IOC Resmi Cabut Larangan Rusia, Halal Tampil di Olimpiade Los Angeles dengan Syarat Ketat
- IOC
Jakarta, tvOnenews.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi mencabut larangan aktivitas Komite Olimpiade Rusia pada Selasa (7/7/2026).
Pencabutan terhadap ROC dilakukan IOC setelah melakukan evaluasi hukum secara menyeluruh terhadap status ROC. Sebelumnya, Rusia dijatuhi sanksi sejak 2023 karena dianggap melanggar Piagam Olimpiade menyusul invasi ke Ukraina.
Dengan dicabutnya sanksi tersebut, peluang atlet Rusia untuk kembali berpartisipasi di berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Meski demikian, IOC menegaskan bahwa pencabutan larangan ini tidak berarti seluruh pembatasan terhadap Rusia langsung dihapus.
IOC memastikan tetap tidak akan menggelar kegiatan resmi di wilayah Rusia maupun mengundang pejabat pemerintah Rusia ke berbagai acara yang berada di bawah naungannya. Sikap solidaritas terhadap Ukraina juga tetap dipertahankan.
Dalam pernyataan resminya, IOC menjelaskan alasan utama pencabutan larangan tersebut.
"Keputusan ini diambil setelah analisis menyeluruh oleh komisi urusan hukum IOC, dengan mempertimbangkan bahwa ROC tidak lagi memasukkan organisasi olahraga regional di wilayah yang berada di bawah yurisdiksi Komite Olimpiade Nasional Ukraina sebagai anggotanya," demikian bunyi pernyataan IOC, dikutip dari laman UPI, Rabu (8/7/2026).
"Selain itu, ROC telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak sedang dan tidak akan melakukan aktivitas apa pun di wilayah-wilayah tersebut," lanjut pernyataan tersebut.
Meski demikian, IOC menegaskan pengawasan terhadap Rusia belum berakhir.
"Dewan Eksekutif IOC akan terus memantau secara ketat setiap aktivitas ROC di wilayah tersebut dan berhak mengambil langkah lanjutan apabila dianggap perlu," lanjut pernyataan IOC.
Pengumuman tersebut muncul hanya dua hari setelah serangan Rusia ke Kyiv dilaporkan menewaskan lebih dari belasan orang dan menyebabkan banyak korban luka. Namun IOC menegaskan bahwa keputusan ini murni didasarkan pada aspek hukum dan kepatuhan terhadap regulasi Olimpiade.
Selain itu, IOC juga belum memberikan keputusan final terkait penggunaan atribut nasional Rusia di Olimpiade. Status bendera, lagu kebangsaan, warna resmi negara, maupun identitas nasional lainnya akan diputuskan pada waktu yang akan datang.
Persyaratan ketat juga masih diberlakukan terkait program antidoping. IOC menegaskan atlet Rusia wajib memenuhi seluruh regulasi antidoping yang berlaku, termasuk standar dari Badan Antidoping Dunia (WADA) dan federasi internasional masing-masing cabang olahraga.
Jika hingga menjelang Olimpiade 2028 Badan Antidoping Rusia (RUSADA) masih dinyatakan belum patuh oleh WADA, IOC akan meminta International Testing Agency (ITA) untuk melakukan pengujian independen terhadap seluruh atlet Rusia yang akan tampil.
Sebelumnya, IOC juga telah melonggarkan rekomendasi pembatasan terhadap atlet Belarus pada Mei lalu. Kini, pencabutan sanksi terhadap ROC menjadi sinyal baru bahwa peluang Rusia kembali tampil di panggung olahraga dunia semakin terbuka, meski tetap berada di bawah pengawasan ketat komunitas olahraga internasional.
Olimpiade Musim Panas 2028 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14-30 Juli 2028 dengan Los Angeles, Amerika Serikat, sebagai tuan rumah.
Load more