News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Main Padel saat Malam Hari Lebih Seru daripada Pagi Hari, Kenapa Ya? Ini 4 Alasannya

Lantas, mengapa vibe padel malam hari begitu adiktif dan terasa berbeda? Inilah empat alasannya.
Kamis, 1 Januari 2026 - 19:46 WIB
Davina Karamoy saat berolahraga padel
Sumber :
  • Instagram/davinaakaramoy

tvOnenews.com - Bagi sebagian orang, olahraga adalah cara memulai hari. Namun bagi sebagian orang mungkin sebaliknya, dimana olahraga menjadi cara untuk menutup hari dengan tubuh yang segar.

Fenomena itulah yang kini juga terjadi lapangan padel, dimana puncak keramaiannya justru terjadi saat matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bermain padel di bawah siraman lampu sorot (floodlights) bahkan bisa menawarkan sensasi yang tidak bisa didapatkan saat sesi pagi.

Lantas, mengapa vibe padel malam hari begitu adiktif dan terasa berbeda? Inilah empat alasannya.

 

1. Fokus jadi lebih tajam

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Anhelina Vasylyk

Secara visual, bermain malam hari memberikan keuntungan persepsi. Di bawah lampu sorot, bola padel yang berwarna kuning neon bisa terlihat jauh lebih kontras, dibandingkan saat terpapar sinar matahari yang sering kali menciptakan bayangan atau silau.

Hal ini karena bisa membuat seseorang hanya tertuju pada bola dan garis lapangan saja. Sementara "gangguan" visual dari lingkungan sekitar seolah tidak ada, karena lebih gelap dari lapangan padel itu sendiri.

Namun, ada tantangan sendiri yang bisa dirasakan oleh pemain, yakni harus bisa melatih mata mereka agar tidak silau dengan sinar lampu yang menyala terang di atas lapangan padel.

Sebab, saat lawan melambungkan bola tinggi (lob), pemain tentu saja harus mendongakkan kepala, sehingga mata mereka akan terasa silau saat menatap lampu di atas lapangan.

2. Suhu lebih sejuk

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Timothy Yiadom

Bermain padel di bawah terik matahari, sekitar pukul 8 pagi, bisa sangat menguras fisik, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.

Sebaliknya, udara malam yang lebih dingin memungkinkanmu bermain dengan intensitas tinggi tanpa cepat mengalami overheat.

Ini adalah waktu terbaik bagi pemain yang ingin melakukan long session atau bermain dua gim sekaligus tanpa merasa kelelahan ekstrem.

3. Efek psikologis "social recharge"

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Vincenzo Morelli

Padel malam hari bukan sekadar olahraga, melainkan ritual transisi dari mode kantor ke mode santai.

Suasana lapangan yang benderang di tengah kegelapan kota menciptakan efek psikologis yang memicu semangat.

Ada kepuasan tersendiri saat mendengar bunyi smash yang memantul keras di dinding kaca, sementara lampu kota di kejauhan mulai menyala. Ini adalah bentuk pelarian stres atau stress release yang paling efektif.

4. Komunitas yang lebih hidup

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/Anhelina Vasylyk

Malam hari adalah waktu di mana komunitas benar-benar berkumpul. Sesi open play malam hari biasanya lebih ramai, penuh dengan tawa, dan sering kali berlanjut ke sesi makan malam atau sekadar mengobrol di kafe pinggir lapangan.

Padel malam adalah tentang koneksi sosial, di mana Anda bisa bertemu orang baru dari berbagai latar belakang profesi.

Tips main padel malam hari

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Vincenzo Morelli

Udara malam terkadang membuat lantai lapangan sedikit lebih lembap. Pastikan sepatu yang kamu miliki punya cengkeraman yang baik di bagian solnya.

Sebelum mulai main, pastikan untuk melakukan pemanasan lebih dulu. Suhu udara lebih dingin, otot cenderung lebih kaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan lewatkan pemanasan 10 menit agar tidak kaget saat melakukan gerakan eksplosif. Meskipun tidak terasa haus secepat saat siang hari, tetaplah minum air secara berkala untuk menjaga konsentrasi.

Padel malam hari bukan sekadar soal keringat, tapi soal pengalaman sensorik yang membuat kita ingin kembali lagi ke lapangan esok malam. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Soroti Dampak Geopolitik Global, Komisi I: RI Jangan Terseret Blok Kekuatan

DPR Soroti Dampak Geopolitik Global, Komisi I: RI Jangan Terseret Blok Kekuatan

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam membaca dinamika geopolitik global yang kian memanas, terutama di tengah konflik Iran–Israel
Pindah dari Red Sparks ke Pink Spiders dengan Kondisi Cedera, Jung Ho-young Ungkap Kondisi Terbarunya

Pindah dari Red Sparks ke Pink Spiders dengan Kondisi Cedera, Jung Ho-young Ungkap Kondisi Terbarunya

Kepindahan bintang Red Sparks, Jung Ho-young, ke Pink Spiders menjadi salah satu kejutan besar di bursa transfer pemain free agent V League musim ini.
Dari NTT ke Surabaya: Suster Yustina Temukan Toleransi dan Kampus Inklusif di Unusa

Dari NTT ke Surabaya: Suster Yustina Temukan Toleransi dan Kampus Inklusif di Unusa

Pengalaman seorang mahasiswi lintas agama di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menunjukkan bagaimana toleransi diimplementasikan di tingkat kampus.
Bursa Transfer Juventus: Alisson Becker Capai Kesepakatan Verbal dengan Bianconeri, David De Gea Bagaimana?

Bursa Transfer Juventus: Alisson Becker Capai Kesepakatan Verbal dengan Bianconeri, David De Gea Bagaimana?

Kiper Liverpool, Alisson Becker, mencapai kesepakatan verbal dengan Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang. Di sisi lain, perekrutan David De Gea bisa dibatalkan.
Manager Kursus Bahasa Inggris di Jakut Dilaporkan Orang Tua Murid ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Verbal

Manager Kursus Bahasa Inggris di Jakut Dilaporkan Orang Tua Murid ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Verbal

Orang tua murid bernama Susandi Adam, melaporkan seorang manager kursus Bahasa Inggris berinisial V ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan verbal.
KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi Dua Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik

KPK Usul Ketum Parpol Dibatasi Dua Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pembatasan masa kepemimpinan partai menjadi salah satu poin penting yang lahir dari hasil kajian tersebut.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Di tengah sorotan atas insiden dirinya menjadi bahan olokan sejumlah murid, Bu Atun justru menunjukkan keteladanan lewat gaya hidup bersahaja dan pandangan humanis terhadap pendidikan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT