News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Tak Peduli Lagi ke Megawati Hangestri, KOVO Full Senyum usai Pemain Liga Amerika Ini Bakal Turun Gunung ke V-League, Siapa Dia?

Popularitas V-League turun drastis setelah Megawati Hangetri memutuskan tidak memperpanjang kontrak bersama Red Sparks musim depan, hingga bikin KOVO puyeng.
Kamis, 12 Juni 2025 - 17:31 WIB
Megawati Hangestri berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.comKOVO selaku federasi bola voli Korea pusing tujuh keliling setelah Megawati Hangestri memutuska tidak memperpanjang kontrak bersama Red Sparks musim depan.

Alhasil, para fans dan volimania Korea tidak akan menyaksikan Megatron beraksi di Liga Voli Korea musim depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Imbasnya, pamor V-League turun drastis dari segi penonton dan juga media sosial tidak akan se-viral kalau ada Megawati Hangestri.

Namun, saat ini KOVO kembali akan full senyum, karena pemain Liga Amerika bakal turun gunung ke V-League, dan menggeser posisi Megatron sebagai ikon Voli Korea.

Seperti diketahui, kehadiran Megawati Hangestri di Red Sparks bukan hanya berdampak kepada prestasi saja, tapi juga finansial sampai popularitas di luar Korea.

Bukan hanya jumlah followers Red Sparks saja yang meningkat drastis, tapi juga jumlah followers media sosial dan penonton youtube dari KOVO meningkat.

Dampak kehadiran Megawati Hangestri di Liga Voli Korea atau V-League selama dua musim.

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • Instagram @red__sparks

 

Berbicara soal prestasi, Megawati Hangestri sukses membawa Red Sparks finis di posisi ketiga V-League musim lalu untuk kali pertama dalam tujuh tahun.

Bahkan, Red Sparks sampai datang langsung ke Indonesia dengan salah satu tujuannya ialah untuk berterima kasih atas dukungan suporter tanah air.

Sementara itu, prestasi di musim ini lebih mentereng lagi, seperti 13 kemenangan beruntun di V-League, juara pra-musim di Taiwan, hingga runner-up KOVO Cup 2024. 

Pun halnya soal raihan individu, Megawati Hangestri mengoleksi dua gelar MVP dan juga masuk 3 besar top skor V-League.

Pasca meninggalkan Red Sparks dan tidak memperbaharui kontrak untuk musim depan, nasib V-League diujung tanduk lantaran tidak adanya ikon yang tertinggal.

Bukan tanpa alasan, Megatron putuskan balik ke Indonesia dan Kim Yeon-koung yang memutuskan pensiun.

KOVO pun kelabakan karena harus mencari pemain bintang baru seperti Megawati Hangestri untuk menarik kembali massa dan menaikkan popularitas V-League di mata dunia.

Baru-baru ini, Lee Da-yeong, mantan bintang Pink Spiders tampak asyik menonton pertandingan uji coba antara tim voli nasional putra Korea Selatan melawan Belanda.

Saudara kembar dari Lee Jae-yeong ini menjadi perhatian media, karena baru kembali muncul di publik usai mendapat hukuman dari KOVO atas kasus bullying saat masa sekolah.

Lee Da-yeong pun meninggalkan Korea Selatan dan menghabiskan waktunya berkarier di luar negeri, Liga Yunani, Rumania, Liga Voli Prancis dan terakhir di Amerika Serikat.

Saat ini, Lee Da-yeong tercatat sebagai pemain San Diego Mojo Amerika Serikat, dia menjadi starter untuk posisi setter di klubnya untuk berkompetisi di Liga Amerika (PVF).

Menurut laporan media Korea Yonhap News dan laporan lain pada hari itu, Lee Da-yeong membuka kemungkinan untuk comeback di V-League. 

"(Liga Amerika) memiliki atmosfer yang sangat berbeda dari liga Eropa. Respons dari penonton sangat mengagumkan." ujarnya dilansir dari Naver.

Ia juga ditanyai mengenai kembali untuk bermain di V-League.

"Sulit untuk menjawabnya saat ini, tetapi sejujurnya, saya ingin bermain lagi. Sulit untuk mengatakan apakah saya ingin bermain di V-League saat ini atau tidak." ujarnya.

Mantan setter Pink Spiders, Lee Da-yeong.
Mantan setter Pink Spiders, Lee Da-yeong.
Sumber :
  • Instagram/leeeee_ou

 

Jika Lee Da-yeong kembali dan terwujud bermain di V-League, maka KOVO akan full senyum dan tak risau lagi atas kehilangan Megawati Hangestri.

Lee Da-yeong bukan sosok pemain sembarangan, karena membawa nama Voli Korea di kancah dunia, dan juga bisa bersinar di samping Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Setelah merampungkan musim 2019-2020, Lee Da-yeong memperoleh status agen bebas (FA) dan pindah ke Heungkuk Life Insurance, di mana ia bermain di tim yang sama dengan 'saudara kembarnya' Lee Jae-yeong Lee. 

Secara perlahan, ia menjadi seorang bintang yang memiliki keterampilan dan popularitas hingga terpilih sebagai andalan tim nasional dan All-Star.

Tetapi belakangan terungkap perselisihannya dengan Kim Yeon-koung dan juga keduanya (Lee Da-yeong dan Lee Jae-yeong mendapatkan tuduhan melakukan bullying oleh seseorang yang mengaku mengenal mereka sejak SMA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya pun dicekal dan tidak diperbolehkan untuk beraktivitas bermain di Voli Korea Selatan, dan dicoret dari timnas Voli Korea.

Meski keduanya pernah mempersembahkan medali emas untuk Korea di ajang Asian Games Incheon 2014 dan sejumlah prestasi membanggakan saat mewakili Korea Selatan. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hilirisasi Bauksit Jadi Pijakan Pengembangan Mineral Strategis Indonesia

Hilirisasi Bauksit Jadi Pijakan Pengembangan Mineral Strategis Indonesia

Indonesia terus perkuat hilirisasi bauksit sebagai bagian dari transformasi sumber daya mineral menjadi fondasi industri nasional yang bernilai tambah. seiring
Messi, Suarez dan Neymar bakal Reunian

Messi, Suarez dan Neymar bakal Reunian

Inter Miami berniat menyatukan trio MSN, yaitu Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.
Maarten Paes Dicadangkan, Netizen Belanda Ramai Mengamuk ke Pemain Ini Usai Ajax Kalahkan PEC di Eredivisie: Sangat Ceroboh

Maarten Paes Dicadangkan, Netizen Belanda Ramai Mengamuk ke Pemain Ini Usai Ajax Kalahkan PEC di Eredivisie: Sangat Ceroboh

Maarten Paes harus memulai laga dari bangku cadangan saat Ajax Amsterdam menghadapi PEC Zwolle. Sorotan justru mengarah kepada pemain tuan rumah yang blunder.
Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah disebut telah mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral sebuah video diduga anak tendang ibunya di daerah Kalimantan Barat. Aksi si perempuan yang diduga menendang sang Ibu, memancing amarah warga sekitar
Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Polemik dokter Elda Putri Rahardini yang menjadi sorotan setelah unggahannya di media sosial (medsos) terkait pasien BPJS Kesehatan berujung pada sanksi akademik. 

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT