji pada 1994. Namun, ia harus mempunyai aset setidaknya berbentuk sawah untuk masa depannya.
Ia pun bimbang harus berangkat haji atau membeli sawah. Pasalnya, harga sawah di era itu sangat miring bisa mencapai Rp3 juta dan selupit Rp6 juta. Adapun biaya berangkat haji Rp6,9 juta.
Pada saat itu, ia mengaku pernah mendapat tawaran dari seseorang agar membeli lahan sawahnya. Tanahnya dinilai bagus untuk musim kemarau dan hujan.
Kebimbangan dalam hati Kiai Izzuddin semakin bergejolak. Ia membandingkan keuntungan dua hal tersebut, apabila naik haji, pasti hanya kuat untuk sendiri tanpa ditemani istri. Sementara, beli sawah bisa menjadi bekal aset dan harta di masa depan.
"Saya akhirnya memilih haji, tidak jadi membeli sawah. Makanya sampai sekarang tidak punya sawah-sawah," tegasnya.
Di momen inilah, ia telah menjadi murid maupun santri kesayangan Mbah Moen. Ia mendapatkan arahan mengamalkan empat bacaan wirid tersebut.
Ia tidak menyangka efeknya sedahsyat itu karena dikasih rezeki yang cukup oleh Allah SWT. Ia pun dengan muda menyekolahkan anak hingga memasukkan buah hatinya menyenyam pendidikan dan ilmu agama di pesantren.
"Mungkin barokah dari guru-guru saya. Jadi, orang yang dengan guru, dekat dengan ulama, insyaAllah ada berkah. Yang membawa berkah itu (perantaranya) adalah ulama," uucapnya.
Ia sangat meyakini orang yang sering sowan dan belajar ilmu agama dengan ulama maupun guru akan mendapatkan keberkahan.
"Itu juga jika mau mendapat barokah. Saya ke tempat guru saya setahun minimal 3 kali di Sarang, Rembang, Jawa Tengah," tutupnya.
(hap)
Load more