News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jauh-jauh Hari Sebelum Direkrut, Megawati Hangestri Pernah Buat Pelatih Hyundai Hillstate 'Kesal'

Sebelum direkrut Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri pernah membuat Kang Sung-hyung frustrasi saat Red Sparks menang telak 3-0 di playoff V-League.
Minggu, 6 September 2026 - 07:10 WIB
Hyundai Hillstate 'Ngebet' Pinang Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea Kang Sung-hyung Saya Pertama Kali ke Indonesia untuk Mega!
Sumber :
  • instagram megawatihangestrip

tvOnenews,com - Megawati Hangestri Pertiwi kini menjadi bagian penting dari proyek baru Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk menghadapi Liga Voli Korea 2026/2027.

Pemain berjuluk Megatron itu resmi direkrut Hyundai Hillstate pada Mei 2026 setelah sebelumnya dua musim membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepindahan tersebut sekaligus menandai kembalinya Megawati ke V-League setelah sempat beristirahat dari kompetisi Korea pada musim 2025/2026.

Namun, ada cerita menarik di balik perekrutan tersebut.

Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate
Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate
Sumber :
  • Instagram/hdecvolleyballteam

Jauh sebelum mengenakan seragam Hyundai Hillstate, Megawati ternyata pernah menjadi salah satu pemain yang membuat tim asal Suwon itu kerepotan.

Bahkan, pelatih Kang Sung-hyung pernah mengungkap masalah yang dialami timnya ketika harus menghadapi Red Sparks yang diperkuat Megawati.

Momen tersebut terjadi pada semifinal playoff V-League 2024/2025.

Menariknya, kini pemain yang dulu menjadi ancaman dari seberang net justru dipercaya Kang Sung-hyung untuk menjadi salah satu senjata utama Hyundai Hillstate.

Pada 25 Maret 2025 lalu, Red Sparks menghadapi Hyundai Hillstate di Suwon Gymnasium dalam pertandingan pertama semifinal playoff V-League 2024/2025.

Hillstate yang bermain di kandang sendiri sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat. Dua set pertama berlangsung sengit dan selisih poin tidak pernah terlalu jauh.

Namun, Red Sparks berhasil mengamankan pertandingan dalam tiga set langsung dengan skor 26-24, 25-23, dan 25-19.

Megawati menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut.

Opposite asal Indonesia itu mencetak 24 poin dan menjadi pencetak angka terbanyak dalam pertandingan.

Di kubu Hillstate, Moma Bassoko juga tampil produktif dengan 23 poin, tetapi torehan tersebut belum cukup untuk menyelamatkan tuan rumah.

Bagi Hillstate, kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk merebut set pertama dan kedua.

Red Sparks justru mampu bertahan dalam situasi-situasi kritis dan membalikkan tekanan menjadi poin.

Setelah pertandingan, Kang Sung-hyung tidak menutupi persoalan yang dialami timnya.

Pelatih yang kini menangani Megawati itu menjelaskan bahwa Hillstate sebenarnya sudah berusaha memberikan tekanan melalui servis.

Namun, Red Sparks mampu keluar dari situasi sulit dan tetap menemukan cara untuk menghasilkan poin.

"Set pertama dan kedua berjalan seimbang, tetapi penerimaan bola tim kami goyah. Kami juga menggoyahkan lawan dengan servis kami, tetapi Red Sparks entah bagaimana berhasil membuat permainan dalam situasi itu dan mencetak poin di sana-sini," kata Kang Sung-hyung dikutip dari Xsportsnews.

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung
Sumber :
  • Instagram @hdecvolleyballteam

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa masalah Hillstate bukan semata-mata karena mereka tidak memiliki pemain dengan kemampuan menyerang.

Moma Bassoko bahkan mampu mencetak 23 angka.

Masalahnya adalah Hillstate tidak cukup konsisten dalam membangun serangan setelah receive mereka terganggu.

Ketika kualitas bola pertama menurun, distribusi serangan ikut terpengaruh dan Red Sparks mampu memanfaatkan situasi tersebut.

