Sudah Punya Istri tapi Suami Masih Gemar Onani dan Menonton Blue Film, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
- Pexels/Karolina Grabowska
"Akhirnya apa? Kalau sering menonton yang demikian itu menjadi sebab dia tidak akan bersemangat dengan istrinya, ini kerugian yang paling besar," tambahnya.
Buya Yahya menegaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian penting dari pendidikan Al-Quran.
Mata yang terbiasa dengan keharaman akan kehilangan kemampuan menikmati keindahan yang halal.
"Kalau matanya sudah dihiasi dengan keharaman maka yang halal menjadi tidak enak, tidak indah lagi. Ini bahayanya," tegas Buya Yahya.

- Istockphoto
Buya Yahya juga mengingatkan anggapan keliru yang kadang beredar di masyarakat, bahwa menonton film porno bersama pasangan bisa membangkitkan keharmonisan.
Dampak buruknya, seseorang bisa mulai membandingkan pasangannya dengan apa yang dilihat, lalu merasa tidak puas dengan yang halal.
Inilah yang dinilai sangat berbahaya bagi keutuhan rumah tangga.
Terkait onani, Buya Yahya memberikan penjelasan hukum yang sangat jelas.
"Jika seorang suami mengeluarkan mani dengan tangannya sendiri maka hukumnya haram," kata Buya Yahya.
Namun beliau juga menjelaskan adanya perbedaan ketika hal tersebut melibatkan pasangan yang sah:
"Kalau seorang suami mengeluarkan air mani dengan tangan istrinya, tidak haram," lanjutnya.
Pesan penting yang ingin ditekankan adalah bahwa syahwat bukanlah musuh.
Syahwat adalah ciptaan Allah, tetapi harus disalurkan melalui cara yang benar dan terhormat.
"Sebetulnya syahwat Anda enggak ada masalah. Yang menjadi masalah, Anda mengundang syahwat di saat tidak ada pelampiasan," katanya.
Buya Yahya mengingatkan, syahwat yang datang secara alami relatif mudah dikendalikan. Yang berbahaya adalah syahwat yang sengaja diundang melalui tontonan dan rangsangan yang diharamkan.
Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya komunikasi dengan pasangan serta upaya serius menjauhi sumber kebiasaan buruk tersebut.
"Anda berkomunikasi dengan istri Anda. Pertama Anda harus menjauh dari film kotor itu," kata Buya Yahya.
Dan bagi siapa pun yang merasa telah terlanjur memiliki kebiasaan buruk, Buya Yahya menutup dengan pesan penuh harapan.
"Allah Maha Pengampun, ayo kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar hukum halal dan haram, tetapi tentang menjaga kemuliaan diri, kehormatan pasangan, dan kebersihan hati.
Load more