Teks Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Enam Kekeliruan yang Sering Terjadi saat Merayakan Idul Fitri
- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah, terutama di penghujung bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ketakwaan tidak hanya diwujudkan dengan menjalankan kewajiban, tetapi juga dengan memperbanyak amalan sunnah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Keberhasilan seorang Muslim dalam menjalani Ramadhan sangat ditentukan oleh keimanan dan keikhlasannya.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari no. 2014).
Ampunan tersebut menjadi tanda keberhasilan, namun hanya diberikan kepada mereka yang menjalankan ibadah dengan penuh keimanan dan harapan kepada Allah.
Sebentar lagi, umat Islam akan menyambut Idul Fitri, hari yang dipenuhi kebahagiaan. Namun, di balik suasana tersebut, syariat telah memberikan tuntunan yang jelas. Sayangnya, masih ada sejumlah kekeliruan yang sering terjadi.
Enam Kekeliruan dalam Merayakan Idul Fitri
1. Salah memahami makna Idul Fitri
Sebagian orang menganggap Idul Fitri berarti kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Padahal, secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali berbuka, yaitu tidak lagi berpuasa.
Load more