Tak Banyak yang Tahu, Begini Sifat Asli Megawati Hangestri Selama 2 Musim di Korea
- YouTube Megawati
tvOnenews.com -Â Megawati Hangestri kini bersiap menjalani babak baru bersama Hyundai Hillstate setelah mengakhiri perjalanan dua musimnya bersama Red Sparks di V-League Korea Selatan.
Di bawah asuhan pelatih Kang Sung-hyung, Megawati yang dikenal dengan julukan Megatron akan menjadi salah satu andalan di sektor serangan Hyundai Hillstate. Ia akan berduet dengan outside hitter asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, sementara posisi setter dipercayakan kepada pemain tim nasional Korea Selatan, Kim Da-in.
Megawati berpeluang menjalani pertandingan resmi pertamanya bersama Hyundai Hillstate pada KOVO Cup 2026.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @hdecvolleyballteam
Pada pertandingan perdana, Hyundai Hillstate dijadwalkan menghadapi Hi Pass pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB. Dua hari kemudian, mereka akan berjumpa dengan juara bertahan Liga Korea, GS Caltex, pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB.
Kehadiran Megawati juga membuat persaingan di V-League semakin menarik. Salah satu duel yang dinantikan adalah pertemuannya dengan Jahstice Yauchi, outside hitter anyar Pink Spiders yang sebelumnya juga menunjukkan performa impresif di kompetisi Korea.
Hyundai Hillstate dan Pink Spiders sendiri merupakan dua klub besar V-League yang memiliki tradisi juara. Selain menghadapi para pemain baru, Megawati juga berpotensi berjumpa dengan sejumlah mantan rekan setimnya.
Pink Spiders kini diperkuat Pyo Seung-ju dan Jung Ho-young. Sementara itu, Red Sparks masih memiliki beberapa pemain yang sudah cukup dekat dengan Megawati, seperti Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic, dan Park Hye-min di bawah asuhan Ko Hee-jin.
Megawati Mengaku Canggung di Depan Kamera
Di balik sosoknya yang terlihat aktif dan ceria ketika berada di tengah tim, Megawati ternyata memiliki sisi lain yang jarang diketahui publik.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Korea Reomit, Megawati menceritakan pengalaman selama dua musim berkarier di Korea Selatan. Ia mengaku sebenarnya termasuk pribadi yang cukup ramai ketika sedang berkumpul bersama teman-temannya.
Namun, suasana berubah ketika dirinya harus berhadapan dengan kamera. Megawati mengaku tidak terlalu nyaman berbicara atau membuat konten secara langsung di depan kamera.
"Aku orangnya rame, tapi kalau di kamera itu nggak mau. Males, kayak bosen ngomong sama kamera. Kalau ngomong sama teman kayak ada koneksi," ujarnya.
Bahkan, Megawati mengaku pernah mendapatkan permintaan untuk membuat konten YouTube. Namun, ia memilih menolaknya karena merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus terus berada di depan kamera.
"Apalagi kalau bikin YouTube, aku disuruh bikin YouTube kan, tapi aku 'maaf nggak dulu'. Kayak males jadi sehari-hari pinginnya di kamar aja," lanjutnya.
Lebih Sering Menikmati TikTok
- KOVO
Megawati juga mengungkap bahwa dirinya bukan termasuk atlet yang terlalu aktif menggunakan media sosial. Dari berbagai platform yang tersedia, TikTok justru menjadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakannya.
"Aku sebenarnya medsos (media sosial) jarang, aku lebih suka ke TikTok sih, karena menghibur kayak lihat scroll itu random, tahu nggak?" katanya.
Meski tidak terlalu aktif, Megawati tetap sesekali membuat konten untuk sekadar bersenang-senang. Ia mengaku lebih menyukai konten sederhana dan tidak terlalu memikirkan konsep yang rumit.
"Aku suka membuat video random. Suka bikinnya simple. Aku juga kayak iseng-iseng masukin foto gitu, yaudah jadi gitu kan," jelasnya.
Menurut Megawati, pengalaman menggunakan Instagram juga terasa berbeda. Ia menilai platform tersebut memiliki kesan yang lebih formal sehingga dirinya merasa tidak sebebas ketika menggunakan TikTok.
"Kalau di Instagram itu menurut aku terlalu baku (Terbatas foto dan kalimat), kalau di Instagram itu nggak bisa kayak ini loh aku yang sebenarnya, beda," katanya.
Megawati bahkan menyebut Instagram lebih banyak digunakannya untuk kebutuhan yang berkaitan dengan publik.
"Instagram itu cuma kebutuhan konsumsi publik saja sih," terusnya.
Tak Sulit Bergaul Meski Bahasa Korea Belum Lancar
Meski mengaku tidak terlalu nyaman berbicara di depan kamera, Megawati justru dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul ketika berada di lingkungan tim.
Selama dua musim berkarier di Korea Selatan, salah satu tantangan yang dihadapinya adalah kemampuan bahasa Korea yang belum sepenuhnya lancar. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Megawati kesulitan membangun komunikasi dengan rekan setim maupun pelatih.
"Aku orangnya suka ngobrol," ungkap Mega.
- YouTube Hyundai E&C Hillstate
Penerjemah Megawati, Kim Yoon-sol, turut menjelaskan bagaimana pemain asal Indonesia tersebut tetap mampu berkomunikasi dengan pelatih meski terkendala bahasa.
"Iya, walaupun Mega nggak bisa bicara Bahasa Korea dengan lancar, dia bisa ngobrol dengan pelatih," ujarnya.
Selain mengandalkan penerjemah, komunikasi Megawati dengan rekan-rekannya juga terbantu karena terdapat beberapa pemain yang mampu menggunakan bahasa Inggris.
"Ada sih orangnya sedikit yang bisa Bahasa Inggris. Tapi ada beberapa pemain yang bisa bahasa Inggris," lanjutnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan sisi lain Megawati Hangestri selama menjalani karier di Korea Selatan. Meski tidak terlalu nyaman menjadi pusat perhatian di depan kamera dan tidak aktif di media sosial, Megawati justru dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul ketika berada bersama orang-orang di sekitarnya.
Â
Load more