News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Puasa Ramadhan Jemaah Tarekat Syattariyah Beda dengan Muhammadiyah dan Pemerintah, Begini Penjelasan Ulama

Jemaah Tarekat Syattariyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H berbeda dengan Muhammadiyah dan pemerintah, begini penjelasan Ustaz Abdul Somad tentang tarekat.
Senin, 23 Februari 2026 - 05:35 WIB
Jemaah Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman
Sumber :
  • YouTube/tvOnenews

tvOnenews.com - Penetapan awal Ramadhan kerap menjadi perhatian umat Muslim di Indonesia. 

Perbedaan metode penentuan hilal membuat sebagian kelompok memulai puasa di hari yang tidak selalu sama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini kembali terjadi pada Ramadhan 1447 Hijriah.

Jemaah Tarekat Syattariyah yang banyak tersebar di Padang Pariaman, Sumatera Barat, diketahui memulai puasa lebih lambat dibandingkan keputusan yang ditetapkan pemerintah dan Muhammadiyah. 

Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. 

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026.

Jemaah Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman
Jemaah Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman
Sumber :
  • YouTube/tvOnenews

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama menggelar sidang isbat pada tanggal 29 Sya’ban. 

Metode yang digunakan dikenal sebagai rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap posisi bulan untuk menentukan masuknya bulan baru dalam kalender hijriah.

Di sisi lain, Tarekat Syattariyah di Padang Pariaman memiliki tradisi tersendiri dalam menentukan awal Ramadhan. 

Mereka menggunakan metode yang dikenal dengan istilah maniliak bulan atau melihat hilal berdasarkan tata cara dan perhitungan yang diwariskan secara turun-temurun. 

Melalui tradisi tersebut, Tarekat Syattariyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Jumat, 20 Februari 2026.

Perbedaan ini sering menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. 

Namun dalam khazanah Islam di Indonesia, keberagaman metode penentuan awal bulan hijriah merupakan hal yang telah lama dikenal.

Untuk memahami makna tarekat itu sendiri, Ustaz Abdul Somad pernah memberikan penjelasan yang mudah dipahami. 

Potret Ustaz Abdul Somad
Potret Ustaz Abdul Somad
Sumber :
  • Istimewa

Dalam salah satu ceramahnya, beliau menggambarkan tarekat dengan perumpamaan yang sederhana.

"Tarekat itu ibaratnya sampan. Ada sampan namanya Syattariyah, nama nahkodanya Abdullah asy-Syaththar," ujar Ustaz Abdul Somad.

"Ada sampan namanya Syadziliyyah, nama nahkodanya Abul Hasan asy-Syadzili. Ada nama sampannya Naqsabandiyah, nama nahkodanya Bahauddin al-Bukhari," lanjutnya.

Melalui analogi tersebut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa perbedaan tarekat bukanlah perbedaan tujuan. 

Setiap tarekat diibaratkan sebagai sampan yang berbeda, namun semuanya berlayar di lautan yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu sampannya, tapi lautannya tetap Lailahaillallah muhammadur rasulullah," tambahnya.

Beliau menegaskan bahwa tarekat pada dasarnya adalah jalan atau metode dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi melarang keras maskapai penerbangan menaikkan harga tiket melampaui batas atas 13 persen. 
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menhub Dudy Purwagandhi: Kenaikan Tiket Pesawat Tak Boleh Melewati Ambang 13 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi melarang keras maskapai penerbangan menaikkan harga tiket melampaui batas atas 13 persen. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT