GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda

Pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi utama dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang saat ini dijalankan Federasi Akuatik Indonesia.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 11 Mei 2026 - 16:43 WIB
Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Akuatik Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia resmi memperkenalkan Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES), ajang renang kolam pendek tingkat nasional yang akan digelar di Stadion Akuatik GBK pada 4-6 Juni 2026. Kompetisi ini disiapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan atlet renang usia dini hingga elite secara berkelanjutan.

Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, mengatakan ISCES menjadi salah satu langkah dalam roadmap pembinaan olahraga akuatik nasional menuju Olimpiade 2032 dan visi Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena kita sudah menyusun suatu Roadmap Pembinaan Akuatik Indonesia ke Olimpiade 2032 dan juga menuju Indonesia Emas 2045. Di mana targetnya bukan hanya SEA Games, tapi kita berharap di Olimpiade 2032 minimal kita bisa masuk final,” ujar Harlin di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Harlin, pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi utama dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang saat ini dijalankan Federasi Akuatik Indonesia. Ia menilai keberadaan kompetisi kelompok umur penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet nasional.

“Pembinaan itu tidak boleh berhenti dan terus berlangsung dari kelompok umur usia dini bahkan sampai nanti elit atlet ke depannya,” katanya.

Harlin juga menyebut cabang olahraga akuatik memiliki peluang besar menjadi salah satu penyumbang medali Indonesia di ajang multi-event internasional. Selain nomor renang, cabang akuatik lain seperti loncat indah, polo air, open water swimming, dan artistic swimming dinilai memiliki potensi prestasi yang dapat dikembangkan.

Di sisi lain, Federasi Akuatik Indonesia turut mendorong penguatan budaya berenang di masyarakat melalui kampanye “Ayo Berenang”. Harlin berharap olahraga renang kembali masuk ke dalam kurikulum sekolah seperti pada era 1980-an dan 1990-an.

“Kita juga berharap renang ini bisa masuk lagi ke kurikulum sekolah seperti tahun 80-an dan 90-an ketika renang masih wajib. Paling tidak kita ingin menyehatkan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan ISCES juga datang dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman. Ia menilai kolaborasi antara organisasi olahraga dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan atlet nasional.

“Ke depan saya harapkan mulai Asian Games dan Olimpiade, atlet renang kita juga bisa menjadi andalan kita semua. Atlet renang kita bisa membuat kita bangga karena prestasi yang mereka tunjukkan di multi-event internasional,” ujar Marciano.

Ia juga mengapresiasi dukungan pihak swasta dalam pengembangan olahraga nasional, termasuk keterlibatan Chandra Asri Group bersama Barito Pacific dan Barito Renewables dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

“Olahraga ini tidak bisa maju hanya diurus PB Federasi Akuatik Indonesia sendiri, kemudian KONI Pusat sendiri juga tidak mampu. Oleh karenanya kami bersyukur dan berterima kasih Chandra Asri Group melihat potensi ini dengan baik dan bersedia berkolaborasi dengan kita,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan dukungan perusahaan diberikan untuk membuka ruang kompetisi yang lebih profesional bagi atlet muda Indonesia.

Ketua penyelenggara, Yori Hehanussa, menambahkan ISCES menjadi kejuaraan renang kelompok umur short course tingkat nasional resmi pertama yang digelar di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...
Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru yang masih berstatus non-ASN menjadi ASN.
357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

Berdasarkan data Satgas PRR hingga 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap atau huntap yang telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit.
Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Gagal ke Piala Dunia, Maarten Paes Jagokan Belanda: Siap Beri Bocoran pada Ronaldo Koeman Main di Kandang FC Dallas

Berjuang sampai tetes darah terakhir, Timnas Indonesia tersingkir dari babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak. 
Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Dulu Pernah Buat Kang Sung-hyung 'Frustrasi', Megawati Hangestri Kini Justru Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League 2026/2027. Menariknya, Megatron ternyata pernah membuat pelatih Kang Sung-hyung 'frustrasi' saat membela Red Sparks.
Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Diklaim Biang Paspoortgate, Maarten Paes Akhirnya Angkat Suara Atas Skandal yang Merugikan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Ajax mengurus seluruh administrasi Maarten Paes, termasuk gaji yang harus dibayarkan hingga izin bekerja sang pemain di Belanda. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT