Reaksi Volimania Usai PBVSI Terapkan Kebijakan Salary Cap untuk Proliga 2027, Tuai-Pro Kontra
- PBVSI
Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) untuk menerapkan aturan pembatasan gaji atau salary cap di Proliga 2027 menuai pro dan kontra dari volimania tanah air.
Belum lama ini volimania dikejutkan dengan keputusna PBVSI yang menerapkan kebijakan salary cap untuk Proliga 2027, yang akan bergulir mulai September tahun depan pada Selasa (2/6/2026).
PBVSI menjelaskan bahwa kebijakan ini diterapkan sebagai upaya menciptakan persaingan yang lebih sehat, meningkatkan keseimbangan kekuatan antartim, serta menjaga keberlanjutan kompetisi bola voli profesional di Indonesia.
Selain itu kebijakan ini dibuat untuk memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta Proliga sekaligus membuat kompetisi semakin kompetitif. Kemudian bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta Proliga pada masa mendatang
Lebih lanjut PBVSI juga mengumumkan detail kebijakan tersebut melalui unggahan terbaru di akun Instagram resmi mereka @indonesian_volleyball.
Salah satunya adalah setiap klub bisa merekrut dua pemain asing, dengan total maksimal 40 ribu dollar AS (Rp708 juta dengan kurs Rp17.700) per bulan, atau maksimal 20 ribu dollar AS (Rp354 juta) per pemain per bulannya.
Lalu batas gaji pemain lokal dalam satu klub ialah Rp600 juta per bulan untuk 12 pemain, yang akan diterapkan di Proliga 2027.
Alhasil pengumuman terkait kebijakan baru ini pun mendapatkan berbagai reaksi dari volimania Indonesia. Ada yang setuju dengan aturan ini, namun ada juga yang tak setuju dan memberikan masukan atau kritik lebih lanjut.
Rangkaian reaksi tersebut diungkapkan oleh volimania tanah air melalui komentar di akun PBVSI maupun di media sosial lain seperti X (twitter).
Berikut deretan reaksi dan komentar dari volimania di media sosial:
"Salary cup ini bagus lebih transparan, pemain yg dari 0 kalo mau gaji gede dan masuk timnas punya motivasi gede karena salary cup, bagi club ini bakal lebih merata kekuatannya. bintang dunia ga bisa ngumpul di 1 club."
"Semoga proliga bisa diikuti lebih banyak klub."
"Kebijakan baru minimal nominal hadiah nya di tambah dong min."
"Semoga dengan kebijakan ini, club yang ikut proliga bertambah terutama sektor putra. Meskipun bakal ragu akan ada pemain asing kelas dunia yang main di proliga dengan kebijakan ini, tapi yah semoga pemain asing yang datang tetap berkualitas."
"Dengan kebijakan baru ini semoga peserta proliga semakin bertambah dan kompetisi jadi mkin kompetitif..."
"Jangan berharap pemain level VNL dan piala dunia bermain di proliga."
"Syukurlah pemain asing menggunakan kombinasi, tidak seperti tahun² sebelum nya dimana, 2 pemain asing di posisi yg sama, seperti kebanyakan tim di proliga terutama tim putri menggunakan 2 OH asing. Ini ngaruh bgt ke OH local kita, kesempatan bermain mereka berkurang dan minim pengalaman!"
"Menarik demi kompetesi yg seimbang, tapi kayaknya akan banyak pemain yang milih ikut tarkam."
"Salary cap itu bagus dan atur gaji lokal juga bagus. Disini harus bisa transparansi biar salary cap terlaksana dengan sesuai, karena di beberapa cabor pakai salary cap tapi kadang tim akali pakai bonus atau undertable. Fans juga akan menilai, apakah masih ada tim yang akan numpuk pemain bintang dan asingnya overpay. Tentang denda sudah sesuai, tim yang melanggar akan kena denda uang dan uang tersebut dibagi rata buat tim proliga lain. Saran aja untuk sistem franchise jangan 2 tahun tapi 5 tahun atau permanen. Pihak liga/federasi juga harus lihat roadmap klub mulai dari visi, misi, finansial, fasilitas dll. Jadi tim yang punya uang join proliga bukan cuma itu penentunya."
"Saya setuju sih buat regulasi pemain asingnya kaya di korea jd bukan banyak²an duid buat beli asing."
(nad)
Load more