Para Penantang Gianni Infantino Jelang Pilpres FIFA 2027, Terakhir Orang Dekat Presiden
- instagram Gianni Infantino
Jakarta, tvOnenews – Kursi Gianni Infantino digoyang menjelang Pemilihan Presiden atau Pilpres FIFA yang digelar pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko.
Pria berkepala plontos itu memastikan diri kembali maju untuk mempertahankan jabatan. Namun, posisinya mendapat sorotan.
Ia disorot setelah FIFA resmi membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 1 Agustus 2026, sebuah anak perusahaan komersial yang semula dirancang mengelola hak komersial dan operasional turnamen, termasuk Piala Dunia.
Gianni Infantino lalu menghadapi tekanan untuk mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah rencananya menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu kontroversi.
Apabila tidak lengser dalam beberapa pekan atau bulan ke depan, masa jabatannya tetap akan menjadi sorotan menjelang Pilpres FIFA tahun depan.
Di tengah kritik, muncul figur-figur yang dinilai punya kapasitas sebagai alternatif. Berdasarkan laporan BBC Sport dan The Sun, sejumlah nama disebut memiliki pengaruh, pengalaman, dan jaringan politik yang cukup kuat untuk bersaing pada Pilpres FIFA mendatang.
Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa
Presiden AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, masuk dalam daftar tokoh yang dinilai berpeluang maju. Pemimpin asal Bahrain itu kembali terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan keempat hingga 2027.
Selama memimpin AFC, ia mendorong restrukturisasi besar kompetisi Asia. Liga Champions Elite, Liga Champions Dua, Liga Challenge, hingga Liga Champions Wanita menjadi bagian dari perubahan tersebut. Secara politik, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa beberapa kali mengambil posisi berbeda dengan Gianni Infantino.
Ia menandatangani kritik terhadap tata kelola FIFA dan menolak sejumlah gagasan kontroversial, termasuk usulan Piala Dunia 64 tim. Dengan dukungan dari 46 anggota AFC, modal politiknya dinilai besar apabila memutuskan maju.
Nasser Al-Khelaifi
Ketua Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA) dan Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, juga muncul sebagai kandidat potensial. Pengaruhnya di Benua Biru terus meningkat.
Di bawah kepemimpinannya, ECA berkembang pesat dengan jumlah anggota melampaui 800 klub. Langkah ini memperkuat posisi ECA sebagai pemangku kepentingan penting dalam ekosistem sepak bola global.
Load more