Pelatih Pink Spiders Murka, Ungkap Biang Kerok Kekalahan: Serangan Balik Habis-habisan daro Red Sparks!
- KOVO
tvOnenews.com - Pelatih Pink Spiders, Tomoka Yoshihara ungkap biang kerok kekalahan di laga kontra Red Spakrs. Anak asuh Ko Hee-Jin resmi akhiri rekor buruk, 11 kekalahan beruntun.
Kemenangan yang akhirnya diraih Daejeon JungKwanJang Red Sparks bukan hanya soal berakhirnya 11 kekalahan beruntun.
Di sisi lain lapangan, hasil itu justru memantik kekecewaan mendalam dari pelatih Incheon Heungkuk Life Insurance Pink Spiders, Tomoka Yoshihara, yang secara terbuka menguliti kelemahan timnya sendiri.
Bermain di Chungmu Gymnasium, Minggu (22/2/2026), Pink Spiders tumbang 1-3 (16-25, 25-23, 23-25, 21-25).
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga kegagalan penting dalam perburuan papan atas klasemen Liga Voli Korea 2025–2026.
Yoshihara pun tak mencari kambing hitam di luar tim, ia justru menunjuk langsung pada problem internal sebagai biang kerok kekalahan.
“Akurasi Kami Sangat Buruk”
Dikutip dari My Daily Korea, Yoshihara berbicara lugas dan tanpa tedeng aling-aling. Ia menilai masalah utama bukan hanya pada serangan balik, melainkan pada keseluruhan kualitas permainan.
“Bukan hanya serangan balik. Akurasi permainan kami secara keseluruhan sangat buruk,” tegas Yoshihara.
Menurutnya, banyak peluang emas terbuang sia-sia karena penyelesaian akhir yang tak presisi. Ia menyoroti kegagalan para penyerang memaksimalkan bola-bola tinggi, terutama dalam skema transisi.
“Terlalu banyak bola tinggi yang tidak dapat disambung oleh penyerang dalam serangan balik, dan di set pertama.”

- instagram pink spiders
Set pertama memang menjadi titik awal bencana bagi Pink Spiders. Mereka kalah telak 16-25, sebuah skor yang mencerminkan betapa rapuhnya koordinasi tim sejak awal laga. Yoshihara bahkan menyebut rotasi timnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Tidak ada rotasi yang menghasilkan penerimaan bola. Semua servis kami memberi lawan peluang. Lawan menunjukkan performa yang bagus, tetapi tampaknya kami yang menciptakan performa itu.”
Pernyataan itu menjadi pengakuan paling keras: Pink Spiders bukan sekadar dikalahkan, tetapi ikut “membantu” Red Sparks tampil percaya diri.
Setter Disorot, Manajemen Krisis Dipertanyakan
Kekecewaan Yoshihara juga mengarah pada sektor krusial: distribusi bola. Ia menilai setter utama tidak berada dalam kondisi optimal.
“Lee Na-yeon tampaknya tidak dalam kondisi terbaik di pertandingan ini. Itulah mengapa saya memasukkan Kim Yeon-soo (di set keempat).”
Pergantian tersebut menjadi upaya terakhir untuk mengubah ritme permainan, namun tak cukup membalikkan keadaan. Yoshihara menekankan bahwa persoalan sebenarnya adalah respons tim dalam situasi genting.
“Namun, dalam situasi seperti ini, kita perlu tahu bagaimana merespons.”
Ia mengisyaratkan bahwa manajemen krisis di poin-poin krusial menjadi pembeda. Saat skor ketat di set ketiga (23-25) dan set keempat (21-25), Pink Spiders gagal menjaga ketenangan dan konsistensi.
“Sekarang pertandingan baru saja selesai, masih sulit menemukan apa yang terjadi sebenarnya. Kami akan menganalisisnya lebih lanjut,” ujarnya.
Nada frustrasi itu menunjukkan betapa besar ekspektasi Yoshihara terhadap timnya.

- Instagram Red Sparks
Dampak pada Perburuan Papan Atas
Kekalahan ini membuat Pink Spiders tertahan di peringkat ketiga dengan 53 poin. Mereka gagal mendekati pemuncak klasemen Korea Expressway Corporation Hi-Pass (59 poin) serta Hyundai Engineering & Construction Hillstate (56 poin).
Bagi tim yang pernah diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, kekalahan dari tim juru kunci tentu menjadi tamparan keras.
Terlebih, Red Sparks datang dengan beban 11 kekalahan beruntun dan kondisi mental yang sebelumnya tertekan.
Alih-alih memanfaatkan situasi, Pink Spiders justru tampil di bawah standar. Yoshihara pun secara jujur mengakui bahwa lawan memang bermain baik, tetapi kesalahan elementer timnya sendiri membuka jalan bagi kebangkitan Red Sparks.
Kini, fokus Pink Spiders tertuju pada evaluasi menyeluruh. Dari akurasi serangan, efektivitas rotasi, hingga ketenangan di poin kritis semuanya masuk daftar pekerjaan rumah.
Jika tidak segera dibenahi, bukan tak mungkin kegagalan ini menjadi titik balik negatif dalam persaingan menuju fase akhir musim.
Sementara Red Sparks merayakan akhir dari periode kelam, Pink Spiders harus pulang dengan pertanyaan besar: bagaimana tim sekelas mereka bisa runtuh justru saat peluang mendekati puncak terbuka lebar? (udn)
Load more