News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aturan Aneh Liga Voli Korea Makan Korban, Megawati Hangestri Hingga Pyo Seung-ju Kena Getah Ulah KOVO

Megawati Hangestri dan Pyo Seung-ju terkena getah dari ulah KOVO yang mengatur soal gaji pemain Liga Voli Korea. 
Sabtu, 26 April 2025 - 17:19 WIB
Aturan Aneh Liga Voli Korea Makan Korban, Megawati Hangestri Hingga Pyo Seung-ju Kena Getah Ulah KOVO
Sumber :
  • KOVO

Jakarta, tvOnenews.com - Aturan aneh Liga Voli Korea memakan korban, termasuk dua mantan pemain Red Sparks, Megawati Hangestri dan Pyo Seung-ju. 

Megawati Hangestri dan Pyo Seung-ju terkena getah dari ulah KOVO yang mengatur soal gaji pemain Liga Voli Korea. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati Hangestri masuk sebagai pemain angkatan pertama yang tampil di bawah regulasi baru draft kuota Asia Liga Voli Korea pada musim 2023-2024 lalu. 

KOVO pun mengatur gaji dengan memberi gaji yang relatif rendah dengan gaji tahunan pemain lokal Liga Voli Korea. 

Megawati Hangestri bahkan memulai karir di Liga Voli Korea dengan gaji yang relatif rendah, 100 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,5 miliar saat itu. 

Di musim keduanya, KOVO akhirnya mengubah aturan dengan tahun pertama gaji 120 ribu dolar AS dan tahun kedua 150 ribu dolar AS. 

Gaji di tahun kedua Megawati Hangestri memang melesat jauh menjadi Rp2,39 miliar. 

Namun hal tersebut ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pemain yang bahkan hanya menghiasi bangku cadangan. 

Dilansir dari laman Sports Worldi, KOVO menggunakan cara ini agar klub dapat meningkatkan kualitas tim tanpa banyak beban pada gaji. 

"Sejumlah pemain Asia, Megawati Hangestri (eks Red Sparks), Wipawee Srithong (Eks Hyundai E&C Hillstate) dan Anilise Fitzi (Pink Spiders) tampil menonjol dengan kualitas yang melampaui pemain lokal," tulis laporan Sports Worldi dikutip Sabtu (26/4/2025). 

Kehadiran Megawati Hangestri dan pemain Asia lainnya jauh lebih hemat dibandingkan membawa pemain asing dengan gaji tahunan mencapai 250 ribu dolar AS. 

Hal ini pun menjadi salah satu prediksi Megawati Hangestri memilih untuk hengkang dari Red Sparks. 

Namun kini sorotan pun diberikan pada aturan KOVO lainnya, pemain bebas agen

Aturan ini merupakan pemain yang masuk dalam daftar bebas agen, dimana tim dapat memperpanjang kontraknya atau klub lain bisa merekrutnya dengan hitungan gaji yang tentunya sudah diatur oleh KOVO. 

Dalam regulasi ini, gaji Megawati Hangestri dan pemain Asia lainnya jauh di bawah harga pasar. 

"Mereka menerima gaji tinggi meskipun penampilan mereka lebih rendah dibandingkan pemain kuota Asia, ini regulasi yang tidak normal," tulis laporan tersebut. 

"Hal ini mengecewakan bagi para pemain kuota Asia, pasalnya para pemain yang hanya menghiasi bangku cadangan menerima gaji jauh di atas mereka," lanjut laporan tersebut. 

Bak dua mata pisau, regulasi bebas agen bisa menjadi bumerang bagi pemain yang tidak laku alias gagal mendapatkan klub ketika berstatus menjadi bebas agen. 

Kasus ini pun dialami oleh Pyo Seung-ju yang ingin pindah dari Red Sparks dengan alasan pribadi. 

Sayangnya, Red Sparks tak membantu kepindahan Pyo Seung-ju karena negosiasi gagal dilakukan. 

Di saat yang sama, Pyo Seung-ju pun gagal menemukan klub baru yang membuat KOVO melarangnya untuk tampil di musim depan karena melewati batas bursa transfer pemain bebas agen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pyo Seung-ju pun terpaksa menganggur satu musim sampai klub mau merekrutnya musim depan.

Sayangnya, pilihan tersebut tak diambil sang pemain veteran karena dia memutuskan untuk pensiun. (hfp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Gentar ke GBK, Bernardo Tavares Sebut Tekanan Jakmania Jadi Senjata Persebaya Curi Poin dari Persija

Tak Gentar ke GBK, Bernardo Tavares Sebut Tekanan Jakmania Jadi Senjata Persebaya Curi Poin dari Persija

Persebaya tak gentar hadapi Persija di GBK. Bernardo Tavares nilai tekanan Jakmania justru tingkatkan motivasi demi curi poin dan buat kejutan.
KPK Ungkap 12 Orang Dibawa ke Jakarta Menyusul OTT Bupati Tulungagung

KPK Ungkap 12 Orang Dibawa ke Jakarta Menyusul OTT Bupati Tulungagung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan menangkap 12 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret nama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Pasca Terjaring OTT KPK, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tertutup Rapat

Pasca Terjaring OTT KPK, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tertutup Rapat

Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa dan Kantor Pemkab Tulungagung tertutup rapat pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkup Pemkab Tulungagung.
Wamenhaj Dahnil Anzar Ungkap Skema War Tiket Haji, Bayar Penuh Bisa Berangkat Tanpa Antre

Wamenhaj Dahnil Anzar Ungkap Skema War Tiket Haji, Bayar Penuh Bisa Berangkat Tanpa Antre

Wamenhaj Dahnil menjelaskan bahwa skema war tiket haji dirancang untuk berjalan berdampingan dengan sistem antrean haji yang telah berlaku selama ini.
Peringatan Keras Bagi ASN di Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Perintahkan Investigasi Surat Edaran Pajak Kendaraan

Peringatan Keras Bagi ASN di Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Perintahkan Investigasi Surat Edaran Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memilih menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung buntut tak menjalankan kebijakannya.
Persija Jakarta Tertekan 3 Laga Tanpa Kemenangan, Mauricio Souza Andalkan Jakmania Saat Hadapi Persebaya di GBK

Persija Jakarta Tertekan 3 Laga Tanpa Kemenangan, Mauricio Souza Andalkan Jakmania Saat Hadapi Persebaya di GBK

Persija dalam tekanan usai 3 laga tanpa kemenangan. Mauricio Souza andalkan Jakmania saat lawan Persebaya di GBK demi bangkit dan amankan 3 poin penting.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT