Megatron “Mati Kutu” Cuma Cetak 4 Poin! Alarm Keras Jakarta Pertamina Enduro Jelang Final Four Proliga 2026
- instagram JPEVolley
Tim asuhan Darko Dobreskov tampil tanpa rotasi, menurunkan komposisi terbaik sejak awal.
Bethania de la Cruz, outside hitter asal Republik Dominika, tampil penuh dalam laga perpisahannya. Ia menyumbang 18 poin bersama Yonkaira Pena, termasuk empat ace. Dalam rilis resmi PBVSI, De La Cruz mengungkapkan emosinya.
“Rasanya campur aduk, saya bermain tiga musim di Indonesia. Saya merasa terkesan dengan orang-orang yang ada di sini. Mulai dari penggemar membuat saya kerasan selama tiga musim sejak pertama di Jakarta Pertamina pada 2018,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Saya memang belum pernah mempersembahkan gelar juara di Indonesia. Tapi Indonesia tetap ada di hati saya selama saya berkarir di dunia voli.”
Di sisi lain, Medan Falcons harus mengakhiri musim tanpa kemenangan. Pelatih Marcos Sugiyama tetap mencoba melihat perkembangan positif tim mudanya.
“Sepanjang Proliga 2026 kami memang belum berhasil meraih kemenangan. Tapi progres permainan kami dari hari ke hari cukup berkembang,” tuturnya.
Dominasi Gresik dan Evaluasi Enduro
Kemenangan Gresik atas Enduro sekaligus memastikan mereka sebagai penguasa babak reguler. Tim asuhan Alessandro Lodi tampil disiplin dan solid, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang.
Meski sempat melakukan beberapa error di awal set pertama, mereka cepat bangkit dan mengendalikan permainan.
Aliran bola ke setter Arneta Putri Amelian berjalan lancar, membuka ruang bagi hitter seperti Medi Yoku, Bytsenko, dan Mitchem untuk mencetak poin. Oleksandra Bytsenko bahkan menjadi top skor dengan 23 poin.
Sebaliknya, Pertamina Enduro tampak kehilangan momentum. Pelatih Bulent Karslioglu sempat merotasi setter Tisya Amallya dengan Tina Syifa Sabila demi memperkuat blok. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan agresivitas lawan.
Kini, Enduro dihadapkan pada pekerjaan rumah besar jelang Final Four. Kekalahan ini bisa menjadi alarm penting agar tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap satu pemain.
Jika ingin mempertahankan gelar, konsistensi kolektif dan variasi serangan harus segera dibenahi.
Satu hal pasti: babak Final Four Proliga 2026 akan menjadi ajang pembuktian. Bagi Megawati, ini momentum untuk bangkit.
Load more