Atlet Taekwondo Sidoarjo Raih Emas di Indonesia Super Fight 2026 Malang
- tim tvOne
Malang, tvOnenews.com – Atlet taekwondo asal Sidoarjo, Jawa Timur, Khayla Almira Habibah, meraih juara pertama nomor Kyorugi Prestasi Pra Cadet F -43 dalam Kejuaraan Indonesia Super Fight Taekwondo Championship 4 yang memperebutkan Piala Ketua Umum Pengprov TI Jatim 2026.
Pelajar kelas 5 SDN Ketajen 2 tersebut merupakan atlet Dojang Black Horse Squad Sidoarjo. Khayla meraih kemenangan dalam dua pertandingan pada kejuaraan yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, Kota Malang, 2–4 Oktober 2026.
Pada pertandingan pertama, Khayla menghadapi Toraa dari Dojang Bali Spin Kick, Bali. Di partai final, ia berhadapan dengan atlet dari Dojang Head Heart Hope, Surakarta, dan menang dengan skor 2-0.
Sabeum Black Horse Squad Sidoarjo, Hendro Prambodo, mengatakan hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kemampuan atlet yang mengikuti kejuaraan.
"Senang sekali anak- anak didik saya ada yang bisa meraih kemenangan dan mendapatkan perolehan medali emas. Klub kami sengaja ikut berpartisipasi diajang Kejuaraan Indonesia Super Fight Taekwondo Championship 4, karena pertandingan ini dapat dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan atlet kedepannya baik di Popda maupun Porprov," ujar Hendro, Senin (5/10/2026).
Selain Khayla, atlet Dojang Black Horse Squad Sidoarjo, Keinarra Daveena Letisha Prambodo, meraih juara ketiga nomor Kyorugi Prestasi Pra Cadet F-34 dan memperoleh medali perunggu.
Kejuaraan Indonesia Super Fight 2026 berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, di Kota Malang. Kompetisi taekwondo Grade C tersebut diikuti 2.053 atlet dari lima provinsi, yakni Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Peserta tidak hanya mewakili daerah, tetapi juga datang melalui dojang, klub, instansi, hingga perguruan tinggi. Persaingan berlangsung dalam dua kategori utama, yakni Prestasi dan Semi Prestasi.
Selain memperebutkan gelar juara, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan evaluasi kemampuan atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Ketua Panitia Indonesia Super Fight 2026 sekaligus Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang, Thomas Tri Budi Dharma, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi sejumlah agenda pertandingan.
Load more