Satria Legawa Pro Championship 2026 Resmi Digelar, Lebih dari 1000 Pemanah dari 7 Negara Siap Adu Ketepatan
- tvOnenews/Ilham Giovani Paratama
Jakarta, tvOnenews.com - Seribu lebih pemanah dari berbagai negara berkumpul di Jakarta untuk mengikuti Satria Legawa Pro Championship 2026.
Kejuaraan panahan tersebut berlangsung di Jakarta International Equestrian, Jakarta, mulai 21 hingga 25 Agustus.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan. Para pemanah Tanah Air juga mendapatkan kesempatan menguji kemampuan menghadapi peserta dari berbagai negara.
Kehadiran atlet mancanegara membuat persaingan Satria Legawa Pro Championship 2026 semakin menarik. Ajang tersebut sekaligus membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman antara pemanah Indonesia dan peserta dari luar negeri.
"Kejuaraan ini mempertemukan atlet dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan, sekaligus memberikan ruang bagi atlet Indonesia untuk memperoleh pengalaman bertanding dengan peserta dari luar negeri," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam sambutan yang dibacakan Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau Marsda TNI Palito Sitorus di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Total terdapat 883 atlet dari 158 klub dalam negeri yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Jumlah tersebut kemudian ditambah 80 pemanah dari enam negara serta 191 ofisial yang terlibat dalam penyelenggaraan.
- tvOnenews/Ilham Giovani Paratama
Enam negara yang mengirimkan atletnya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Prancis, dan Kanada. Dengan demikian, Satria Legawa Pro Championship 2026 mempertemukan peserta dari tujuh negara jika Indonesia ikut dihitung sebagai tuan rumah.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan bahwa kejuaraan ini memiliki daya tarik yang cukup tinggi.
Satria Legawa Pro Championship juga mulai berkembang dari kompetisi domestik menjadi ajang yang memberikan ruang lebih besar bagi peserta internasional.
Tingginya partisipasi tersebut mendapat perhatian dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Ia menilai antusiasme para peserta menjadi indikator positif bagi perkembangan kejuaraan.
Harjono menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kompetisi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan. Lebih dari itu, penyelenggaraan juga harus memberikan dampak terhadap proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Satria Legawa Pro Championship 2026 memiliki nilai penting bagi perkembangan panahan nasional. Kompetisi dengan peserta dari berbagai negara dapat menjadi salah satu sarana bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan kualitas.
Pertemuan dengan pemanah dari luar negeri juga membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman.
Atlet Indonesia bisa mendapatkan gambaran mengenai gaya bertanding, persiapan, hingga standar persaingan yang dihadapi di level internasional.
Kehadiran peserta asing menjadi semakin relevan setelah timnas panahan Indonesia mencatat prestasi membanggakan. Skuad Merah Putih berhasil keluar sebagai juara umum cabang panahan pada SEA Games 2025.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang olahraga panahan. Namun, prestasi tersebut tetap membutuhkan dukungan kompetisi berkualitas dan program pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
TNI Angkatan Udara turut melihat olahraga sebagai bagian dari proses membangun sumber daya manusia. Nilai-nilai seperti disiplin, ketangguhan, konsistensi, dan sportivitas dinilai dapat tumbuh melalui aktivitas olahraga.
Karena itu, keterlibatan TNI Angkatan Udara dalam penyelenggaraan Satria Legawa Pro Championship tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pertandingan. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi dalam membangun ekosistem olahraga nasional.
Kejuaraan ini diselenggarakan TNI Angkatan Udara Angkatan 2002 atau Satria Legawa. Alumni Akademi Angkatan Udara tersebut dinilai terus mempertahankan semangat pengabdian melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Harjono memberikan apresiasi terhadap kontribusi para alumni tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti pembinaan olahraga dapat menjadi bentuk nyata pengabdian sekaligus membantu membuka lebih banyak ruang bagi atlet untuk berkembang.
Kolaborasi dalam pengembangan olahraga juga diharapkan tidak berhenti pada satu kejuaraan.
- tvOnenews/Ilham Giovani Paratama
Kerja sama dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), komunitas, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai perlu terus diperkuat.
Para atlet pun diminta tidak hanya mengejar hasil akhir selama mengikuti kejuaraan. Setiap pertandingan harus dimanfaatkan untuk mengetahui kekurangan sekaligus meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.
"Bertanding dengan fokus, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas," kata Harjono.
Di tempat yang sama. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman yang kehadirannya diwakili Waketum I Suwarno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026.
Sebagai cabang olahraga Olimpiade yang potensial bagi Indonesia, kejuaraan panahan perlu digencarkan.
"Panahan ini merupakan cabang olahraga Olimpiade Indonesia beberapa Olimpiade ikut terus cabang olahraga panahan tapi yang menyumbang medali bukan dari panahan," katanya.
"Dengan ikut terus panahan di Olimpiade, kita yakin suatu saat akan dapat medali Olimpiade. Siapa yang dapat, tentu yang saat ini bertanding. Pembinaan atlet harus berkesinambungan dan berkecukupan," sambungnya.
Selain atlet, pelatih, ofisial, juri, dan wasit juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kejuaraan. Seluruh pihak diminta menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas agar setiap pertandingan berlangsung adil.
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.000 orang dan kehadiran pemanah dari enam negara asing, Satria Legawa Pro Championship 2026 menjadi salah satu ajang panahan dengan cakupan internasional di Jakarta.
Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang peningkatan prestasi panahan Indonesia.
(igp)
Load more