Kang kemudian mengakui bahwa Hillstate tidak mampu menunjukkan kekuatan terbaik ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

"Saya pikir kami tidak mampu mengerahkan kekuatan kami di akhir karena kami kurang dalam hal itu," lanjutnya.

Menariknya, Megawati bukan satu-satunya opposite yang tampil menonjol dalam pertandingan tersebut.

Hillstate memiliki Moma Bassoko, salah satu pemain andalan mereka. Pemain asal Kamerun itu mencetak 23 poin, hanya terpaut satu angka dari Megawati.

Namun, angka saja tidak cukup untuk menggambarkan jalannya pertandingan.

Red Sparks lebih mampu memanfaatkan momen-momen krusial. Ketika Hillstate membutuhkan poin untuk mengunci set, Red Sparks justru mampu mencuri momentum.

Kang Sung-hyung juga menyoroti masalah di sektor tengah yang membuat Hillstate kesulitan mengembangkan permainan.

"Meskipun Moma adalah Moma, tampaknya alasan kekalahan itu adalah karena blocker tengah tidak dapat dimanfaatkan karena penerimaan bola tidak bagus. Kami juga melakukan permainan yang sulit, tetapi hasilnya tidak banyak," sambung Kang.

Kekalahan itu menjadi salah satu gambaran betapa sulitnya menghadapi Red Sparks ketika Megawati dan rekan-rekannya mampu mempertahankan kualitas permainan dalam tekanan.

Waktu kemudian mengubah situasi secara drastis.

Sekitar setahun setelah pertandingan tersebut, Kang Sung-hyung tidak lagi harus memikirkan cara menghentikan Megawati.

Justru sebaliknya, ia ingin menjadikan pemain Indonesia tersebut sebagai bagian dari timnya.

Hyundai Hillstate secara resmi mengumumkan perekrutan Megawati pada 11 Mei 2026. Klub asal Suwon tersebut menyambut Megawati sebagai pemain kuota Asia untuk V-League 2026/2027.

Kang Sung-hyung sebelumnya bahkan datang langsung ke Indonesia untuk memantau Megawati.

Ia bertemu sang pemain dan memastikan kondisi serta keinginannya untuk kembali bermain di V-League.

"Saya tidak merasakan masalah signifikan dengan kondisi fisiknya," kata Kang Sung-hyung, dikutip dari JoongAng.

Pernyataan itu menjadi salah satu faktor penting dalam proses perekrutan Megawati.

Pasalnya, kondisi fisik Megawati sempat menjadi perhatian setelah pemain tersebut menjalani pemulihan cedera. Kang tidak hanya melihat performanya di lapangan, tetapi juga ingin memastikan bahwa Megawati siap menjalani tuntutan satu musim penuh di Korea.

"Saya memastikan tekadnya yang kuat untuk kembali ke V-League."

Bagi Hillstate, faktor mental tersebut tidak kalah penting dibanding kemampuan teknis.

Megawati sudah mengetahui bagaimana ketatnya kompetisi Korea. Ia juga sudah merasakan tekanan bermain di hadapan ribuan suporter dan menghadapi jadwal padat V-League.

Karena itu, Hillstate tidak merekrut pemain yang masih harus belajar mengenal kompetisi dari nol.

Mereka mendapatkan pemain yang sudah teruji.

Menariknya, perekrutan Megawati juga memengaruhi bagaimana Hyundai Hillstate menyusun komposisi pemain asing mereka.

Karena Megawati mengisi posisi opposite melalui kuota Asia, Hillstate kemudian memilih pemain asing bebas dengan posisi outside hitter.

Pilihan tersebut jatuh kepada pemain Amerika Serikat, Jordan Wilson. 

Dengan demikian, Hillstate memiliki dua pemain asing yang dapat memberikan ancaman dari sisi serangan berbeda: Megawati sebagai opposite dan Wilson sebagai outside hitter.

