PBVSI Bisa Jatuhkan Sanksi untuk Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar? Begini Penjelasan Lengkapnya
- instagram megawatihangestrip
tvOnenews.com - Mundurnya sejumlah pemain senior dari Timnas Voli Indonesia menjadi salah satu isu yang paling banyak dibicarakan pecinta olahraga Tanah Air dalam beberapa pekan terakhir.Â
Di tengah persiapan menghadapi berbagai turnamen internasional sepanjang 2026, keputusan tiga nama besar yakni Megawati Hangestri Pertiwi, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar untuk tidak lagi memperkuat Merah Putih memunculkan beragam respons.
Sorotan terbesar mengarah kepada Megawati Hangestri. Opposite hitter andalan Indonesia itu baru saja menyelesaikan musim bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 dan dipastikan kembali berkarier di Liga Voli Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate.Â
Keputusan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan prioritas sang pemain, meski Megawati sebelumnya telah menjelaskan bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialami sejak memperkuat Red Sparks pada 2025.
Di sisi lain, PBVSI menghadapi situasi yang tidak mudah. Federasi harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan tim nasional, hak atlet profesional, serta aturan organisasi yang berlaku.Â
Karena itu, keputusan mundurnya Megawati, Rivan, dan Nizar kini memasuki tahap evaluasi internal yang berpotensi berujung pada pemberian sanksi.
PBVSI Buka Peluang Beri Sanksi
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengungkapkan bahwa organisasi memiliki mekanisme tersendiri dalam menyikapi atlet yang mengundurkan diri dari tugas negara. Karena itu, keputusan terkait tiga pemain tersebut tidak akan ditentukan secara sepihak.
Usai melepas keberangkatan Timnas Voli Putri Indonesia menuju AVC Nations Cup 2026 di Filipina di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Imam Sudjarwo mendapat pertanyaan mengenai sikap federasi terhadap pengunduran diri ketiga atlet tersebut.
Menurut Imam, seluruh proses akan dibahas melalui Dewan Kehormatan PBVSI sesuai aturan yang berlaku.
"Kita lagi pembinaan prestasi. Itu kan hak mereka," ujar Imam Sudjarwo, dilansiir dari YouTube Sportase Official.
Namun ia menegaskan bahwa setiap keputusan atlet untuk mundur dari tim nasional tetap harus melalui mekanisme organisasi.
- Antara Foto/Nova Wahyudi
"Tapi kita mekanisme di PBVSI kan ada aturannya. Nah nanti kita putuskan di dewan kehormatan, masih ada proses. Mereka memang sudah mengundurkan diri, tapi kan di PBVSI ada aturan, dan itu harus melalui dewan kehormatan," lanjutnya.
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan adanya sanksi administratif maupun pembatasan tertentu bagi pemain yang memilih tidak memenuhi panggilan tim nasional.
Alasan Berbeda di Balik Pengunduran Diri
Meski sama-sama memilih mundur, alasan yang disampaikan masing-masing pemain berbeda.
Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar sebelumnya masuk dalam daftar pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Voli Putra Indonesia di bawah arahan pelatih baru asal Brasil, Sergio Veloso. Keduanya diproyeksikan tampil dalam AVC Nations Cup 2026 yang berlangsung di India.
Namun, baik Rivan maupun Nizar memilih mengundurkan diri dengan alasan regenerasi. Mereka merasa sudah saatnya memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang dan memperoleh pengalaman internasional.
Padahal, secara kualitas, keduanya masih dianggap sebagai pemain terbaik Indonesia di posisi masing-masing. Rivan masih menjadi salah satu opposite paling produktif di Tanah Air, sementara Nizar dikenal sebagai setter berpengalaman yang mampu mengatur ritme permainan tim.
Sebagai pengganti, tim pelatih kemudian memanggil Alfin Daniel Pratama untuk posisi setter dan Rama Fazaa Fauzan sebagai opposite.
Berbeda dengan keduanya, Megawati mengambil keputusan mundur karena alasan kesehatan. Melalui penjelasan yang disampaikan lewat kanal resmi PBVSI, pemain asal Jember tersebut mengaku membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Cedera lutut yang dialaminya sejak membela Red Sparks belum sepenuhnya pulih. Setelah menyelesaikan kompetisi di Korea Selatan,Â
Megawati langsung melanjutkan aktivitas bersama klub dan tim nasional sehingga proses pemulihan tidak berjalan optimal.
Fokus Pemulihan Sebelum Gabung Hyundai Hillstate
Keputusan Megawati untuk beristirahat sementara dinilai masuk akal oleh banyak pihak. Apalagi setelah Proliga 2026 berakhir, ia akan kembali berkarier di Liga Voli Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate.
Langkah tersebut membuat proses pemulihan menjadi prioritas utama agar dirinya dapat tampil maksimal di kompetisi yang memiliki tingkat persaingan tinggi tersebut.
Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Marcos Sugiyama, juga menunjukkan sikap menghormati keputusan sang pemain. Ia memahami bahwa kondisi kesehatan atlet harus menjadi perhatian utama sebelum menjalani musim yang panjang.
Sugiyama bahkan menilai Megawati memiliki kesempatan besar untuk terus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu opposite terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan Dewan Kehormatan PBVSI. Apakah Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar akan menerima sanksi atau justru mendapatkan dispensasi berdasarkan alasan yang mereka ajukan, masih menjadi tanda tanya.
Yang jelas, ketiganya merupakan pemain yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan voli Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan yang diambil PBVSI nantinya dipastikan akan menjadi preseden penting bagi hubungan antara federasi dan atlet nasional di masa mendatang. (udn)
Â
Load more