Berbuat Maksiat di Malam Lailatul Qadar, Apakah Dosanya Setara 1000 Bulan? Begini Penjelasan Buya Yahya
- iStockPhoto
Maka dari itu, Buya Yahya mengingatkan tindakan maksiat harus dilihat dulu dari takaran waktu, tempat, dan pelakunya.
"Sebuah kejahatan dilakukan oleh orang biasa, jahat. Di satu sisi, ketika dilakukan seorang alim lebih jahat lagi. Orang melakukan dosa di tempat asal saja dosa. Tapi, ketika melakukan dosanya di masjid, lebih besar lagi," jelasnya.
Perbuatan Maksiat di Malam Lailatul Qadar Gambaran Dosa Besar

- iStockPhoto
Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan, perbuatan maksiat di hari biasa saja dicap jahat, apalagi melakukannya di bulan Ramadhan potensi mendapat dosa besar.
"Orang melakukan dosa di luar Ramadhan, dosa. Saat Ramadhan, lebih dosa lagi," terangnya.
Ia tidak habis pikir kenapa masih banyak orang berbuat maksiat. Seharusnya mereka menanamkan niat malam mulia ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Orang melakukan kejahatan selain malam Lailatul Qadar adalah jelek. Di malam itu (Lailatul Qadar), maka akan lebih jelek lagi," ucapnya.
Buya Yahya menyimpulkan, perbuatan maksiat di malam Lailatul Qadar gambaran kejahatan buruk. Namun untuk takaran jumlah dosanya tidak dihitung setara dengan keutamaan seribu bulan dari kebaikan.
"Untuk seribu bulan kejahatan itu tidak ada. Tidak dijelaskan atau disebutkan. Allah Maha Kasih, sehingga ketika punya niat baik dikasih satu. Tapi, niat jahat enggak dituliskan begitu," bebernya.
"Kita niat baik dikasih pahala satu, kalau kita melaksanakan 10 sampai 700. Kalau niat jahat, dibatalin enggak dutlis karena Allah Maha Kasih. Namun bukan berarti kemudahan ini mengarahkan seseorang mengentengkan juga," tukasnya.
(hap)
Load more