Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, Benarkah Allahumma Laka Shumtu?
- iStockPhoto
Ketepatan waktu membaca doa buka puasa sesuai sunnah memiliki dua pendapat dari para ulama. Pendapat pertama terletak pada kalimat "telah hilang dahaga", yang artinya dibaca setelah membatalkan puasa.
Pendapat kedua terkait waktu terbaik menggetarkan doa terletak sebelum puasa batal. Spekulasi ini memiliki penjelasan kuat dari konteks yang akan datang.
"Dibaca sebelum buka atau sesudah buka? Sebetulnya mau sebelum buka atau sesudah buka itu baik-baik saja tidak masalah," jelasnya.
UAH tidak mempermasalahkan jika ada yang melafalkan doa buka puasa sesuai sunnah setelah batal. Ia melihat sebagian umat Islam memiliki versi terjemahan dan tafsirnya secara masing-masing.
"Biasanya yang setelah minum itu menerjemahkannya gini ‘telah hilang haus’ minum dulu baru bilang hausnya, itu kalau dibaca dengan terjemahan biasa," imbuhnya.
Menurut UAH, waktu terbaik melafalkan doa tersebut sebelum membatalkan puasa. Hal ini mengingat ada bacaan "idza aftor".
"Bismillah kita minum air baru baca silakan. Tapi kalau liat setiap hadis, tanda-tanda dari kata-katanya nampaknya lebih menunjuk pada sebelum kita minum (baca doa berbuka), bukan setelah minum," paparnya.
Kenapa Allahumma Laka Shumtu Bukan Doa Buka Puasa Sunnah Nabi Muhammad SAW?
Dilansir dari NU Online, bacaan doa buka puasa yang populer di Indonesia sebagai berikut.
اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika athortu birahmatika yaa arhamar rahimin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih."
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan, bacaan doa ini muncul dari hadis riwayat seorang sahabat bernama Mu'adz bin Zuhrah. Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam sunannya Nomor 2358.
Load more