Teks Kultum Ramadhan 1447 H: Keutamaan Sahur dan Mengakhirkannya, Lengkap dengan Dalilnya
- iStockPhoto
tvOnenews.com - Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga di siang hari, tetapi juga memperhatikan amalan-amalan sunnah yang dapat menyempurnakan puasa kita.
Salah satu amalan penting yang sering dianggap sepele, namun memiliki keutamaan besar dalam Islam, adalah sahur.
Padahal, sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum berpuasa.
Di dalamnya terdapat keberkahan dan nilai ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Bahkan, waktu pelaksanaannya pun memiliki tuntunan tersendiri, yaitu dengan mengakhirkannya mendekati waktu Subuh selama tidak khawatir masuknya fajar.
Berikut teks kultum singkat yang dapat dijadikan referensi kultum Ramadhan, sebagaimana dilansir dari dutadakwah.co.id.

- Pexels/Thirdman
بسم الله الرّحمن الرّحيم
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah SWT, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua.
Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah, pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama memahami salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam ibadah puasa, yaitu sahur, serta anjuran untuk mengakhirkannya.
Keutamaan Bersahur
Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun hukumnya tidak wajib, namun di dalam sahur terdapat keberkahan yang sangat besar bagi orang yang menjalankan ibadah puasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
عَنْ أَنَسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم، تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِيْ السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ، مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Anas RA., Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (Muttafaq ‘alaih)
Selain mengandung keberkahan, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa kaum Ahlul Kitab.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضيَ اللَّهُ عَنهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ : فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحُرِ. رَوَاهُ مُسلِمٌ
Dari ‘Amr bin al-‘Ash RA., Rasulullah SAW bersabda:
“Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab (yakni kaum Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Anjuran Mengakhirkan Sahur
Selain dianjurkan untuk bersahur, Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan agar sahur dilakukan mendekati waktu Subuh, selama tidak khawatir masuknya waktu fajar.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits:
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ، قِيْلَ: كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسُوْنَ آيَةً. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Zaid bin Tsabit RA., beliau berkata:
“Kami bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami berdiri untuk melaksanakan shalat Subuh.”
Ketika ditanya tentang jarak waktu antara sahur dan shalat, beliau menjawab:
“Sekira cukup membaca lima puluh ayat.” (Muttafaq ‘alaih)
Rasulullah SAW juga bersabda:
عَنْ اِبْنِ عُمَرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُمَا قَالَ كَانَ لِرَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤَذِنَانِ : بِلَالٌ وَابْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ بِلَالاً يُؤَذِنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يُؤَذِنَ اِبْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ...
Dari Ibnu Umar RA., Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Bilal beradzan pada malam hari, maka makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum beradzan.”
(Muttafaq ‘alaih)
Niat Bersahur
Agar sahur yang dilakukan bernilai ibadah dan mendapatkan keutamaannya, maka disunnahkan untuk menghadirkan niat dalam hati, atau melafalkannya sebagai bentuk kesungguhan menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
بسم الله الرّحمن الرّحيم : نَوَيْتُ بِأَكْلٍ سُنَّةً سُنَّةَ السَّحُوْرِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya niat makan untuk menjalankan sunnah sahur.
Demikian yang dapat disampaikan mengenai keutamaan sahur dan anjuran mengakhirkannya.
Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk mengamalkan sunnah Rasulullah SAW, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
(gwn)
Load more