Meski Sudah Juara Dunia, Ini Alasan Mengejutkan Manny Pacquiao Tetap Rendah Hati
- Instagram.com/mannypacquiao
tvOnenews.com - Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, kembali mencuri perhatian publik. Ia dijadwalkan menghadapi mantan juara kelas super ringan, Ruslan Provodnikov, pada 18 April di Thomas & Mack Center, Las Vegas.
Laga comeback ini sangat dinantikan, terutama setelah hasil imbang ketat yang ia raih melawan Mario Barrios pada Juli 2025.
Sebelumnya, Pacquiao sempat mempertimbangkan beberapa opsi pertandingan lain, termasuk duel ulang melawan Barrios serta kemungkinan menghadapi Rolly Romero.

- Tangkapan layar Youtube DAZN Boxing
Namun, pertarungan yang paling diimpikannya tetaplah laga ulang kontra rival lamanya, Floyd Mayweather Jr., yang pernah terlibat dalam pertarungan terlaris sepanjang sejarah pada 2015.
Pertandingan melawan Provodnikov direncanakan berlangsung selama sepuluh ronde, masing-masing berdurasi tiga menit.
Hingga kini, detail teknis seperti aturan knockdown maupun kemungkinan penghentian laga masih belum diumumkan. Tiket telah dipasarkan dengan harga mulai dari 150 dolar AS hingga lebih dari 5.500 dolar AS. Promotor pun menjanjikan malam pertandingan dengan kualitas “kelas dunia”.
Pacquiao menyampaikan antusiasmenya menjelang laga tersebut:
“Saya selalu membawa Filipina bersama saya setiap kali saya bertarung. Dukungan dari negara saya dan dari para penggemar di seluruh dunia terus menginspirasi saya. Kembali ke Las Vegas sangat berarti bagi saya, dan saya senang dapat bekerja sama dengan tim yang fokus menciptakan pengalaman kelas dunia bagi para penggemar. Saya kembali untuk memberi mereka pertarungan yang hebat — dan saya siap.”
Perjalanan Legendaris Sang Petinju
Karier Pacquiao termasuk yang paling gemilang dalam sejarah tinju. Berangkat dari kehidupan yang sangat miskin di Filipina, ia menjelma menjadi ikon olahraga dunia dengan koleksi 12 gelar juara dunia utama.
Ia tercatat sebagai satu-satunya petinju yang berhasil menjuarai delapan divisi berbeda. Tak hanya itu, ia juga menjadi petarung pertama yang meraih gelar dunia di empat dekade berbeda—sebuah pencapaian langka yang semakin mengukuhkan status legendarisnya.
Kariernya mulai melesat ketika ia merebut gelar dunia pertamanya usai mengalahkan Chatchai Sasakul.
Load more