Alasan Dilarang Puasa di Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah
- Pexels/ Gül Işık
Artinya: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan Hari Tasyrik adalah hari raya umat Islam serta hari untuk makan dan minum.” (HR An-Nasa’i No. 2954)
Dalam kitab Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga menegaskan hukum haram berpuasa pada Hari Tasyrik.
تتمة: يحرم الصوم في أيام التشريق والعيدين
Artinya: “Puasa pada hari Tasyrik dan dua hari raya hukumnya haram.”
Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik
Meski dilarang berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah lain seperti berzikir, berdoa, bersedekah, dan menyembelih hewan kurban.
Perintah berkurban sendiri disebut dalam Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah!”
Hari Tasyrik menjadi pengingat bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga rasa syukur dan kebersamaan. Melalui momen ini, umat Islam diajak menikmati nikmat Allah SWT, berbagi makanan dengan sesama, dan mempererat tali persaudaraan setelah Idul Adha. (gwn)
Sumber: MUI, NU Online
Load more