Teks Khutbah Jumat: Kedudukan Lingkungan Hidup dalam Agama Islam
- Antara/Pertamina Patra Niaga
Artinya: "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A'raf, 7:56)
Melalui tafsir ayat ini, Allah SWT menciptakan bumi dalam keadaan seimbang dan baik. Agama Islam melarang perbuatan manusia merusak keseimbangan tersebut, misalnya seperti penebangan liar, pencemaran hingga eksploitasi berlebihan.
Saudaraku jemaah shalat Jumat yang dikaruniai Allah,
Agama Islam memberikan ajaran prinsip keseimbangan. Dalam kehidupan kita diajarkan untuk memanfaatkan sumber daya alam. Sebagaimana dalam Surat Ar Rahman Ayat 7-8, Allah SWT berfirman:
وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ, اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
Artinya: "Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan) agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu." (QS. Ar-Rahman, 55:7-8)
Dalam hadis riwayat Rasulullah SAW, ada banyak ajaran agama Islam yang ditemukan membahas tentang kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya seperti dijelaskan Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
Artinya: "Jika terjadi kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih tanaman, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, maka tanamlah." (HR. Ahmad)
Maka dari itu, agama Islam sangat memperhatikan lingkungan. Kita diajarkan untuk menanam konsep kebersihan bagian dari iman, Rasulullah SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: "Kesucian adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim)
Upaya kita dalam menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Hal ini sebagai bentuk kesadaran kita, seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan lingkungan hingga tidak merusak alam.
Load more