Domino Menuju Cabor Resmi, PB PORDI Siapkan Langkah Strategis
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) tinggal selangkah lagi mewujudkan olahraga domino sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) baru di Indonesia.
Untuk menindaklanjuti perkembangan tersebut, PB PORDI menggelar Rapat Pleno yanf dihadiri langsung Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung, Wakil Ketua Umum Rukman Nurdin Karumpa, Sekretaris Jenderal Mansyur Achmad, serta jajaran pengurus harian PB PORDI.
Dalam rapat tersebut, PB PORDI menyambut positif meningkatnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga domino yang kini semakin berkembang dan diminati berbagai kalangan.
“Hal ini sejalan dengan perjalanan organisasi yang kini memasuki usia enam tahun, sejak pertama kali memperkenalkan domino sebagai olahraga prestasi, bukan sekadar permainan rekreasi,” ujar Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, dalam keterangan yang diterima Kamis (15/1/2026).
PB PORDI menegaskan komitmennya terus menginisiasi domino agar dapat dipertandingkan secara resmi di berbagai ajang olahraga, mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), hingga Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB), di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Bahkan, dalam jangka panjang, PORDI juga membuka peluang terbentuknya federasi olahraga domino di tingkat internasional,” jelas Andi Jamaro.
Di sisi lain, PB PORDI juga mencermati berbagai opini yang berkembang di media terkait kemunculan organisasi lain yang mengatasnamakan olahraga domino.
Kehadiran sejumlah pejabat negara dalam deklarasi organisasi tersebut kerap ditafsirkan publik sebagai bentuk legitimasi.
Menanggapi hal tersebut, PB PORDI menilai perlu adanya pelurusan informasi secara proporsional dan objektif agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
“Dalam setiap langkahnya, PB PORDI tetap berpedoman pada mekanisme resmi sesuai arahan lisan dan rekomendasi tertulis dari KONI dalam proses pengurusan legalitas olahraga domino di bawah naungan KONI,” tegas Andi Jamaro.
PB PORDI juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan Rekomendasi KONI Nomor 485 A/UMM/V/2022 tertanggal 24 Mei 2022. Dalam rekomendasi tersebut disebutkan secara tegas bahwa tidak terdapat organisasi lain dengan nama dan bidang olahraga yang sama seperti PORDI.
Oleh karena itu, PB PORDI meyakini bahwa KONI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Kementerian Hukum dan HAM tetap berpegang pada komitmen dan ketentuan yang berlaku.
“Meski demikian, karena secara faktual sejumlah pejabat dari KONI, Kemenpora, dan Kemenkumham terlihat hadir dalam deklarasi organisasi lain yang mengklaim sebagai organisasi olahraga domino, PB PORDI merasa perlu menggelar rapat pleno sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan,” pungkas Andi Jamaro.
Dalam rapat tersebut, PB PORDI juga memutuskan untuk melakukan audiensi resmi dengan KONI, Kemenpora, dan Kemenkumham. Audiensi ini bertujuan melaporkan kesiapan PB PORDI sekaligus mengklarifikasi isu berkembangnya narasi kepengurusan ganda dalam olahraga domino.
Dengan langkah tersebut, PB PORDI berharap dapat memberikan kejelasan kepada publik terkait keberadaan, legalitas, serta eksistensi olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi pengakuan resmi domino di tingkat nasional hingga internasional.(lgn)
Load more