Pramono Berharap Tawuran Perang Sarung saat Ramadhan Tidak Terjadi di Jakarta
- Teguh Joko Sutrisno-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi Jakarta mengantisipasi terjadinya hal-hal yang membahayakan selama bulan Ramadhan.
Termasuk, kata dia, terkait fenomena tawuran perang sarung yang biasa dilakukan anak-anak.
“Saya baru dengar ini. Intinya beginilah, kita menyambut bulan suci Ramadhan dengan hal-hal baik,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Pramono lantas berharap kegiatan tawuran perang sarung maupun yang mengganggu ketertiban masyarakat tidak terjadi selama bulan Ramadhan.
“Saya termasuk yang meyakini bahwa apapun termasuk perang sarung yang kamu lakukan itu mudah-mudahan enggak terjadi,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan pihaknya mengerahkan ribuan personel untuk penertiban sahur on the road (SOTR), tawuran hingga balapan liar selama bulan Ramadhan.
Pada hari biasa, jumlah anggota Satpol PP yang diturunkan berjumlah 1.900 orang. Namun, pihaknya akan mengerahkan personel tambahan di lokasi-lokasi rawan.
“Ada tempat-tempat, lokasi-lokasi, yang memang itu menjadi yang biasa dilaksanakan tawuran dan sebagainya itu kita double pengamanannya,” kata Satriadi, Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Pemprov Jakarta, terdapat 43 titik rawan tawuran di Jakarta.
“Kalau titik rawan tawuran tuh sekitar ada 43 titik rawan tawuran ya di DKI Jakarta itu berdasarkan data dari Kesbangpol. Kita antisipasi, tapi kan tetap saja sifatnya dia tidak ada insidentilnya lah gitu loh. Ini tetap monitoring wilayah itu penting bagi kita,” pungkasnya. (saa/nsi)
Load more