Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Akuatik Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia resmi memperkenalkan Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES), ajang renang kolam pendek tingkat nasional yang akan digelar di Stadion Akuatik GBK pada 4-6 Juni 2026. Kompetisi ini disiapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan atlet renang usia dini hingga elite secara berkelanjutan.
Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, mengatakan ISCES menjadi salah satu langkah dalam roadmap pembinaan olahraga akuatik nasional menuju Olimpiade 2032 dan visi Indonesia Emas 2045.
“Karena kita sudah menyusun suatu Roadmap Pembinaan Akuatik Indonesia ke Olimpiade 2032 dan juga menuju Indonesia Emas 2045. Di mana targetnya bukan hanya SEA Games, tapi kita berharap di Olimpiade 2032 minimal kita bisa masuk final,” ujar Harlin di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Harlin, pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi utama dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang saat ini dijalankan Federasi Akuatik Indonesia. Ia menilai keberadaan kompetisi kelompok umur penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet nasional.
“Pembinaan itu tidak boleh berhenti dan terus berlangsung dari kelompok umur usia dini bahkan sampai nanti elit atlet ke depannya,” katanya.
Harlin juga menyebut cabang olahraga akuatik memiliki peluang besar menjadi salah satu penyumbang medali Indonesia di ajang multi-event internasional. Selain nomor renang, cabang akuatik lain seperti loncat indah, polo air, open water swimming, dan artistic swimming dinilai memiliki potensi prestasi yang dapat dikembangkan.
Di sisi lain, Federasi Akuatik Indonesia turut mendorong penguatan budaya berenang di masyarakat melalui kampanye “Ayo Berenang”. Harlin berharap olahraga renang kembali masuk ke dalam kurikulum sekolah seperti pada era 1980-an dan 1990-an.
“Kita juga berharap renang ini bisa masuk lagi ke kurikulum sekolah seperti tahun 80-an dan 90-an ketika renang masih wajib. Paling tidak kita ingin menyehatkan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan ISCES juga datang dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman. Ia menilai kolaborasi antara organisasi olahraga dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan atlet nasional.
“Ke depan saya harapkan mulai Asian Games dan Olimpiade, atlet renang kita juga bisa menjadi andalan kita semua. Atlet renang kita bisa membuat kita bangga karena prestasi yang mereka tunjukkan di multi-event internasional,” ujar Marciano.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak swasta dalam pengembangan olahraga nasional, termasuk keterlibatan Chandra Asri Group bersama Barito Pacific dan Barito Renewables dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Olahraga ini tidak bisa maju hanya diurus PB Federasi Akuatik Indonesia sendiri, kemudian KONI Pusat sendiri juga tidak mampu. Oleh karenanya kami bersyukur dan berterima kasih Chandra Asri Group melihat potensi ini dengan baik dan bersedia berkolaborasi dengan kita,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Hubungan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan dukungan perusahaan diberikan untuk membuka ruang kompetisi yang lebih profesional bagi atlet muda Indonesia.
Ketua penyelenggara, Yori Hehanussa, menambahkan ISCES menjadi kejuaraan renang kelompok umur short course tingkat nasional resmi pertama yang digelar di Indonesia.
Load more