GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Mengejutkan Ratu Joget Ting Tang kepada Media Korea soal Megawati Hangestri, Katanya Megatron itu Sebenarnya...

Lee Da-hyeon, "ratu joget ting tang" pernah memberikan pernyataan tentang peran penting Megawati Hangestri di Liga Voli Korea. Ia menilai kehadiran Megatron
Jumat, 27 Desember 2024 - 22:56 WIB
Kesaksian Ratu Joget Ting Tang kepada Media Korea soal Megawati Hangestri, Katanya Megatron itu Sebenarnya...
Sumber :
  • Kovo / Naver

tvOnenews.com - Atlet voli asal Korea Selatan, Lee Da-hyeon, yang sempat viral karena aksi joget "ting tang" di ajang All Stars, pernah mengungkapkan pengalaman mengejutkan terkait Megawati Hangestri

Pemain kunci tim Hyundai Hillstate ini menjadi korban pertama dari smash keras Megawati Hangestri, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Voli Korea.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan antara Hyundai Hillstate melawan Red Sparks di musim lalu. 

Saat itu, Lee Da-hyeon menerima spike keras dari Megawati Hangestri yang mengarah langsung ke wajahnya. 

Smash tersebut membuat Lee tersungkur di lapangan sambil menahan rasa sakit. 

Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan kekuatan serangan Megawati, yang dijuluki "Megatron" karena spike-nya yang dahsyat.

Akibat serangan tersebut, Lee Da-hyeon segera mendapat pertolongan dari rekan-rekannya dan tim medis. 

Rekan setimnya membantu Lee berdiri, sementara pelatih Hyundai Hillstate memutuskan untuk mengistirahatkan Lee di bangku cadangan. 

Kolase Foto Lee Da-Hyeon dan Megawati Hangestri
Kolase Foto Lee Da-Hyeon dan Megawati Hangestri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

Dalam kondisi yang masih terlihat kesakitan, Lee harus meninggalkan lapangan sambil mengompres pipinya. Insiden ini menjadi salah satu momen yang diingat dalam perjalanan Megawati di Liga Voli Korea.

Setelah pertandingan, Yang Hyo-jin, rekan satu tim Lee Da-hyeon, memberikan keterangan kepada media lokal Korea Selatan, Naver. 

Ia menceritakan bagaimana Lee mengungkapkan rasa terkejutnya atas kekuatan spike Megawati. 

“Lee mengatakan kepada saya bahwa ia merasa hampir pingsan setelah terkena smash itu,” kata Yang Hyo-jin. 

“Saat itu, saya berada di dekatnya dan benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika bola itu mengenai wajah saya sendiri.”

Meskipun insiden ini cukup menyakitkan, Lee Da-hyeon mengungkapkan penghargaan tinggi terhadap kemampuan Megawati. 

Ia menyebut pemain asal Indonesia itu sebagai atlet luar biasa dengan bakat yang luar biasa pula. 

“Serangan Megawati sangat mematikan dan sulit untuk diantisipasi. Dia adalah pemain yang sangat berbakat,” puji Lee Da-hyeon.

Selain itu, Lee Da-hyeon, yang dikenal sebagai "ratu joget ting tang" karena aksinya yang menghibur di lapangan, juga memberikan pernyataan tentang peran penting Megawati di Liga Voli Korea. Ia menilai kehadiran Megawati memberikan warna tersendiri dalam kompetisi. 

“Megawati adalah salah satu pemain asing yang membawa standar permainan ke tingkat yang lebih tinggi. Saya rasa dia menjadi inspirasi bagi banyak pemain, termasuk saya,” kata Lee.

Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa Liga Voli Korea adalah ajang kompetitif yang mempertemukan pemain-pemain berbakat dari berbagai negara. 

Tidak hanya sebagai persaingan, liga ini juga menjadi ruang untuk saling menginspirasi. 

Megawati Hangestri, dengan serangannya yang kuat dan permainannya yang solid, telah meninggalkan kesan mendalam di kalangan pemain dan penonton di Korea Selatan.

Dalam berbagai kesempatan, Megawati selalu menunjukkan sikap sportif, termasuk saat insiden dengan Lee Da-hyeon. 

Setelah spike-nya mengenai wajah Lee, Megawati langsung mendekati lawannya untuk meminta maaf dan memastikan kondisinya. 

Sikap ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, menunjukkan bahwa selain memiliki kemampuan luar biasa di lapangan, Megawati juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden antara Lee Da-hyeon dan Megawati Hangestri tidak hanya menjadi cerita tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang penghormatan dan rasa kagum antara dua atlet profesional. 

Hal ini membuktikan bahwa olahraga, meskipun kompetitif, tetap mampu mempererat hubungan dan saling menginspirasi antar pemain. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT