News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jurnalis Senior Korea Akui Megawati Hangestri Jadi Ancaman Saat Ini dan Solusi Masa Depan Liga Voli Korea

Megawati Hangestri memberi gebrakan baru di Liga Voli Korea sebagai angkatan pertama pemain kuota Asia. 
Kamis, 20 Maret 2025 - 13:52 WIB
Jurnalis Senior Korea Akui Megawati Hangestri Jadi Ancaman Saat Ini dan Solusi Masa Depan Liga Voli Korea
Sumber :
  • KOVO

Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis senior Kim Jeon-yeop mengakui bahwa Megawati Hangestri menjadi ancaman sekaligus solusi bagi Liga Voli Korea

Megawati Hangestri memberi gebrakan baru di Liga Voli Korea sebagai angkatan pertama pemain kuota Asia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di musim keduanya, Megawati Hangestri sudah mencatatkan berbagai macam rekor baik untuk timnya, Red Sparks maupun bagi catatan pribadinya.

Tak hanya warga Korea yang antusias dengan kehadiran Megawati Hangestri, Red Sparks dan Liga Voli Korea pun menjadi dikenal di Indonesia. 

Kim Jeon-yeon pun membahas bagaimana kehadiran Megawati Hangestri ini bisa menjadi ancaman sekaligus solusi bagi Liga Voli Korea. 

Pada awalnya, jurnalis Kookmin Ilbo ini mengakui bahwa pandangan soal kuota Asia menjadi sangat rumit karena membuat daya saing pemain lokal menjadi menurun. 

Pada saat yang sama, situasi Korea Selatan yang mengalami penurunan angka kelahiran setiap tahunnya membutuhkan peningkatan jumlah pemain asing

Akhir-akhir ini, sistem kuota Asia diperkenalkan di berbagai cabang olahraga di Korea. Terpisah dari kuota asing non Asia, pemain Asia ini mengalami peningkatan secara bertahap. 

"Dimulai dari sepak bola profesional pada 2009 lalu, ada sistem Kuota Asia diterapkan di bola basket profesional pria (2020), Liga Voli Korea putra dan putri (2023), dan bola basket profesional putri (2024)," tulis Kim Jeon-yeon dikutip dari laman Kookmin Ilbo. 

Bahkan kuota Asia akan turut diperkenalkan di bisbol profesional dalam waktu dekaat. 

Pada awalnya, draft kuota Asia menjadi cara bagi klub untuk melakukan efektivitas biaya dengan memberikan upah kecil bahkan jika dibandingkan oleh pemain lokal. 

"Megawati Hangestri yang bergabung dengan Red Sparks pada 2023 lalu dipilih menjadi contoh representatif keberhasilan kuota Asia," tulis Kim Jeon-yeon. 

Kim Jeon-yeon kemudian membahas gaji kecil Megawati Hangestri dengan mendapatkan gaji sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp1,6 miliar di musim pertama dan 150 ribu dolar AS atau setara dengan Rp2,4 miliar untuk musim kedua. 

"Gaji tahunan untuk pemain asing adalah 250 ribu dolar AS untuk tahun pertama dan 300 ribu dolar AS pada tahun kedua, jadi dia tampil dengan level kemampuan tinggi dengan gaji kurang dari setengah jumlah gaji pemain asing," kata Kim Jeon-yeon. 

Kimi Jeon-yeon pun membuka bahwa gaji Megawati Hangestri tak lebih tinggi dari rata-rata gaji pemain lokal. 

"Gaji Mega tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan gaji rata-rata pemain bola voli wanita profesional yang mencapai 161 juta won atau Rp1,8 miliar," tulis Kim Jeon-yeon. 

Kim Jeon-yeon pun mundur ke belakang bahwa tujuan KOVO untuk membuat kuota Asia adalah memiliki kekuatan tanpa mengeluarkan uang banyak. 

Namun justru hal ini menjadi ancaman karena sulitnya muncul pemain lokal baru yang mumpuni. Hal ini terbukti dari berkurangnya draft rookie sejak kedatangan Megawati Hangestri cs. 

"Musim lalu dari 46 pemain yang mendaftar draft rookie, hanya 19 pemain yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi pemain profesional," tulis Kim Jeon-yeon. 

Nyatanya, kehadiran Megawati Hangestri mampu meningkatkan ketertarikan pada Liga Voli Korea dengan banyaknya gebrakan baru tidak hanya oleh Megawati Hangestri tapi juga pemain lainnya. 

Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Sumber :
  • KOVO

 

Namun pada akhirnya, kondisi ini menjadi ancaman dengan kesulitan pemain timnas yang kesulitan bersaing dengan pemain asing khususnya dari kuota Asia. 

Terbukti dari tim basket putra yang terus mengalami penurunan baik soal popularitas maupun prestasi setelah kedatangan pemain asing. 

Bak dua mata pisau, kehadiran Megawati Hangestri ini menjadi solusi untuk masa depan. 

Menurunnya populasi masyarakat Korea karena kurangnya angka kelahiran membuat masuknya pemain asing menjadi solusi atas pencarian bibit-bibit baru. 

"Untuk mempertahankan tingkat daya saing tertentu dan menjalankan liga secara berkelanjutan, masuknya pemain asing terutama pemain dari Asia, merupakan pilihan yang tak terelakan," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, Kim Jeon-yeon meminta KOVO untuk mencari solusi lain agar Megawati Hangestri lainnya tetap meramaikan Liga Voli Korea tanpa mengganggu potensi pemain lokal. 

"Perlu ada langkah-langkah tambahan untuk menyediakan peluang pertumbuhan yang cukup bagi pemain domestik," tutupnya. 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Bernardo Tavares Terang-terangan Jagokan Persib Bandung Jadi Juara Super League Musim Ini

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan pandangannya terkait persaingan menuju gelar juara Super League 2025/2026. Ia secara terbuka menjagokan Persib.
Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Pemkab Diboyong KPK ke Jakarta

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo akhirnya dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (11/4/2026).
Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski Unggul dari Thailand & Vietnam, Media Vietnam Tetap Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Menang di Piala Asia 2027

Meski dinilai unggul dari Timnas Thailand dan Timnas Vietnam, media Vietnam meragukan Timnas Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil besar di Piala Asia 2027.
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Mauricio Souza Bela Cyrus Margono Usai Kebobolan 3 Gol bersama Persija: Dia Punya Potensi

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memilih pasang badan terkait kritik tajam yang mengarah kepada penjaga gawang muda Macan Kemayoran, Cyrus Margono.
Antam Nyaris Rp3 Juta! Harga Emas Pegadaian Kompak 'Terbang'

Antam Nyaris Rp3 Juta! Harga Emas Pegadaian Kompak 'Terbang'

Berikut rincian harga terbaru masing-masing produk pada Sabtu 11 April 2026
Gertak Thailand di Final AFF Futsal 2026, Hector Souto: Timnas Indonesia Tidak Pernah Merasa Inferior

Gertak Thailand di Final AFF Futsal 2026, Hector Souto: Timnas Indonesia Tidak Pernah Merasa Inferior

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan keyakinannya jelang laga puncak Piala AFF Futsal 2026. Ia tegaskan bahwa skuad Garuda tidak merasa.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT