News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banyak Wasit Indonesia Tidak Lolos Seleksi, Ketum PSSI dan Kapolri Diminta Buka Data Tentang Wasit dari FOOTBALL Institute

Perihal wasit dalam memimpin pertandingan menjadi isu yang tak pernah tuntas, selalu berkembang dalam persepakbolaan Indonesia, sehingga masalah wasit ini tidak bisa dianggap sepele.
Minggu, 25 Juni 2023 - 19:16 WIB
Founder FOOTBALL Institute Budi Setiawan.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Banyak wasit yang tidak layak memimpin di kompetisi Liga 1 dan Liga 2, serta 58 % wasit dengan penugasan tertinggi di kompetisi Liga 1 tahun 2022 tidak lolos dalam seleksi wasit 2023, dimana 49% wasit tidak lolos seleksi wasit Liga 1 hingga 18% wasit liga 1 terdegradasi ke liga 2, menjadi salah satu kesimpulan FOOTBALL Institute saat merilis hasil riset data dan trend penugasan wasit Liga 1 & 2 musim kompetisi 2020 hingga 2022 serta kaitannya dengan hasil seleksi wasit 2023. 

"Artinya musim kompetisi 2022 dipimpin oleh wasit yang tidak kompeten dengan fakta angka-angka diatas. Hanya 13% wasit lolos seleksi liga 2, 37% degradasi ke liga 3 dan 50% tidak lolos, kemudian Liga 2 selama ini dipimpin oleh wasit yang tidak memenuhi kualifikasi sesuai angka-angka diatas," ucap founder FOOTBALL Institute Budi Setiawan saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Minggu (25/6/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perihal wasit dalam memimpin pertandingan menjadi isu yang tak pernah tuntas, selalu berkembang dalam persepakbolaan Indonesia, sehingga masalah wasit ini tidak bisa dianggap sepele, karena kualitas pertandingan sepakbola tidak hanya ditentukan oleh dua tim yang bertanding, namun juga sang pengadil lapangan hijau yang menjadi indikator kesuksesan kualitas sepak bola Indonesia.

Budi mengatakan bahwa tujuan hasil riset ini dirilis karena ingin melihat dalam tiga musim kompetisi, kualitas kepemimpinan wasit seperti apa dengan melalui metodologi riset dengan sampling yang betul-betul akurat dari total 719 pertandingan Liga 1, mulai dari kompetisi musim 2020 hingga 2022/2023, serta pelaksanaan turnamen Piala Menpora hingga Piala Presiden.

"Metodologi riset dengan sampling yang betul-betul akurat dari total 719 pertandingan Liga 1, mulai dari kompetisi musim 2020 hingga 2022, serta pelaksanaan turnamen Piala Menpora, Piala Presiden yang kita uji, bagaimana tren penugasan wasit di Indonesia, sehingga salah satunya data ini menyajikan siapa yang paling sering bertugas dan siapa yang jarang bertugas," ucap Budi.

Dalam data tersebut, tercatat 14 wasit yang dalam tiga tahun terakhir memiliki pertandingan secara dominan. Tiga wasit teratas antara lain seperti Thoriq M. Alkatiri dengan 34 kali memimpin pertandingan, yakni 19 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 15 kali di musim 2022-2023. Kemudian Agus Fauzan Arifin dengan 32 kali memimpin pertandingan, melalui 20 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 12 kali di musim 2022-2023. Serta Steven Yubel Poli dengan 31 kali memimpin pertandingan, melalui 16 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 15 kali di musim 2022-2023.

Dari data tersebut, Budi menilai terjadi kejomplangan dari total 52 wasit yang memimpin pertandingan dimana ada satu wasit yang hanya bertugas sebanyak 34 kali dan ada tiga wasit yang bertugas hanya sekali, seperti Agus Walyono, Ikhsan Prasetya Jati dan Zetman Pangaribuan dalam tiga tahun terakhir.

