Jelang Duet dengan Megawati Hangestri, Setter Andalan Hyundai Hillstate Tiba-tiba Curhat Sempat Kepikiran Tinggalkan V-League
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Instagram @hdecvolleyballteam
tvOnenews.com - Musim baru Liga Voli Korea belum dimulai, namun salah satu calon rekan setim Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate sudah lebih dulu mencuri perhatian.
Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, secara terbuka mengungkap bahwa dirinya sempat mempertimbangkan meninggalkan Korea Selatan demi mencari tantangan baru di luar negeri.
Pengakuan tersebut muncul setelah Kim Da-in resmi mendapatkan status free agent (FA) profesional pertamanya pada 2026.
- Kolase tvOnenews.com / KOVO
Momen itu membuat setter tim nasional Korea Selatan tersebut mulai memikirkan berbagai kemungkinan untuk masa depan kariernya, termasuk peluang bermain di kompetisi luar negeri.
Dalam wawancaranya dengan media Korea My Daily, Kim Da-in mengaku sempat memiliki keinginan kuat untuk mencoba tantangan baru.
Menurutnya, kesempatan seperti itu mungkin tidak akan datang dua kali dalam perjalanan karier seorang atlet profesional.
“Sejujurnya, awalnya, saya memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan. Saya tidak berpikir saya hanya seorang anak muda lagi. Saya pikir saya bertanya-tanya apakah saya akan mampu menghadapi tantangan jika bukan sekarang,” ungkap Kim Da-in.
- KOVO
Meski demikian, setelah banyak berdiskusi dengan pelatih, manajemen, dan orang-orang terdekatnya, Kim Da-in akhirnya memutuskan bertahan bersama Hyundai Hillstate.
Klub yang telah dibelanya sejak awal karier profesional itu dinilai menunjukkan keseriusan besar untuk mempertahankannya.
Keputusan tersebut kemudian berujung pada kontrak baru bernilai 540 juta won atau sekitar Rp6,3 miliar.
Nilai tersebut menjadikan Kim Da-in sebagai setter dengan bayaran tertinggi di Liga Voli Putri Korea Selatan musim 2026/2027.
Walaupun memilih bertahan, Kim Da-in mengaku belum mengubur impian bermain di luar negeri suatu saat nanti.
Ia merasa masih memiliki banyak aspek permainan yang harus ditingkatkan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Menurutnya, akurasi umpan, pergerakan di lapangan, hingga kemampuan bertahan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki.
Ia juga menolak untuk membatasi dirinya dengan berbagai anggapan tentang kekurangan fisik yang dimiliki.
“Ada banyak area di mana saya perlu berkembang. Saya ingin mengurangi gerakan yang tidak perlu, dan meskipun memblokir adalah kelemahan, saya ingin meminimalkannya,” katanya.
Load more