Teks Khutbah Jumat Terbaru 29 Mei 2026: Kenapa Sih Umat Islam Dilarang Puasa di Hari Tasyrik?
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Tasyrik dikenal sebagai waktu tiga hari setelah Idul Adha. Artinya, hari ini terletak pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Ketiga hari ini dianggap istimewa dan spesial dalam agama Islam. Pasalnya, umat Islam masih diperbolehkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban pasca Hari Raya Idul Adha.
Di balik itu, Hari Tasyrik menjadi waktu bagi umat Islam dilarang melaksanakan ibadah puasa. Maka dari itu, konteks yang satu ini menjadi pembahasan menarik dalam teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk sesi ceramah pelaksanaan shalat Jumat.
Teks Khutbah Jumat: Kenapa Sih Umat Islam Dilarang Puasa di Hari Tasyrik?
- Istimewa
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jemaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang selalu memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita semua. Berkat-Nya, kita masih dapat berkumpul di masjid yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau sebagai teladan terbaik dalam menjalankan ibadah sekaligus menuntun kita terhindar dari golongan tersesat.
Pada kesempatan khutbah shalat Jumat hari ini, khatib senantiasa berwasiat kepada diri sendiri dan jemaah sekalian untuk istiqomah dalam meningkatkan ketakwaan.
Sebagaimana diketahui, kita telah melalui Idul Adha, salah satu Hari Raya yang dinantikan oleh umat Islam.
Seusai itu, kita juga dihadapi dengan hari-hari setelah momentum Idul Adha. Hal ini mengajarkan kita bahwa dalam agama Islam, setiap ibadah mempunyai aturan, baik kapan kita dianjurkan, diwajibkan, serta dilarang menjalani puasa.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Khatib meminta izin untuk menjelaskan lebih dulu tentang Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah yang dikenal sebagai hari setelah Idul Adha.
Pada hari-hari ini, umat Islam mendapat anjuran dari Allah SWT. Kita di dalam golongan Muslim diarahkan untuk senantiasa memperbanyak amalan.
Apa saja amalan yang dianjurkan? Kita bisa membaca dzikir, takbir, tahmid hingga tahlil.
Selain itu, Hari Tasyrik juga memiliki identik sebagai ibadah kurban. Hari istimewa ini juga dikenal menjadi waktu prosesi lempar jumrah bagi jemaah haji yang berada di Tanah Suci.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah SAW bersabda:
"Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Muslim No. 1141)
Melalui hadis riwayat ini sudah sangat jelas, Hari Tasyrik merupakan waktu menikmati atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Hari ini juga menjadi waktu terbaik tetap mengingat-Nya.
Jemaah shalat Jumat dikaruniai Allah,
Penting bagi kita untuk memahami hukum puasa pada Hari Tasyrik. Ibadah puasa di waktu ini adalah haram.
Kenapa demikian? Larangan berpuasa di Hari Tasyrik berlaku bagi seluruh umat Islam. Akan tetapi, ada kondisi tertentu, misalnya bagi jemaah haji yang tiidak memperoleh hewan kurban dan dengan ketentuan khusus.
Larangan berpuasa juga tercantum dalam hadis riwayat Imam Muslim. Hal ini berlaku di saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, serta hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Larangan ini memiliki alasan yang kuat. Hal itu mengarahkan pada pengujian ketaatan kita kepada aturan Allah SWT.
Seorang Muslim yang taat tidak hanya menjalankan perintah. Namun, mereka yang taat juga meninggalkan larangan-Nya.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Hikmah di balik larangan berpuasa di Hari Tasyrik memiliki makna yang sangat mendalam. Sebab, Islam adalah agama yang seimbang, tidak sekadar mengacu pada penekanan ibadah spiritual, namun juga mengajarkan agar kita bisa menjaga nikmat sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.
Hari Tasyrik adalah waktu terbaik umat Islam merayakan kebahagiaannya setelah melaksanakan ibadah kurban. Kita dianjurkan untuk menyantap hidangan makanan, minuman, berbagi daging kurban hingga mempererat ukhuwah Islamiyah.
Dalam hal ini, larangan mengerjakan puasa sebagai bukti nyata bahwa Allah SWT tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya.
Selain untuk memperbanyak dzikir, Hari Tasyrik sebagai waktu menggetarkan ibadah hati dan lisan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT.
Khutbah II
Jemaah shalat Jumat yang dibahagiakan Allah,
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada hari ini. Sebagai penutup, marilah kita mengisi Hari Tasyrik dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Setidaknya kita bisa rutin menggetarkan takbir, tahmid, dan tahlil. Kita harus mengingat ibadah tidak hanya berpuasa, namun bisa juga menjalani rasa syukur dan kebersamaan.
Semoga kita termasuk hamba yang taat, mampu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan. Amin ya Rabbal Alamin.
Penutup Doa
اللهم اجعلنا من عبادك المتقين، واغفر لنا ذنوبنا، وتقبل منا أعمالنا
Artinya: "Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa, ampunilah dosa kami, dan terimalah amal ibadah kami."
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, MUI, dan berbagai sumber lainnya.
Load more