"Data ini menunjukkan distribusi pertandingan yang tidak merata terhadap wasit Liga 1, disamping adanya wasit-wasit yang promosi di tengah jalan mada musim 2020-2022, dimana mereka pada satu musim memimpin pertandingan hanya satu hingga tiga kali, sehingga menurut kami ini tidak lazim," ungkapnya.

Data itu pun menyingkap ada beberapa klub yang dipimpin oleh wasit yang sama, seperti laga Arema FC yang dipimpin oleh wasit Ginanjar Rahman Latief sebanyak delapan kali, Agus Fauzan Arifin enam kali dalam pertandingan Liga 1 dan Piala Menpora musim kompetisi 2020/2023 sampai dengan 2022/2023.

"Dari data ini terlihat ada wasit yang kerap memimpin laga tim tertentu, seperti Thoriq M. Alkatiri. Dalam tiga tahun terakhir menjadi wasit tengah sebanyak 34 kali, Thoriq dominan memimpin di lima klub. Angka statistiknya, 60 % selama tiga tahun menjadi wasit dalam laga lima tim tersebut, seperti Borneo FC Samarinda (11 kali), Persebaya Surabaya (9 kali), Bali United FC  dan PSM Makassar (7 kali) dan Persija Jakarta (6 kali)," paparnya.

"Kemudian ada Agus Fauzan Arifin. Dari 32 laga yang dipimpinnya, sebanyak 50% pertandingan melibatkan 5 tim yaitu Borneo FC dan Madura United (8 kali), Arema FC (6 kali), serta Persebaya dan Persib Bandung (5 kali)," tambahnya.

Menariknya, terdapat tiga wasit yang terhukum pada musim 2022/2023 namun masih memiliki jam terbang tinggi dalam memimpin pertandingan. Seperti Faulur Rosy di skor 10 pekan, Fariq Hitaba dan Yudi Nurcahya yang diskor delapan pekan, namun secara cap mereka masih paling tinggi, yakni dengan total penugasa 30 laga (Faulur Rosy) dan 27 laga untuk Fariq Hitaba dan Yudi Nurcahya.

Melalui data ini juga bisa melihat ada 12 wasit dengan penugasan tertinggi untuk memimpin klub yang itu-itu saja. Budi pun meminta kepada Pak Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI dan pak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang pernah melakukan konferensi pers untuk membentuk taskforce pengawasan pengaturan skor, dimana indikasi pengaturan skor itu selalu dilihat dari pertandingannya. 

"Jalan pertanaingannya bagaimana, siapa yang memimpin pertandingan, sehingga ini menjadi data awal indikasi bisa jadi wasit-wasit yang bertugas memimpin tim-tim itu saja memang ada juragannya yang meminta untuk mereka mimpin. Apakah wasit ini yang meminta, atau ada figur lain yang meminta, atau Komite Wasit yang minta hingga mungkin ada order klub tertentu kepada PSSI. Coba Pak Erick dan Pak Sigit, tengok data-data yang kami punya menjadi pertimbangan, jangan sampai satgas yang sudah dibentuk itu tidak ada tinak lanjutnya," tuturnya. 

Budi pun mempertyanyakan apakah tidak ada wasit lain yang menggantikan peran mereka, meski sudah dihukum oleh PSSI namun masih bisa mendapatkan jumlah penugasan yang tinggi. "Hal ini menjadi tanya tanya besar sekaligus catatan dari Football Institute," katanya.

Selain itu, sebelumnya PSSI yang dibantu Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) menggelar seleksi terhadap wasit-wasit yang akan bertugas di Liga 1 2023/2024. Terdapat tiga tes yang dilalui, yaitu Fitness Test FIFA Kategori 2, Video Test dan LOTG Tes.

Seleksi awal diikuti 161 wasit, dua asisten wasit FIFA, dan satu wasit AFC Elite Referee. Dari 55 wasit Liga 1 yang ikut serta, hanya 27 yang lolos, ditambah satu wasit AFC Elite Referee. Wasit dengan peringkat 18 teratas akan memimpin Liga 1 2023/2024. Sementara sisanya bakal mengisi kuota wasit di Liga 2 musim depan.

