Ketua Indonesia Pingpong League Perkuat Kerja Sama Internasional, Siap Gelar WTT Youth di Bali 2027
- IPL
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Indonesia Pingpong League (IPL) Komjen Pol (Purn) Petrus Reinhard Golose, melakukan pertemuan dengan Mr. Tristan Lavier, ITTF Chief of Staff, President’s Office, serta Mr. Tiago Viegas, Head of Feeder & Youth Series at World Table Tennis (WTT).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antara Indonesia dengan ekosistem tenis meja internasional, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan serta prestasi atlet tenis meja Indonesia di tingkat dunia.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah peluang kerja sama strategis, termasuk pengembangan kompetisi, pembinaan atlet usia muda, peningkatan pengalaman bertanding internasional, serta perluasan kesempatan bagi atlet Indonesia untuk berkompetisi dalam berbagai ajang yang berada dalam kalender World Table Tennis (WTT).
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian adalah Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan WTT Youth yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2027.
Rencana penyelenggaraan WTT Youth di Bali diharapkan menjadi momentum besar bagi perkembangan tenis meja Indonesia, khususnya dalam memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda nasional untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain-pemain muda terbaik dari berbagai negara.
Selain memberikan manfaat bagi pembinaan atlet, penyelenggaraan ajang internasional tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam pengembangan tenis meja di kawasan Asia dan dunia.
Komjen Pol (Purn) Petrus Reinhard Golose menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi internasional di Indonesia harus dapat memberikan dampak langsung terhadap pembinaan dan peningkatan kualitas atlet nasional.
“Rencana penyelenggaraan WTT Youth di Bali pada Oktober 2027 merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia," ujar Petrus, Selasa (1/9/2026).
"Kita ingin event ini bukan hanya menjadi ajang pertandingan internasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet-atlet muda Indonesia agar mereka memiliki pengalaman, mental bertanding, dan daya saing di level dunia," imbuhnya.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan kompetisi yang berkesinambungan sejak usia muda, program pembinaan yang terarah, serta kesempatan bagi atlet untuk menghadapi lawan-lawan berkualitas dari berbagai negara.
Load more