Teks Khutbah Jumat 23 Oktober 2026 Tema Hari Santri: Pentingnya Ilmu Agama
- Ilustrasi AI/ChatGPT
“Sesungguhnya Allah melihat penduduk bumi. Lalu Allah murka kepada mereka semua, yang arab maupun non-arab, selain beberapa orang di kalangan ahli kitab.. [HR. Muslim].
Kaum muslimin rahimakumullah,
Wahyu yang menjadi sumber utama ilmu syar'i adalah Al-Quran dan sunah. Keduanya menjadi pedoman bagi umat Islam dalam memahami kebenaran dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَئِنْ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنْ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu — kalau begitu — termasuk golongan orang-orang yang zalim.” [Quran Al-Baqarah: 145].
Pentingnya ilmu juga terlihat dari perintah Allah kepada Nabi-Nya untuk memohon tambahan ilmu. Di antara banyak hal yang dapat diminta manusia, Allah secara khusus mengajarkan doa agar ilmu terus bertambah.
Allah Ta'ala berfirman,
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. [Quran Thaha: 114].
Hal ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan ilmu dalam Islam. Ilmu tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membimbing manusia untuk mengenal kebesaran Allah dan meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” [Quran Fathir: 28].
Ayat tersebut menerangkan bahwa ilmu yang benar akan mengantarkan seseorang pada kesadaran tentang kebesaran Allah. Semakin seseorang memahami ajaran agama, semakin besar pula kesadarannya untuk menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kedudukan orang berilmu juga ditegaskan melalui firman Allah Ta'ala,
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Load more