Menariknya, lima wasit top di Indonesia tidak lolos seleksi, seperti Iwan Sukoco, Oki Dwi Putra, Faulur Rosy, Nusur Fadilah dan Fariq Hitaba. Terkait hal tersebut, Budi Setiawan mengaku miris melihat kondisi tersebut, dimana banyak wasit yang tidak lolos dalam seleksi tersebut, terlebih terhadap wasit yang cukup terkenal dan memiliki cap tinggi memimpin laga pada musim sebelumnya.

"Saya sangat miris terhadap banyak yang tidak lolos seleksi, terlebih kepada lima wasit terkenal yang memiliki cap tinggi memimpin laga musim lalu. Ini menjadi pertanyaan kita juga, kok wasit dengan jumlah penugasan tertinggi ini bisa tidak lolos seleksi. Ada 49 % wasit yang tidak lolos di Liga 1 yang banyak sekali memimpin pertandingan pada musim lalu. Artinya, kompetisi kita pada musim lalu dipimpin oleh wasit yang tidak cakap, tidak layak," ungkapnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan PSSI harus memberikan pembinaan, penegasan kepada para wasit yang tidak lolos seleksi untuk tidak lagi main-main dalam memimpin pertandingan. "Kalau mereka sadar menjadikan wasit sebagai profesi utamanya, mereka harus menjaga kulitasnya sebagai wasit, jaga kebugaran fisiknya, mendevelop dirinya terhadap Law of The Game terbaru, instrospeksi, bukan membiarkan," ungkapnya.

Kedepannya, Budi berharap dengan adanya keterlibatan tim wasit Jepang, seperti Yoshimi Ogawa (Anggota Komite Wasit JFA) dan Toshiyuki Nagi (Instruktur Wasit JFA), bukan hanya membantu Indonesia menciptakan kualitas wasit yang bagus secara penugasan, namun memberikan pendidikan kepada para wasit Indonesia, apa-apa saja yang dibutuhkan oleh wasit profesional untuk memimpin Liga Indonesia.

"Tidak hanya memimpin Liga Indonesia, kita juga ingin wasit-wait kita memimpin laga internasional, baik itu di AFC ataupun FIFA. Itu menjadi mimpi kita juga ada wasit asal Indonesia yang memimpin pertandingan piala dunia," ungkapnya.

"PSSI bisa aware terhadap data yang FOOTBALL Institute sajikan. Jangan hanya sisi komersialnya saja yang diperhatikan, namun masalah wasit ini menjadi isu yang selalu muncul dalam setiap musimm kompetisi. Selalu saja ada insiden wasit melakukan kesalahan dan kejanggalan, meski dihukum okelh PSSI, tapi tetap mendapatkan cap yang tinggi," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FOOTBALL Institute pun menilai Ini menjadi anomali, sedangkan wasit yang tidak melakukan kesalahan apa-apa mendapat cap yang lebih sedikit dari yang dihukum. Sehingga timbul pertanyaan ada faktor apa dalam melakukan penugasan terhadap wasit, apakah faktor like and dislike.

"Kita publik tidak pernah melihat KPI tersendiri dari PSSI dalam menugaskan wasit-wasit tersebut. tentunya di era keterbukaan sekarang ini, kita meminta kepada pak Erick Thoir untuk tegas, karena wasit ini menjadi isu sentral, sementara ini koite-komite di PSSI belum ditentukan, untuk itu saya pun meminta pa Erick untuk sekaligus menjadi Ketua Komite Wasit, jangan lagi anggota EXCO yang lain, karena menurut saya kasus wasit ini extraordinary, karena melalui hasil seleksi wasit kemarin menjadi early warning system," pungkasnya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanpa Transit, Ini Jadwal Penerbangan Langsung Shenzhen-Jakarta: Tiga Kali Seminggu

