Gianni Infantino Menggantang Harapan
- REUTERS/Amanda Perobelli
Namun, AFC, CONCACAF, dan UEFA menolak keras narasi tersebut dan menyebutnya sebagai kegagalan pertimbangan (failure of judgment).
Mereka menilai proposal yang diajukan secara terburu-buru tanpa konsultasi berarti adalah tindakan yang dirancang sengaja untuk membatasi pengawasan.
"Mencoba menjual porsi kepentingan di Piala Dunia FIFA adalah sebuah kegagalan penilaian yang sangat mendasar (profound failure of judgment), bukan sekadar kekeliruan prosedur, melainkan pelanggaran kepercayaan yang mendasar terhadap institusi yang seharusnya dilayani FIFA," tegas pernyataan bersama ketiganya.
Sedangkan, FIFA mengeluarkan pernyataan keras untuk membela sang presiden. Federasi sepak bola dunia itu menilai ada upaya terorganisasi untuk merusak reputasi Gianni Infantino sekaligus melemahkan kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut muncul setelah UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran kepada seorang mantan pegawai perempuan yang sebelumnya disebut memiliki hubungan dengan pria asal Swiss-Italia ini ketika masih menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA.
“Semakin jelas terlihat bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak untuk melemahkan FIFA dan presiden. Mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, atau informasi yang menyesatkan, sesuatu yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis yang telah ditetapkan FIFA. Spekulasi dan insinuasi tidak seharusnya disajikan sebagai fakta, dan pengulangan tidak lantas membuat sebuah tuduhan menjadi benar," tegas FIFA.
So, jalan Gianni Infantino menuju kursi nomor satu FIFA tidak lagi mulus tanpa perlawanan.
Load more