Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
- Pexels/Cnordic Nordic
tvOnenews.com - Ramadhan selalu menghadirkan semangat ibadah sekaligus berbagai pertanyaan praktis seputar puasa.
Di antara hal yang kerap menjadi kebingungan adalah penggunaan alat kesehatan, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Salah satu yang paling sering ditanyakan ialah hukum memakai inhaler bagi penderita asma ketika sedang berpuasa.
Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Ustaz Abdul Somad. Dalam sebuah kajian, beliau membacakan pertanyaan dari jamaah:
"Jika sedang puasa, namun karena memiliki penyakit asma, apakah boleh menghirup inhaler?" tanya seorang jamaah.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abdul Somad memberikan jawaban yang lugas. Menurutnya, penggunaan inhaler tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.

- Pexels/ Gül Işık
"Inhaler tidak membatalkan puasa," ujar Ustaz Abdul Somad.
Ia kemudian menjelaskan bahwa pembahasan mengenai masalah ini telah dibahas dalam literatur keislaman.
Rujukan tersebut termuat dalam buku 30 Fatwa Seputar Ramadhan, yang memuat pandangan beberapa ulama terkemuka, di antaranya Yusuf al-Qaradawi, Ali Gomaa, dan Syekh Atiyyah Shaqor.
Karya tersebut juga telah tersedia dalam terjemahan bahasa Indonesia sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Lebih jauh, Ustaz Abdul Somad menerangkan alasan mendasar mengapa inhaler tidak membatalkan puasa.
Intinya, zat yang dihirup melalui inhaler tidak diposisikan sebagai asupan makanan atau minuman yang masuk ke lambung.
Karena itulah, penggunaannya dipandang berbeda dengan hal-hal yang secara jelas membatalkan puasa.
Meski demikian, beliau memberikan penegasan penting agar pemahaman ini tidak disalahgunakan.

- Istimewa
Kebolehan memakai inhaler tidak dapat dijadikan pembenaran untuk tindakan lain yang jelas dilarang, seperti merokok di siang hari saat berpuasa.
"Saudara-saudaraku yang kena penyakit asma silahkan pakai inhaler tidak membatalkan puasa," kata Ustaz Abdul Somad.
Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa Islam memberikan kemudahan bagi umatnya, terutama dalam kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus.
Pada saat yang sama, prinsip kehati-hatian dan kejujuran dalam beribadah tetap harus dijaga.
Dengan demikian, bagi penderita asma, penggunaan inhaler saat puasa sebagaimana dijelaskan Ustaz Abdul Somad tidak membatalkan puasa.
Load more