Tanpa Transit, Ini Jadwal Penerbangan Langsung Shenzhen-Jakarta: Tiga Kali Seminggu

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menyambut positif pengoperasian kembali penerbangan langsung maskapai Shenzhen Airlines rute Shenzhen-Jak
Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Tiga pemain Timnas Indonesia jadi sorotan media Vietnam setelah kesulitan mendapatkan menit bermain bersama klub masing-masing di Eropa usai bawa Garuda Juara.
Jelang Hadapi Fiorentina, Eks Inter Milan Bongkar Kelemahan Nerazzurri: Kesulitan Hadapi Serangan Balik

Jelang Hadapi Fiorentina, Eks Inter Milan Bongkar Kelemahan Nerazzurri: Kesulitan Hadapi Serangan Balik

Inter Milan mendapat peringatan jelang hadapi Fiorentina. Eks bek Nerazzurri, Fulvio Collovati, menilai lini pertahanan tim asuhan Chivu memiliki kelemahan.
Soal Definisi Korupsi Diubah, Menko Yusril: Tak Bisa Sembarangan Cuma Demi Terlihat Heroik

Soal Definisi Korupsi Diubah, Menko Yusril: Tak Bisa Sembarangan Cuma Demi Terlihat Heroik

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa usulan perubahan atau penyesuaian definisi korupsi ...
Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Layanan kereta kargo China-Eropa mencatatkan tonggak sejarah baru yang masif dalam peta logistik global. Keberangkatan kereta kargo tujuan Moskow dari Stasiun -
Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak para negara donor internasional untuk segera mengucurkan dana bantuan kemanusiaan

Trending

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 Segera Meluncur? HP Lipat Mewah Ini Dirumorkan Punya Kamera 200 MP dan Baterai 5.000 mAh

Samsung W27 diperkirakan meluncur di China pada 29 Oktober 2026. Simak bocoran spesifikasi, desain premium, dan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra yang menjadi acuannya.
Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Peringatan Horor Bill Gates: Era AI Bakal Picu Pergolakan Ekonomi Global Selama 20 Tahun dan Amputasi Lapangan Kerja

Salah satu pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia Bill Gates menyampaikan peringatan keras terkait ledakan perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial ...
Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Kereta Ini Menembus Perjalanan dari China ke Rusia, Intip Catatan Perdagangannya yang Fantastis

Layanan kereta kargo China-Eropa mencatatkan tonggak sejarah baru yang masif dalam peta logistik global. Keberangkatan kereta kargo tujuan Moskow dari Stasiun -
AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan Siapkan Perombakan Skuad, Markus Krosche Jadi Kunci Perburuan Bek Tengah hingga Striker Baru

AC Milan belum puas dengan komposisi skuad yang dimiliki saat ini meski sudah mengeluarkan dana besar pada bursa transfer musim panas.
Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Krisis Pangan di Gaza Makin Parah, PBB: Dibutuhkan Rp8,1 Triliun untuk 6 Bulan ke Depan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak para negara donor internasional untuk segera mengucurkan dana bantuan kemanusiaan
Jelang Hadapi Fiorentina, Eks Inter Milan Bongkar Kelemahan Nerazzurri: Kesulitan Hadapi Serangan Balik

Jelang Hadapi Fiorentina, Eks Inter Milan Bongkar Kelemahan Nerazzurri: Kesulitan Hadapi Serangan Balik

Inter Milan mendapat peringatan jelang hadapi Fiorentina. Eks bek Nerazzurri, Fulvio Collovati, menilai lini pertahanan tim asuhan Chivu memiliki kelemahan.
Soal Definisi Korupsi Diubah, Menko Yusril: Tak Bisa Sembarangan Cuma Demi Terlihat Heroik

Soal Definisi Korupsi Diubah, Menko Yusril: Tak Bisa Sembarangan Cuma Demi Terlihat Heroik

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa usulan perubahan atau penyesuaian definisi korupsi ...
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT