PB ORADO Bertemu Menko Yusril Mahendra, Siapkan Langkah Besar Jadikan Domino Olahraga Prestasi Nasional hingga Dunia
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) terus memperkuat langkahnya setelah resmi menjadi anggota ke-82 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi ORADO untuk menyampaikan perkembangan organisasi setelah memperoleh pengakuan resmi dalam ekosistem olahraga nasional. Selain itu, ORADO juga memaparkan berbagai program strategis yang tengah disiapkan untuk mendorong kemajuan olahraga domino di Indonesia.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menjelaskan bahwa status sebagai anggota KONI Pusat menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan olahraga domino nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar kuat untuk membangun sistem pembinaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, ORADO telah resmi menjadi anggota KONI Pusat. Kami menyampaikan kepada Bapak Yusril bahwa capaian ini bukan hanya pengakuan terhadap organisasi, tetapi juga amanah besar untuk membangun olahraga domino yang profesional, terstruktur, dan berprestasi,” kata Yooky, Kamis, 4 Juni 2026.
Yooky menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak diraih secara instan. ORADO sebelumnya telah melewati berbagai tahapan legalitas dan memperoleh dukungan dari sejumlah lembaga negara maupun organisasi olahraga nasional.
Dukungan itu datang dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, KONI, hingga Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Berkat proses tersebut, ORADO kini memiliki legitimasi sebagai induk organisasi cabang olahraga domino nasional.
“Status ini memberikan kepastian hukum sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga domino melalui pembinaan, kompetisi, edukasi, dan penguatan organisasi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Keberadaan ORADO saat ini juga ditopang oleh struktur organisasi yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Organisasi tersebut telah membentuk kepengurusan di 38 provinsi serta 309 pengurus cabang kabupaten dan kota.
Jaringan organisasi yang luas itu menjadi modal penting dalam membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang. Dengan struktur yang terorganisasi, pembinaan domino diharapkan dapat berlangsung lebih merata dan profesional.
Tak hanya fokus pada kelembagaan, ORADO juga telah menyusun standar nasional olahraga domino melalui The Law of Domino 101. Regulasi tersebut mencakup aturan permainan, sistem kompetisi, perangkat pertandingan, hingga standardisasi nasional yang akan menjadi acuan penyelenggaraan turnamen.
“Olahraga yang besar harus memiliki aturan yang jelas dan standar yang sama. Karena itu ORADO menyusun The Law of Domino 101 sebagai pedoman nasional dalam penyelenggaraan olahraga domino di seluruh Indonesia,” ujar Yooky.
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, ORADO aktif menggelar program Training of Trainers (TOT) dan Training of Referee (TOR). Program itu ditujukan untuk mencetak pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
Di sisi lain, organisasi tersebut juga telah menyiapkan berbagai kategori pertandingan yang akan menjadi bagian dari sistem kompetisi nasional. Mulai dari nomor perorangan putra dan putri, pasangan putra dan putri, pasangan campuran, hingga beregu putra dan putri.
ORADO juga tengah membangun sistem kompetisi berjenjang melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan jalur pembinaan atlet yang lebih terarah dari daerah hingga tingkat nasional.
“Pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu kami membangun sistem kompetisi berjenjang agar atlet memiliki ruang berkembang dari tingkat daerah hingga nasional,” ungkapnya.
Selain pembinaan prestasi, ORADO terus memperluas sosialisasi olahraga domino ke berbagai kalangan. Pengenalan olahraga ini dilakukan melalui sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat umum sebagai bagian dari penguatan pembinaan usia dini.
ORADO bahkan tengah menyiapkan kurikulum olahraga domino yang diharapkan dapat menjadi instrumen pendidikan berbasis kecerdasan dan strategi. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mengubah persepsi masyarakat terhadap olahraga domino.
“Domino bukan sekadar permainan masyarakat. Di dalamnya terdapat unsur strategi, konsentrasi, sportivitas, kecerdasan berpikir, serta pembentukan karakter kompetitif yang menjadi nilai penting dalam olahraga modern,” tuturnya.
Lebih jauh, Yooky menilai domino memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus sarana mempererat persaudaraan antardaerah. Karena itu, ORADO menargetkan domino dapat masuk dalam berbagai agenda olahraga nasional pada masa mendatang.
Tak hanya berorientasi di dalam negeri, ORADO juga mulai membangun jejaring internasional. Organisasi tersebut bahkan menginisiasi pembentukan Federasi Domino Internasional sebagai bagian dari visi membawa domino Indonesia ke level global.
Menurutnya, olahraga domino juga memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan industri olahraga nasional. Berbagai sektor seperti penyelenggaraan event, media digital, industri kreatif, merchandise, hingga pariwisata olahraga dinilai dapat berkembang seiring meningkatnya popularitas domino.
“Kami ingin domino Indonesia tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjadi bagian dari komunitas olahraga internasional. Karena itu kami mulai membangun jejaring global dan menginisiasi pembentukan Federasi Domino Internasional sebagai langkah menuju panggung dunia,” paparnya.
“Domino memiliki peluang besar menjadi bagian dari sport industry nasional. Tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membuka ruang ekonomi melalui event, media digital, industri kreatif, hiburan olahraga, merchandise, branding, pariwisata olahraga, dan pemberdayaan pelaku usaha di berbagai daerah,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yooky mengajak seluruh pelaku ekosistem domino nasional untuk berkolaborasi dalam satu sistem pembinaan yang terstandarisasi. Ia menegaskan bahwa ORADO hadir sebagai rumah besar bagi atlet, klub, komunitas, pelatih, wasit, akademisi, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai induk organisasi olahraga domino nasional, ORADO juga mengimbau setiap penyelenggara kegiatan domino di Indonesia agar berkoordinasi dan memperoleh rekomendasi organisasi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai regulasi, menjunjung sportivitas, serta mendukung sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“ORADO merupakan rumah besar bagi seluruh pelaku ekosistem domino nasional. Kami mengajak seluruh atlet, klub, komunitas, dan pecinta domino untuk bersama-sama membangun olahraga domino Indonesia yang semakin maju dan berprestasi,” ucapnya.
“Kami meyakini olahraga domino bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, persatuan, dan kontribusi sosial bagi masyarakat. Karena itu ORADO ingin menjadi wadah yang mampu menghubungkan seluruh potensi domino Indonesia dalam satu tujuan besar,” lanjutnya.
Yooky menegaskan bahwa status sebagai anggota KONI bukanlah akhir dari perjalanan ORADO. Sebaliknya, pengakuan tersebut menjadi titik awal untuk mewujudkan cita-cita menjadikan domino sebagai olahraga nasional yang berprestasi dan dikenal di tingkat dunia.
“Menjadi anggota KONI bukan garis akhir bagi ORADO. Justru ini titik awal untuk membangun olahraga domino Indonesia agar memiliki sistem pembinaan yang kuat, prestasi yang membanggakan, serta mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia. Saatnya melangkah lebih besar. Saatnya ORADO berprestasi dari Indonesia untuk dunia,” pungkas Yooky.
(igp)
Load more