Jangan Sampai Keliru, Ini Waktu dan Tata Cara Niat Puasa Ramadhan
- Pexels/timur-weber
tvOnenews.com - Menjelang Ramadhan 1447 H, pertanyaan yang paling sering muncul biasanya bukan hanya soal menu sahur atau jadwal imsak, tetapi hal yang jauh lebih mendasar, yakni kapan sebenarnya waktu niat puasa?
Tidak sedikit orang yang masih ragu, apakah niat harus setelah tarawih, tengah malam, atau menjelang sahur.
Padahal, pemahaman tentang niat ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah puasa.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menerangkan bahwa banyak umat Islam yang tanpa sadar keliru memahami pergantian waktu dalam Islam.
Kita terbiasa dengan hitungan hari berdasarkan jam, padahal dalam syariat, pergantian hari tidak mengikuti sistem tersebut.

- Pexels/ Gül Işık
“Waktunya niat puasa itu adalah mulai maghrib. Maghrib tadi itu sudah masuk waktu esok,” ujar Buya Yahya.
Ini menjadi poin penting. Dalam konsep waktu Islam, hari baru dimulai sejak matahari terbenam, bukan pukul 00.00 seperti dalam kalender umum.
“Di dalam Arab itu, waktu itu berganti bukan dari jam 00.00, tapi dimulai dari waktu maghrib tiba,” lanjutnya.
Artinya, begitu adzan maghrib berkumandang, waktu untuk berniat puasa esok hari sudah dimulai.
Tidak perlu menunggu larut malam atau selesai tarawih. Bahkan, niat bisa dilakukan segera setelah berbuka.
“Artinya, puasa besok boleh kita lakukan niatnya di waktu maghrib,” sambungnya.
Dengan demikian, seseorang yang khawatir lupa niat tidak harus menunggu setelah shalat tarawih.
“Jadi kalau ingin niat, takut lupa tidak harus menunggu setelah shalat tarawih habis. Habis buka atau saat buka puasa pun udah boleh niat untuk esok hari,” tegas Buya Yahya.

- Pexels/Thirdman
Rentang Waktu Niat Puasa
Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa niat hanya boleh dilakukan pada waktu tertentu yang sempit.
Padahal, syariat memberikan kelonggaran waktu yang cukup panjang.
Mayoritas ulama dari mazhab besar menegaskan bahwa niat puasa wajib dilakukan pada malam hari.
Jika seseorang lupa hingga subuh tiba, maka puasanya tidak dianggap sah.
“Niat berpuasa waktunya mulai dari waktu maghrib tiba sampai waktu subuh. Selagi belum masuk waktu subuh Anda boleh niat, jadi panjang waktunya,” terang Buya Yahya.
“Dan niat harus di malam itu. Ini jumhur dari tiga mazhab, Imam Syafi'i, Imam Maliki, dan Mazhab Hambali,” lanjutnya.
Ini berarti, sejak maghrib hingga sebelum subuh, niat masih sah dilakukan.
“Niat kita harus di malam itu sebelum subuh tiba. Kalau sampai subuh belum niat, tidak dianggap sah puasanya,” ungkapnya.
Karena itu, niat bukan sekadar formalitas, tetapi bagian krusial dari ibadah puasa.

- freepik
Tata Cara Niat yang Benar
Hal lain yang sering membuat orang bingung adalah lafaz niat. Sebagian orang merasa harus menghafal bacaan panjang agar puasanya sah.
Padahal, inti niat bukan pada ucapan, melainkan pada kesadaran hati.
“Kemudian niatnya pun cukup melintaskan di hati. Nggak usah ribet-ribet…” ujar Buya Yahya.
Bacaan niat yang panjang memang baik dan bernilai kesempurnaan, tetapi bukan syarat sah.
“Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala. Itu panjang kesempurnaan, bagus kalau Anda menghafal itu. Tapi jangan sampai nggak hafal niat jadi nggak puasa,” tambahnya.
Selama dalam hati ada tekad untuk berpuasa Ramadhan esok hari, niat sudah terpenuhi. Tidak perlu merasa terbebani oleh lafaz tertentu. (gwn)
Load more