Selain Megawati dan Wilson, Hillstate juga melakukan sejumlah perubahan pada skuad lokal. Bae Yu-na menjadi salah satu pemain berpengalaman yang didatangkan untuk memperkuat sektor tengah, sementara Lee Han-bi juga masuk dalam proyek pembaruan tim.

Perombakan tersebut semakin penting setelah legenda klub, Yang Hyo-jin, mengakhiri karier profesionalnya.

Artinya, Hillstate memasuki musim baru dengan komposisi yang berbeda dari tim yang sebelumnya dikenal penggemar.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rapor Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Nathan Tjoe-A-On Bersinar, Emil Audero Gagal Debut

Rapor Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Nathan Tjoe-A-On Bersinar, Emil Audero Gagal Debut

Klub yang dibela para pemain Timnas Indonesia kembali tampil di liga-liga Eropa. Namun, tak semua pemain mendapatkan kesempatan tampil.
BMKG: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sudah Sampai Jakarta-Jabar

BMKG: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sudah Sampai Jakarta-Jabar

Kondisi tersebut terpantau melalui citra satelit yang dibagikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara hingga Pukul 09.30 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara hingga Pukul 09.30 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB imbas erupsi Anak Krakatau. 
Berikut Daftar Penerbangan yang Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta, Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berikut Daftar Penerbangan yang Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta, Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BMKG telah menyampaikan soal sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke wilayah Jakarta.
Karier Mulai Naik Level, 3 Zodiak ini Diprediksi Makin Bersinar di Tempat Kerja Besok 7 September 2026

Karier Mulai Naik Level, 3 Zodiak ini Diprediksi Makin Bersinar di Tempat Kerja Besok 7 September 2026

Siap-siap dilirik bos! 3 zodiak ini diprediksi makin bersinar dan beruntung soal karier besok, 7 September 2026. Simak peruntungan lengkapnya.
Iran Dinilai Semakin Percaya Diri Melawan Amerika Serikat

Iran Dinilai Semakin Percaya Diri Melawan Amerika Serikat

Menurut laporan The New York Times, mengutip data intelijen Amerika Serikat terbaru, Iran dinilai semakin percaya diri dengan kemampuannya menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan semakin bertekad melanjutkan konflik dengan AS

Trending

Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau, Terdapat 33 Penerbangan Terdampak

Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau, Terdapat 33 Penerbangan Terdampak

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Ancam Kesehatan Warga Pesisir Banten

Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Ancam Kesehatan Warga Pesisir Banten

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengancam keselamatan jiwa warga yang bermukim di kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten.
Link Video CCTV 21 Detik Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Tersebar, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pornografi Lebih Parah dari Narkoba

Link Video CCTV 21 Detik Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Tersebar, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pornografi Lebih Parah dari Narkoba

Di pelbagai media sosial, seperti X hingga Telegram bertebaran akun-akun yang sengaja membagikan atau mempromosikan link video mesum Kepsek dan guru tersebut.
Lewat Program Ini, Pelaku UMKM di Jambi Tumbuh Tanpa Batas

Lewat Program Ini, Pelaku UMKM di Jambi Tumbuh Tanpa Batas

Dermiyanti pelaku UMKM di Jambi kini mampu memproduksi 3.000 kue bolu setiap harinya.
AHY: Gunakan Kekuasaan Untuk Melayani

AHY: Gunakan Kekuasaan Untuk Melayani

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kepada para kadernya agar bekerja untuk rakyat dan tidak hanya mencari suara dari masyarakat.
Modus Gunakan Kandang Sapi, Polres OKU Timur Tangkap Pengedar Sabu

Modus Gunakan Kandang Sapi, Polres OKU Timur Tangkap Pengedar Sabu

Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menggerebek sebuah kandang sapi yang disulap menjadi lokasi transaksi narkoba jenis sabu.
Berikut Daftar Penerbangan yang Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta, Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berikut Daftar Penerbangan yang Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta, Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BMKG telah menyampaikan soal sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke wilayah Jakarta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT