Jumat Punya Waktu Mustajab untuk Berdoa, Syekh Ali Jaber Ungkap Amalan yang Sayang Dilewatkan
- Pexels/Thirdman
- Pexels/Anastasia Shuraeva
Tradisi Ulama di Madinah
Syekh Ali Jaber juga menceritakan pengalamannya ketika berada di Madinah. Ia melihat secara langsung bagaimana para ulama dan orang-orang saleh memberikan perhatian terhadap waktu tersebut.
Menurutnya, penghujung hari Jumat menjadi momen yang benar-benar dimanfaatkan untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.
"Subhanallah saya bangga kalau waktu di Madinah saya melihat ulama kita, para guru, para orang shalih yang ada di Masjid Nabawi," ungkapnya.
Ia kemudian menceritakan bagaimana para ulama tersebut menghentikan berbagai aktivitas ketika waktu Maghrib semakin dekat.
"Kalau mereka lagi belajar ilmu atau lagi membicarakan agama, begitu sudah tersisa 1 jam sebelum maghrib, semua kerjaan ditinggalin."
Mereka memilih mengosongkan waktu tersebut untuk berdoa. Bahkan, kegiatan membaca buku, mengikuti majelis ilmu, maupun aktivitas lainnya dapat ditinggalkan sementara demi memanfaatkan waktu yang dianggap memiliki keutamaan.
Bagi Syekh Ali Jaber, kebiasaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan waktu terakhir pada hari Jumat.
"Karena itu istimewa, jangan sampai tertinggal," tegas Syekh Ali Jaber.
Jangan Lewatkan Kesempatan Berdoa di Hari Jumat
Keutamaan hari Jumat dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk tidak sekadar menjalani hari seperti biasanya.
Ada banyak amalan yang dapat dilakukan, salah satunya memperbanyak doa dan memanfaatkan waktu sore menjelang Maghrib.
Bagi yang memiliki hajat, berharap kemudahan dalam urusan, memohon ampunan, atau sekadar ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk bermunajat dengan penuh kekhusyukan.
Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai waktu persisnya, memperbanyak doa pada hari Jumat tetap menjadi amalan yang baik.
Karena itu, tidak ada salahnya menyisihkan sebagian waktu pada penghujung Jumat untuk berdoa dan mengingat Allah SWT. (gwn)
Load more