Debut di Asian Games 2026 dengan Turun di Kelas Baru, Rizki Juniansyah Tak Jadikan Target Medali Sebagai Beban
- ig@timindonesiaofficial
tvOnenews.com - Atlet angkat besi kebanggan Indonesia, Rizki Juniansyah, akan menjalani debutnya di gelaran Asian Games 2026 dengan tantangan di kelas baru.
Sebagaimana kita tahu, Rizki Juniansyah berhasil meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 lalu di kelas 73kg.
Namun pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Rizki Juniansyah akan turun di kelas 85kg putra.
- ANTARA/HO-KONI Pusat/aa.
Meski begitu, Rizki Juniansyah mengatakan target tinggi yang menyertainya menuju Jepang menjadi tambahan motivasi untuk tampil maksimal.
"Sebenarnya bukan beban ya bagi saya. Itu sebagai motivasi bagi saya untuk semangat lagi buat bertanding," kata Rizki JuniansyahÂ
Ia merasa jika terlalu memikirkan target meraih medali justru akan mempengaruhi performanya di arena.
Maka dari itu Rizki memilih untuk menjaga fokus dan ketenangannya agar bisa menikmati segala proses menuju pertandingan.
"Karena buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, pribadi saya, kita akan jelek di pertandingan. Jadi saya bakal tetap bawa enjoy," ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini menjadi penampilan pertama Rizki pada multi event terbesar Asia.
Namun, debut tersebut sekaligus menghadirkan tantangan berbeda karena Rizki disiapkan pada kelas 85kg setelah sebelumnya menjadi juara Olimpiade Paris 2024 pada kelas 73kg.
Berdasarkan daftar atlet Indonesia, Rizki tampil pada kelas 85kg, sementara rekannya Rahmat Erwin Abdullah turun pada kelas 75kg.
Pembagian itu membuat keduanya berada di kelas berbeda setelah sebelumnya sama-sama diproyeksikan menuju kelas 75kg.
Rizki mengatakan berat badannya saat ini berada di kisaran 78kg sehingga peningkatan berat badan menjadi salah satu bagian penting dalam persiapannya.
- ig@timindonesiaofficial
"Karena memang saya naik berat badan bukan asal naik-naik aja, tapi harus mempunyai power yang bermanfaat buat bertanding," kata lifter berusia 23 tahun itu.
Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengaturan nutrisi, latihan, dan kondisi fisik agar Rizki tetap mendapatkan komposisi tubuh yang sesuai ketika bersaing di kelas yang lebih tinggi.
Meski harus menjalani adaptasi, Rizki datang ke Asian Games dengan modal sebagai salah satu lifter utama Indonesia setelah meraih emas Olimpiade Paris 2024.
Status tersebut turut membuat angkat besi menjadi salah satu cabang yang diharapkan menyumbangkan medali bagi Indonesia di Aichi-Nagoya.
Di sisi lain, PB PABSI membidik empat medali dari delapan lifter yang dikirim ke Jepang, meski tidak menentukan warna medali maupun atlet yang dibebani target secara khusus.
"Yang penting saya jalan sendiri, saya yang penting sudah bisa berusaha yang terbaik buat Indonesia," ujar Rizki.
Selain Rizki dan Rahmat, Indonesia menyiapkan Ricko Saputra pada kelas 60kg dan Eko Yuli Irawan pada 65kg untuk sektor putra.
Sementara sektor putri diperkuat Luluk Diana Tri Wijayana pada kelas 49kg, Juliana Klarisa (53kg), Natasya Beteyob (61kg), serta Indah Afriza (69kg).
(ant/akg)
Load more