PBVSI Tiba-tiba Banjir Hujatan, Netizen Sampai Kumpulkan Bukti Biang Kerok Timnas Voli Indonesia Langsung Babak Belur di SEA V League 2025
- AVC
Jakarta, tvOnenews.com - PBVSI mendadak banjir hujatan dari netizen dan volimania usai Timnas Voli Indonesia langsung babak belur di laga pertama SEA V League 2025.
Timnas Voli Indonesia membuka perjuangannya dengan langsung menelan kekalahan dari Thailand di hari pertama SEA V League 2025 yang berlangsung di Candon Arena, Filipina pada Rabu (9/7/2025) siang WIB.
Rivan Nurmulki dan kawan-kawan menelan kekalahan dari Thailand lewat empat set dengan skor 1-3 (25-22, 21-25, 22-25 dan 20-25).
Kekalahan Timnas Voli Indonesia pun langsung menarik atensi netizen dan volimania Tanah Air, yang tentu menyayangkan kekalahan ini sekaligus merasa kecewa.
Tak hanya itu, netizen dan volimania langsung memberikan kritik pedas kepada PBVSI, sekaligus mengungkapkan bukti alasannya di media sosial.
Salah satunya ialah mengira pihak federasi sudah berbenah, namun kenyataannya dianggap belum dilakukan. Salah satunya ialah kondisi ruang ganti yang tak kondusif.
Argumen ini didasarkan dari bukti bahwa kurang ada chemistry antara pemain dan pelatih Jeff Jiang Jie. Belum lagi kepelatihannya dianggap tak efektif lantaran selalu melakukan rotasi pemain untuk mencarin komposisi tim yang pas. Hal ini dianggap membuat pemain kesulitan menemukan konsistensinya saat bermain.
Berikut deretan kritik dan hujatan pedas dari netizen maupun volimania usai Timnas Voli Indonesia dikalahkan Thailand di laga pertama SEA V League 2025:
"Kirain habis dari AVC berbenah, malah makin hancur. Ini hitter semuanya hobby keras mulu, giliran libero udah bagus yang lain ngeblu. Bahkan tadi sempat liat Rivan ngehindarin pelatih pas time out, ini udah gak sehat banget tapi dipaksain."
"Kesenjangan chemistry, kesenjangan pelatih, pokoknya kalah dalam semua aspek. Sisa laga mainnya masih ogah-ogahan ya wassalam world ranking makin anjlok"
"Kuch harus stop gonta ganti pemain.
Setelah avc masa di sea V-League juga masih harus "bereksperimen" ?
Variasi serangannya juga beh... Downgrade bgt kalo dibandingin sama avc kemaren."
"Kanker nya sdh terlalu kronis. Kebangetan klo PBVSI tdk melakukan evaluasi besar²an dr pengurus. Pemain itu hanyalah pion catur. Mereka butuh environment yg sehat yg mendukung kemampuan pemain. SEKALI LAGI KEBANGETAN KLO TDK ADA EVALUASI BESAR² AN DARI PENGURUS PBVSI."
Load more