News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bagaimana Sih Cara Cepat Naik Haji? Begini Penjelasan Terbaik Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan beberapa cara kilat agar bisa pergi ibadah haji, baik untuk yang sudah mendapatkan atau belum memperoleh kuota keberangkatan.
Senin, 20 April 2026 - 16:11 WIB
Ilustrasi ibadah haji 2025
Sumber :
  • Tovic/Media Center Haji 2024

Jakarta, tvOnenews.com - Ibada haji merupakan rukun Islam yang kelima. Kewajiban dasar setiap Muslim melaksanakan ibadah ini bagi yang mampu.

Puncak ibadah haji jatuh pada 9 Zulhijah. Di tahun 2026, puncak ibadah haji bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026, yang mengharuskan jemaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, rangkaian kegiatan menuju pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah akan bergulir pada Selasa (21/4/2026). Jemaah mulai memasuki asrama haji untuk persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

Mengenai hal ini, Ustaz Adi Hidayat berbagi cara agar bisa cepat naik haji. Ia menjelaskan hal itu bertujuan ibadahnya sempurna, baik untuk yang sudah mendapat kuota maupun belum.

"Dengan waktu yang singkat ini boleh jadi bagaimana kita mempersiapkan persiapan terbaik agar dapat berhaji," ujar Ustaz Adi Hidayat disadur dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Senin (20/4/2026).

Cara Cepat Berangkat Ibadah Haji Versi Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan cara kilat pergi ibadah haji
Ustaz Adi Hidayat (UAH) membagikan cara kilat pergi ibadah haji
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Mulanya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang seputar ibadah haji. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Baqarah Ayat 197, Allah SWT berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya: "(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafas, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat" (QS. Al-Baqarah, 2:197)

UAH sapaan akrabnya memaparkan rangkaian tafsir ayat ini. Ia memulai dari kalimat "Al-Hajju" menunjukkan tentang puncak menuju ibadah Haji terletak di bulan yang masyhur.

Ia menerangkan masyarakat Arab di zaman dahulu telah mengetahui puncak ibadah haji jatuh pada tanggal 9 Zulhijah. Sementara, tanggal 10 hingga 13 menjadi bagian pokok mengakhiri puncak ibadah ini.

"Untuk menuju ke puncak ini, tentu dari berbagai pelosok itu akan banyak berdatangan sehingga bisa berpotensi menimbulkan keramaian tidak biasa. Beberapa bagian ada kemacetan, kemudian berpotensi menghadirkan satu kondisi yang padat luar biasa," terangnya.

Fenomena seperti ini, kata UAH, sudah diketahui oleh Allah SWT. Seiring berjalannya waktu, jumlah umat Muslim semakin bertambah untuk memenuhi ibadah wajib tersebut.

"Allah SWT sudah memberikan petunjuk kepada Rasulullah SAW agar dipersiapkan keberangkatan menuju haji itu bahkan sejal bulan-bulan sebelumnya bahwa mereka menuju puncak haji itu berangkat lebih awal, sebelum waktu puncaknya. Persiapan biasanya dimulai dari sejak bulan Syawal," jelasnya.

Namun, persiapan dasar melaksanakan ibadah haji yaitu dari kemantapan hati. Sebab, keberangkatan dari dua bulan sebelum puncak ibadah haji menunjukkan waktu persiapan akan berlangsung lama.

"Siapa yang memantapkan hatinya bersiap untuk bisa berhaji. Ini ayat terlihat ringkas, padat, tapi mahal sekali untuk kita pahami," tegasnya.

Melalui beberapa kalimat ayat tersebut, Allah SWT menawarkan informasi kepada calon jemaah secara personal. Kata UAH, waktu yang lama sebagai momentum terbaik mempersiapkan diri menyelesaikan ibadah haji.

"Allah meminta kita mempersiapkan dirimu, memantapkan dirimu, dan ini sifatnya terbuka mau laki-laki, perempuan, orang besar, kecil, atau orang tua," paparnya.

Ia menegaskan, melalui ayat ini menunjukkan tidak semua orang memiliki harta kekayaan berlimpah memantapkan hatinya ibadah haji. Ia berpendapat bagian ini sering keliru.

"Jangan disimpulkan untuk berhaji itu hak orang kaya saja, tidak, hak orang berlimpah saja, tidak, hak para sultan, tidak. Belum tentu orang disebut sultan yang istilahnya punya banyak harta kekayaan bisa berhaji, belum tentu," bebernya.

Direktur Quantum Akhyar Institute ini menegaskan, siapapun bisa naik haji. Maka dari itu, cara pertama adalah memiliki peluang mampu untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Kemudian, ia mengulik tafsir kalimat "Farada". Ia membagikan tiga rangkaian definisi dalam kalimat tentang ibadah haji tersebut.

"Kewajiban, terukur/tertib, dan mantap/kuat," tuturnya.

Ia mencontohkan apabila aspek kewajiban bisa dipenuhi, mereka yang ingin berhaji merasa bahwa ibadah haji adalah sesuatu hal prioritas.

"Tidak hanya ditangkap sebagai sebuah peluang sehingga dia melekatkan sebuah kewajiban kepada dirinya untuk meraih itu (ibadah haji)," lanjutnya.

Ia menegaskan, ketika ibadah haji masuk skala prioritas, maka seseorang akan menjadikan ibadah ini sebagai sebuah rencana besar. Hal ini tentu akan berkaitan dengan waktu yang terukur atau tertib.

Terkait waktu terukur, UAH kembali menjelaskan tentang perencanaan yang matang dari ketiga waktu. Biasanya telah mempersiapkan sejak bulan Syawal, Dzulqaidah, kemudian puncak haji di Dzulhijjah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia meyakini bagi yang memanfaatkan peluang. Kemudian, bisa memenuhi aspek kewajiban, waktu terukur, dan kemantapan hati sebagai cara kilat bisa pergi ibadah haji.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bibi Yuvita Minta Taufik Hidayat Dihukum Seberat-beratnya: Siksa Dulu Kalau Boleh

Bibi Yuvita Minta Taufik Hidayat Dihukum Seberat-beratnya: Siksa Dulu Kalau Boleh

Bibi Yuvita ungkap keinginan menyiksa Taufik Hidayat sebelum dihukum. Yuvita kini masih dirawat intensif di RS Hasan Sadikin Bandung pasca penyekapan.
Francesco Bagnaia Jadi Pembalap Tersukses Ducati Usai Akhiri Era Keemasan Bersama Tim Pabrikan Italia

Francesco Bagnaia Jadi Pembalap Tersukses Ducati Usai Akhiri Era Keemasan Bersama Tim Pabrikan Italia

Francesco Bagnaia resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Ducati Lenovo Team mulai MotoGP 2027. Keputusan tersebut membuat dirinya menjadi pembalap tersukses dalam sejarah tim pabrikan Ducati di ajang kelas premier.
Diguncang Gempa Besar, Venezuela Tetapkan Darurat Nasional

Diguncang Gempa Besar, Venezuela Tetapkan Darurat Nasional

Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut.
Prabowo Siapkan Wajah Baru GBK, Danantara Ditugaskan Rancang Kawasan Pasca Hotel Sultan

Prabowo Siapkan Wajah Baru GBK, Danantara Ditugaskan Rancang Kawasan Pasca Hotel Sultan

Pemerintah mulai menyiapkan babak baru kawasan Gelora Bung Karno (GBK) setelah proses pengosongan Hotel Sultan berjalan.
Penyelundupan Narkoba Dicampur Beras India Terungkap

Penyelundupan Narkoba Dicampur Beras India Terungkap

Penyelundupan narkotika jenis etomidate dan ekstasi yang disamarkan dalam kemasan beras basmati asal India diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Taufik Hidayat yang kini ditahan Polda Jabar, ternyata punya kemampuan dalam ucapannya. Bisa meyakinkan orang, itu diungkap mantan istri Taufik.

Trending

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Simak penjelasan lengkap, mengapa kasus penyekapan dilakukan terduga pelaku Taufik Hidayat muncul dan viral di media sosial. Kini korbannya dirawat di RSHS
Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate ternyata sudah menciptakan dampak besar meski sang pemain belum main satu laga pun. Legenda klub beri reaksi.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Ramalan keuangan shio 26 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki di penghujung pekan dan siapa yang harus tahan diri dulu!
Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangguhkan penahanan tersangka korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di salah satu tempat kos-kosan di Kabupaten Bandung selama tiga tahun lamanya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT