News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Red Sparks Kian Terpuruk, Nama Megawati Hangestri Kembali Disinggung Media Korea

Red Sparks terpuruk di Liga Voli Korea 2025–2026, media Korea kembali menyorot peran besar Megawati Hangestri yang dulu jadi pemain kunci tim itu.
Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:41 WIB
Ko Hee-jin Full Senyum Usai 'Mega Day' Jadi Sorotan di Korea Selatan, Megawati Hangestri dan Red Sparks Liburan Saya Ingin Pergi ke Indonesia untuk...
Sumber :
  • Tangkapan layar youtube solmangat

tvOnenews.com - Meski tak lagi mengenakan seragam Daejeon JungKwanJang Red Sparks, sosok Megawati Hangestri Pertiwi kembali ramai dibicarakan media Korea Selatan.

Performa buruk Red Sparks di Liga Voli Korea musim 2025–2026 membuat publik dan media menoleh ke belakang, mengingat masa ketika tim masih diperkuat pevoli asal Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Musim ini menjadi fase yang berat bagi Red Sparks. Tim yang sebelumnya tampil garang dan disegani kini justru terjebak di papan bawah klasemen. 

Kekalahan demi kekalahan membuat perjalanan mereka terasa kontras jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya yang penuh pencapaian.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

Pada edisi lalu, Red Sparks sempat mencuri perhatian dengan menembus final playoff.

Saat itu, kebangkitan tim dinilai tak lepas dari komposisi pemain yang solid, termasuk kehadiran Megawati Hangestri.

Bersama Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju, Megawati menjadi bagian penting dalam transformasi Red Sparks menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Megawati sendiri menjalani dua musim impresif bersama Red Sparks, yakni 2023–2024 dan 2024–2025. 

Pada musim pertamanya di Korea Selatan, ia langsung memberi dampak signifikan dengan membawa tim kembali ke babak playoff setelah penantian panjang selama tujuh musim.

Pencapaian itu berlanjut di musim berikutnya, ketika Red Sparks melangkah hingga final playoff.

Secara individu, performa Megawati juga konsisten. Ia selalu menembus daftar 10 besar pencetak poin terbanyak liga selama dua musim beruntun.

Namun, semua catatan manis tersebut kini hanya menjadi kenangan, seiring perubahan besar dalam skuad Red Sparks.

Memasuki musim 2025–2026, Red Sparks tampil pincang. Beberapa pemain inti telah pergi, sementara masalah cedera dan adaptasi pemain baru membuat tim kesulitan menemukan ritme.

Hingga pertandingan terakhir pada Kamis (25/12/2025), Red Sparks kembali menelan kekalahan dramatis dari Suwon Hyundai E&C Hillstate lewat laga lima set dengan skor 2-3 (20-25, 26-24, 25-14, 19-25, 12-15).

Hasil tersebut semakin menegaskan posisi Yeum Hye-seon dan kolega sebagai penghuni dasar klasemen sementara.

Situasi kian rumit setelah pemain kuota Asia asal Thailand, Wipawee Srithong, gagal tampil akibat cedera berkepanjangan dan akhirnya meninggalkan tim tanpa sempat bermain satu laga pun. 

Penggantinya, Jamiyanpurev Enkhsoyol dari Mongolia, masih belum mampu memenuhi ekspektasi.

Kondisi Red Sparks pun menjadi sorotan media Korea Selatan.

MyDaily secara khusus menyinggung perbedaan kekuatan tim dibanding musim lalu, ketika Megawati masih menjadi bagian skuad.

"Red Sparks sedang berjuang untuk keluar dari posisi juru kunci klasemen," tulis MyDaily.

"Pyo Seung-ju , Megawati, dan Bukilic, semua pemain kunci di skuad runner-up musim lalu, telah pergi."

"Sang kapten Yeum Hye-seon absen di awal musim karena cedera, dan mantan anggota tim nasional Thailand, Wipawee Sithong meninggalkan tim tanpa memainkan satu pertandingan pun."

Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Di tengah tekanan, pelatih Ko Hee-jin menyadari perlunya pendekatan berbeda.

Ia menilai kelemahan utama tim saat ini terletak pada receive atau penerimaan bola pertama.

Karena itu, ia mulai memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda seperti Lee Seon-woo, sembari mencoba mengoptimalkan potensi Enkhsoyol yang masih beradaptasi dengan liga.

Ko tetap optimistis masa depan Red Sparks belum sepenuhnya suram.

Ia percaya proses pembinaan yang konsisten bisa menjadi modal penting untuk bangkit.

"Perkembangan para pemain muda kita dapat menjadi kekuatan besar di paruh kedua musim ini dan musim depan," kata Ko Hee-jin.

"Musim masih berlanjut, para pemain harus terus bermain dan ini bukanlah akhir."

