Ustaz Adi Hidayat Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas di Uzbekistan, Zulhas: Saya Turut Bahagia
- Instagram/@zul.hasan
Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah kondang Ustaz Adi Hidayat memperoleh penghargaan akademik bergengsi berupa gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan.
Penganugerahan itu mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan di Indonesia. Sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintahan, hingga institusi pendidikan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pencapaian Ustaz Adi Hidayat yang dinilai menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia di kancah internasional.
Salah satu ucapan selamat datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas. Melalui sebuah video yang dibagikan di akun Instagram pribadinya, Zulhas mengungkapkan rasa bangga sekaligus kebahagiaannya atas penghargaan yang diterima Ustaz Adi Hidayat.
"Saya turut berbangga dan berbahagia atas penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada sahabat dan juga guru saya, Ustaz Prof. Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A., dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan," tulis Zulhas dikutip tvOnenews.com, Minggu (1/11/2026).
Ia mengaku memiliki kedekatan dengan pendakwah tersebut. Bahkan, Zulhas menyebut UAH bukan hanya sebagai sahabat, melainkan juga sosok guru yang dihormatinya.
Ustaz Adi Hidayat Dinilai Kebanggaan Bangsa Indonesia
Menurut Zulhas, penganugerahan gelar Profesor Kehormatan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi bagi UAH dan keluarganya.
Lanjut Zulhas, penghargaan itu juga menjadi kebahagiaan bagi seluruh kalangan, termasuk ulama, umara hingga masyarakat Indonesia.
Baginya, pengakuan dari perguruan tinggi di Uzbekistan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah keilmuan, dakwah, dan pemikiran intelektual putra Indonesia mampu memperoleh apresiasi di tingkat dunia.
"Ini bukan hanya kebanggaan bagi beliau dan keluarga, tetapi juga kebahagiaan bagi para ulama dan umara, serta bangsa Indonesia. Sebuah kehormatan yang menunjukkan bahwa ilmu, dakwah, dan kontribusi intelektual anak bangsa mendapat pengakuan di dunia internasional," katanya.
Zulhas pun menyampaikan doa dan harapannya agar ilmu serta berbagai upaya yang dilakukan UAH senantiasa memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi sumber keberkahan bagi umat sekaligus mendorong UAH untuk terus menginspirasi masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusinya terhadap peradaban.
"Selamat Ustaz Adi Hidayat. Semoga ilmu dan segala ikhtiar yang telah dicapai senantiasa membawa manfaat bagi bangsa, dan negara, serta menjadi sumber keberkahan bagi umat," harap diia.
"Teruslah menjadi inspirasi dalam menebarkan ilmu dan membangun peradaban," sambungnya.
Sebelum menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial, Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut diketahui turut menghadiri langsung prosesi penganugerahan gelar kehormatan yang diterima UAH di Uzbekistan.
Kehadirannya merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja sekaligus agenda pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Jamshid Khodjaev.
Wamenlu Turut Ucapkan Selamat
Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta. Melalui unggahan di media sosial, Anis memberikan apresiasi atas penghargaan yang diterima UAH bersama Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Didi Sukyadi.
"Saya mengucapkan selamat atas penganugerahan gelar Guru Besar Kehormatan kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr Didi Sukyadi, MA, dan Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA, PhD, dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan. Penganugerahan gelar tersebut adalah bentuk pengakuan atas kontribusi keilmuan dua putra bangsa Indonesia," tulis Anis.
"Mudah-mudahan Prof Didi dan Ustaz Adi Hidayat dapat terus berkontribusi untuk keilmuan dan kemanusiaan," sambung Wamenlu RI.
Lembaga Dinaungi UAH Ucapkan Selamat
Ucapan selamat turut disampaikan keluarga besar Quantum Akhyar Institute, lembaga yang menaungi berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah UAH.
Melalui pernyataan resminya, lembaga tersebut berharap penghargaan yang diperoleh UAH dapat semakin memperluas manfaat ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
"Semoga ilmu yang diraih berguna untuk agama, bangsa dan negara serta membawa keberkahan bagi umat,” tulis Quantum Akhyar Institute.
Sementara itu, Dekan Fakultas TSUE-Pendidikan IJDP, Dr. Sirojiddin Yangiboyev, turut mengonfirmasi tingginya apresiasi pihak universitas terhadap kiprah UAH.
Dalam surat resminya, pihak TSUE menerangkan bahwa salah satu pertimbangan pemberian gelar kehormatan tersebut adalah komitmen UAH dalam menghubungkan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan pendidikan modern.
Kunjungan ke Uzbekistan itu juga melibatkan delegasi resmi UPI. Rombongan dipimpin langsung oleh Rektor Didi Sukyadi, bersama wakil rektor, Dekan Sekolah Pascasarjana, sejumlah dosen, serta anggota Majelis Wali Amanat (MWA).
Kehadiran jajaran pimpinan dan akademisi UPI menunjukkan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penganugerahan penghargaan, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan hubungan antarlembaga pendidikan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas untuk menjalin kolaborasi akademik, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta mengembangkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Uzbekistan.
(hap)
Load more