Cabor Loncat Indah Absen di Asian Games 2026, Alihkan Fokus untuk SEA Games 2027
- Instagram.com/@akuatikindo
Jakarta, tvOnenews.com - Cabang olahraga (cabor) loncat indah Indonesia mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan diri di SEA Games 2026. Langkah ini diambil setelah loncah indah tanah air absen di Asian Games 2026, yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro mengungkapkan bahwa saat ini mereka masih melakukan persiapan untuk tampil di SEA Games 2027, yang digelar di Malaysia pada 18-29 September.
Meski demikian, pihaknya mengaku bahwa persiapan tersebut belum memasuki tahap pemusatan latihan (TC). Pasalnya federasi masih menghitung kekuatan atlet dan nomor yang akan menjadi prioritas.
“Untuk Asian Games kali ini kami belum ikut. Persiapan sekarang diarahkan ke SEA Games 2027 di Malaysia, tetapi saat ini belum ada pelatnas," kata Ronaldy, dilansir dari Antara.
"Kami masih menghitung nomor apa saja yang akan diikuti dan nomor mana yang diprediksi berpeluang meraih medali emas,” tambahnya.
Cabor loncat indah masih menjadi salah satu fokus pembinaan Indonesia menjelang berbagai ajang internasional. Sehingga pemetaan nomor yang akan diprioritaskan dinilai penting agar peluang meraih prestasi di tingkat Asia dapat semakin terbuka.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah Indonesia membawa pulang satu medali perunggu pada cabang loncat indah di SEA Games 2025. Torehan tersebut datang dari nomor sinkronisasi putri melalui pasangan Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana yang mengoleksi total 211,74 poin.
Penampilan Gladies dan Linar turut memperkuat posisi keduanya sebagai atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games 2026. Keduanya masuk dalam program pembinaan jangka panjang karena dinilai memiliki potensi bersaing di level internasional.
Ronaldy mengatakan bahwa program latihan atlet tetap berjalan meski kepastian keikutsertaan di suatu turnamen belum ditetapkan. Menurutnya, kesinambungan latihan menjadi kunci agar performa atlet tidak mengalami penurunan.
“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa,” ucap Ronaldy.
Ronaldy juga mengakui bahwa persaingan loncat indah di kawasan Asia masih didominasi negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Alhasil Indonesia membutuhkan strategi pembinaan yang konsisten agar mampu memperkecil jarak dengan para pesaing utama.
Load more