"Saya akan mengatasi ini dengan bijaksana dan penuh harapan, menyampaikan pesan, saya akan mengamati perkembangan para pemain dan memimpin musim ini dengan baik," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Red Sparks, musim 2025–2026 mungkin menjadi salah satu periode tersulit dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, di balik keterpurukan yang terus menghantui, bayang-bayang kejayaan masa lalu bersama Megawati Hangestri justru semakin menegaskan satu hal, kehadiran sang opposite asal Indonesia pernah menjadi pembeda besar bagi Red Sparks. (tsy)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rugikan Emil Audero, Kontroversi VAR Kembali Terjadi di Liga Italia saat Juventus Bantai Cremonese 5-0

Rugikan Emil Audero, Kontroversi VAR Kembali Terjadi di Liga Italia saat Juventus Bantai Cremonese 5-0

Kontroversi soal VAR kembali terjadi pada pentas Liga Italia. Kali ini, melibatkan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang menderita kekalahan telak saat Cremonese dibantai Juventus 0-5.
Ada Tokoh yang Sebut MBG Tidak akan Berhasil, Prabowo: 58 Juta Orang Sudah Makan Gratis Tiap Hari

Ada Tokoh yang Sebut MBG Tidak akan Berhasil, Prabowo: 58 Juta Orang Sudah Makan Gratis Tiap Hari

Presiden Prabowo Subianto memasang target ambisius untuk program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga penghujung 2026 mendatang, Prabowo menargetkan 82,9 juta jiwa dapat merasakan manfaat dari program tersebut.
Terungkap di Pengadilan, Ini Detail Penyimpangan dalam Kasus Jual Beli Gas Rp246 M

Terungkap di Pengadilan, Ini Detail Penyimpangan dalam Kasus Jual Beli Gas Rp246 M

Kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) Tbk. dengan PT Inti Alasindo Energy pada kurun waktu 2017–2021 yakni sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp246 miliar (kurs Rp16.400 per dolar AS).
Rating Emil Audero Paling Bagus Sendiri usai Cremonese Kena Bantai 0-5 dari Juventus di Liga Italia

Rating Emil Audero Paling Bagus Sendiri usai Cremonese Kena Bantai 0-5 dari Juventus di Liga Italia

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, memiliki rating yang cukup baik meski Cremonese menderita kekalahan telak. Mereka dihancurkan dengan skor 0-5 oleh Juventus dalam lanjutan Liga Italia.
Main Padel Ternyata Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Tipsnya

Main Padel Ternyata Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Tipsnya

Main padel tak hanya seru, tapi juga bisa membantu menurunkan berat badan. Simak tips agar bakar kalori lebih efektif tanpa terasa berat.
Hasil Liga Italia: Emil Audero Lebih Sial daripada Jay Idzes, Juventus Ngamuk hingga Bantai Cremonese 5-0

Hasil Liga Italia: Emil Audero Lebih Sial daripada Jay Idzes, Juventus Ngamuk hingga Bantai Cremonese 5-0

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi lebih sial ketimbang rekan senegaranya, Jay Idzes. Sebab, Juventus berhasil melanjutkan tren positifnya dengan menang 5-0 atas Cremonese.

Trending

Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Xabi Alonso Masuk Bursa Pelatih Manchester United usai Didepak Real Madrid? Media Inggris Beberkan Peluangnya

Media Inggris membahas kemungkinan Manchester United mengejar Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Sang juru taktik asal Spanyol baru saja berpisah dengan Real Madrid.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
Hasil Liga Italia: Emil Audero Lebih Sial daripada Jay Idzes, Juventus Ngamuk hingga Bantai Cremonese 5-0

Hasil Liga Italia: Emil Audero Lebih Sial daripada Jay Idzes, Juventus Ngamuk hingga Bantai Cremonese 5-0

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi lebih sial ketimbang rekan senegaranya, Jay Idzes. Sebab, Juventus berhasil melanjutkan tren positifnya dengan menang 5-0 atas Cremonese.
Resmi! Real Madrid Pecat Xabi Alonso usai Ditaklukkan Barcelona, Alvaro Arbeloa Jadi Interim

Resmi! Real Madrid Pecat Xabi Alonso usai Ditaklukkan Barcelona, Alvaro Arbeloa Jadi Interim

Real Madrid resmi mengumumkan pemecatan Xabi Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Keputusan ini diambil setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Pecat Xabi Alonso, Real Madrid Dikabarkan Alami Dinamika di Ruang Ganti Sebelum Dikalahkan Barcelona

Pecat Xabi Alonso, Real Madrid Dikabarkan Alami Dinamika di Ruang Ganti Sebelum Dikalahkan Barcelona

Real Madrid dikabarkan mengalami dinamika di ruang ganti sebelum laga kontra Barcelona. Kekalahan di laga itu kemudian berujung kepada pemecatan Xabi Alonso.
Lebih dari 2.000 Warga Jakarta Terpaksa Mengungsi akibat Banjir

Lebih dari 2.000 Warga Jakarta Terpaksa Mengungsi akibat Banjir

Lebih dari 2.000 jiwa di Jakarta terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan di lokasi pengungsian setelah banjir besar merendam pemukiman mereka, Senin (12/1).
Usai Duel Persib vs Persija, Seorang Bobotoh Tewas di Area Stadion GBLA

Usai Duel Persib vs Persija, Seorang Bobotoh Tewas di Area Stadion GBLA

Euforia pertandingan besar antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta menyisakan kisah pilu. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT