Benarkah Rebo Wekasan Jadi Hari Penuh Bala Musibah? Buya Yahya Ingatkan Tak Ada Landasan Dalilnya
- YouTube/Buya Yahya
tvOnenews.com - Rebo Wekasan, yaitu hari Rabu terakhir pada bulan Safar, kerap diyakini oleh sebagian masyarakat muslim sebagai hari diturunkannya ribuan bala dan musibah ke bumi.
Keyakinan serta tradisi yang berkembang seputar hari tersebut sering kali memicu kecemasan, prasangka, hingga perdebatan yang berkepanjangan di kalangan masyarakat.
Menanggapi fenomena tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan yang ditinjau dari sudut pandang ilmiah syariat, prinsip keimanan, dan sikap berbaik sangka (husnuzan).
- YouTube/Buya Yahya
Ditinjau dari sisi akidah dan ilmu syariat, Buya Yahya menegaskan bahwa satu-satunya Zat yang berkuasa menurunkan musibah maupun memberikan keselamatan adalah Allah SWT semata.
Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui perkara gaib, termasuk penetapan hari turunnya malapetaka, kecuali Allah SWT dan Rasul-Nya melalui wahyu Al-Quran serta hadis nabi yang sahih.
Oleh karena itu, kabar mengenai adanya bencana khusus yang diturunkan pada hari Rebo Wekasan tidak memiliki dalil agama yang mutawatir dan pasti (qat'i).
"Berita gaib itu harus jelas. Berita gaib yang harus kita yakini dan orang lain orang lain wajib meyakini adalah berita dari Al-Quran atau hadis nabi yang mutawatir."
"Kemudian dalalahnya qat'iah, maknanya sangat jelas, maka siapapun tidak boleh berbeda pendapat dalam hal ini," jelas Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya, pada Selasa (11/8/2026).
Buya Yahya juga menambahkan, bahwa siapa saja yang tidak mempercayai anggapan Rebo Wekasan sebagai hari bala berada pada posisi keilmuan yang benar dan tidak boleh disalahkan sama sekali.
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Kendati demikian, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk tetap mengedepankan sikap husnuzan terhadap sejarah timbulnya amalan tersebut di tengah masyarakat.
Ada kemungkinan bahwa anggapan Rebo Wekasan berawal dari ilham yang didapatkan oleh para waliullah atau kekasih Allah.
Meski demikian, penting untuk dipahami secara bijak bahwa ilham seorang wali bukanlah hujah syariat yang mengikat seluruh umat Islam.
"Jadi bagi yang tidak mempercayai, Anda tidak melakukan sebuah kesalahan tentang adanya Rebo Wekasan. Bagi yang percayai perlu pelan-pelan dari mana asas dasar kepercayaan Anda, jika dilacak ke atas adalah atas ilham para wali itu adalah sah-sah saja."
Load more