GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah Target Indonesia Tercapai di SEA Games 2021? Ini Faktanya

SEA Games 2021 telah selesai. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan meraih 69 medali emas, 91 perak, 81 perunggu. Benarkah Kontingen Merah-Putih berhasil mencapai target?
Senin, 23 Mei 2022 - 23:45 WIB
SEA Games 2021 berakhir dengan Indonesia tempati peringkat ketiga.
Sumber :
  • antarafoto

Hanoi, Vietnam – SEA Games 2021 telah selesai. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan meraih 69 medali emas, 91 perak, 81 perunggu. Benarkah Kontingen Merah-Putih berhasil mencapai target?

Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara pada 2022 sudah berakhir. Tuan rumah Vietnam menjadi juara umum dengan koleksi 446 medali, yang terdiri daari 205 emas, 125 perak, dan 116 perunggu. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan 69 emas, 91 perak, 81 perunggu atau total 241 medali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah perolehan Indonesia menurun dari raihan di SEA Games 2019 Manila. Semasa di Filipina, tim Merah-Putih mengumpulkan 72 emas, 84 perak, serta 111 perunggu dari 52 cabang olahraga yang menempatkan kontingen berkekuatan 841 atlet berakhir di urutan keempat dari 11 negara peserta.

Bila melihat koleksi medali, perolehan Indonesia berkurang. Tapi kalau memandang peringkat, anak-anak Ibu Pertiwi naik satu tingkat dengan pasukan lebih sedikit, yakni 499 atlet yang terjun di 32 cabang olahraga dan 315 nomor pertandingan atau hanya separuh dari kekuatan di SEA Games 2019 Filipina.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpik Indonesia (NOC Indonesia) Ferry J Kono yang sekaligus sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 mengatakan, pemerintah melakukan langkah berbeda dalam menentukan atlet yang berangkat ke Hanoi, Vietnam.

“Tidak semua nomor diikutsertakan, hanya nomor-nomor yang potensial meraih medali saja. Jika kita ikut semua maka sama artinya dengan memberikan kesempatan bagi negara lain untuk mendapatkan medali,” kata Ferry yang mengatakan kontingen telah mencapai 90 persen target awal.

“Ada 19 medali yang meleset (tidak dapat emas) karena faktor tuan rumah. Tapi beruntungnya kita dapat 10 medali yang tak diduga, seperti kick boxing yang dikira satu emas tapi dapat dua emas, panahan juga. Dan bola basket juga emas, padahal kita menyangka Filipina masih superior,” kata Ferry.

 

Tiga Cabang Jadi Juara Umum

Dari 32 cabang, tiga kontingen jadi juara umum. Menembak memberi paling banyak medali (8 emas, 6 perak, 2 perunggu), melampau target tiga emas; panahan mengenai lima emas dan satu perak (target empat emas); bola voli dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu (target hanya dua emas).

Ada pula cabang yang tidak memenuhi harapan. Selain anggar yang tidak mendapat medali sama sekali, cabang atletik, dan pencak silat tidak memenuhi target, meski tetap tampil baik, seperti renang yang menampilkan dua perenang muda sebagai penopang medali emas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prestasi menggembirakan juga datang dari keberhasilan tim bola basket putra meraih medali emas untuk kali pertama sejak berpartisipasi pada 1977 dengan meruntuhkan kedigdayaan Filipina.

Seusai tugas Vietnam, Kamboja akan bertindak sebagai tuan rumah SEA Games ke-32 pada 2023. Moga Kontingen Indonesia, dengan atlet-atlet muda, bisa kembali jadi raja di Asia Tenggara. (raw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

Grup asal Jepang, ONE OK ROCK sukses menggelar konser di Jakarta bertajum ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT