Menghilang dari Timnas Voli Putri Indonesia dan Klub Usai jadi MVP Proliga 2025, Ini Kata PBVSI Soal Junaida Santi
- Instagram @jpevolley
tvOnenews.com - PBVSI melalui Wakil Kepala Bidang Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, akhirnya mengungkap alasan Junaida Santi tak lagi memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia maupun klub.
Sebagaimana kita tahu, nama Junaida Santi benar-benar meroket saat dirinya tampil apik bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025 lalu.
Santi bahkan sukses membawa Jakarta Pertamina Enduro meraih gelar juara Proliga 2025 usai menaklukan Popsivo Polwan tiga set langsung.
- Instagram @jpevolley
Lebih hebatnya lagi, Junaida Santi terpilih sebagai MVP Proliga 2025 atau pemain terbaik di kompetisi voli paling bergengsi di Indonesia itu.
Deretan prestasi itu pun membuat Junaida Santi digadang-gadang sebagai 'The Next Megawati Hangestri' dan punya peluang untuk menjadi tumpuan Timnas Voli Putri Indonesia di masa depan.
Hal itu juga terbukti saat Junaida Santi kembali tampil impresif saat memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia U-20 di FIVB Women's U-21 World Championship 2025.
Santi bahkan sempat berada di peringkat 10 besar top skor di fase grup FIVB Women's U-21 World Championship 2025.
Akan tetapi, pasca gelaran FIVB Women's U-21 World Championship 2025, nama Junaida Santi justru menghilang bak ditelan bumi.
Sempat beredar kabar, Junaida Santi tak mendapatkan panggilan dari Timnas dan Klub karena mengalami cedera.
Namun, baru-baru ini PBVSI mengungkapkan alasan utama Junaida Santi tak lagi memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia di sejumlah agenda internasional.
"Santi ini cuma satu, gender tes. Bukan untuk Santi saja lho ya, seluruh pemain putri yang tampil di AVC itu harus gender test," kata Loudry Maspaitella dilansir dari Voli TV.
"Banyak isu cedera ya memang mungkin dia cederanya iya. Kita panggil dia di SEA Games dia nggak datang dengan alasan macam-macam ya nggak apa-apa. Masalahnya gender tes itu bukan khusus untuk Santi, sekarang internasional itu gender tes itu saja," tambahnya.
"Anak-anak Vietnam ini yang sekarang AVC kontinental AVC itu gender tes semua. Ada pemain di longlist putri tidak ikut gender tes nggak bisa main gitu," kata Loudry.
- FIVB
Dalam kesempatan itu, Loudry juga menjelaskan jika Timnas Voli Putri Indonesia juga membutuhkan Junaida Santi dan megaskan tidak ada sanksi yang dijatuhkan.
"Untuk Santi sejak dia eksis di 2022 Princess Cup U-17 dia sudah disorot gitu. Setelah itu dia pulang dia pernah ikut AVC Putri ke Manila dan semakin disorot itu puncaknya di U-20 kejuaraan dunia karena case-nya timnas Vietnam senior dan Vietnam U-20 itu," terang Loudry.
"Jadi semua yang mendapat sorotan harus jadi bukan karena keberadaan Santinya sendiri ya karena ini case internasional gitu. Nah Santi lewati itu dulu deh (gender test). Kalau itu sudah lewat silakan," terang Loudry.
Loudry juga menjelaskan jika PBVSI telah berupaya untuk mendorong Santi melakukan prosedur tersebut lewat perantara staf klub.
Namun, Junaida Santi justru masih enggan untuk melakukan gender test sehingga PBVSI tak bisa memasukan Junaida Santi ke dalam skuad Timnas Voli Putri Indonesia.
"Anak ini mau tidak mau asetnya kita dia sudah pernah mengharumkan nama Indonesia ya sebenarnya kita harus bela. Cuma sampai di mana kita bisa bela kalau dianya sendiri nggak mau keluar untuk berani tampil ikut tes," kata Loudry.
"Kita punya psikolog waktu itu Mbak Ernita Pongky salah satu pengurus kita sudah dalam pendekatan personal bawa ke Rumah Sakit Polri mau apa nggak? Nggak berani. Oh dari yang pemainnya nggak mau. Tapi setidaknya dari federasi sudah turun tangan banget," pungkasnya.
(akg)
Load more