Teks Khutbah Idul Adha 2026 Singkat: 3 Pesan di Balik Penyembelihan Kurban
- freepik.com
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin jamaah Shalat Idul Adha rahimakumullah,
Pada hari yang penuh keberkahan ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban. Perayaan ini erat kaitannya dengan kisah agung Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Surat Ash-Shaffat ayat 99-111.
Sesungguhnya ibadah kurban telah dikenal sejak zaman putra Nabi Adam AS, yakni Qabil dan Habil. Dalam kisah tersebut, Allah menerima kurban Habil karena ketulusan hati dan ketakwaannya, sedangkan kurban Qabil ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa yang dinilai Allah bukanlah daging maupun darah hewan kurban, melainkan keikhlasan orang yang berkurban.
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al-Hajj: 37)
Walaupun praktik kurban telah ada sejak awal kehidupan manusia, syariat kurban yang dikenal umat Islam saat ini berawal dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya yang sangat dicintai, Nabi Ismail AS.
Ismail adalah anak yang lama dinantikan Nabi Ibrahim setelah bertahun-tahun berdoa kepada Allah. Dalam Surat Ash-Shaffat ayat 100, Nabi Ibrahim berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih.”
Allah SWT kemudian mengabulkan doa tersebut dengan memberikan seorang anak yang saleh, sabar, dan cerdas. Namun ketika Ismail beranjak dewasa, Nabi Ibrahim mendapat ujian berat melalui mimpi yang merupakan wahyu dari Allah SWT.
Load more