News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debut di Asian Games 2026 dengan Turun di Kelas Baru, Rizki Juniansyah Tak Jadikan Target Medali Sebagai Beban

Atlet angkat besi kebanggan Indonesia, Rizki Juniansyah, akan menjalani debutnya di gelaran Asian Games 2026 dengan tantangan di kelas baru.
Rabu, 9 September 2026 - 16:39 WIB
Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah
Sumber :
  • ig@timindonesiaofficial

tvOnenews.com - Atlet angkat besi kebanggan Indonesia, Rizki Juniansyah, akan menjalani debutnya di gelaran Asian Games 2026 dengan tantangan di kelas baru.

Sebagaimana kita tahu, Rizki Juniansyah berhasil meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 lalu di kelas 73kg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Rizki Juniansyah akan turun di kelas 85kg putra.

Lifter Indonesia Rizki Juniansyah
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah
Sumber :
  • ANTARA/HO-KONI Pusat/aa.

Meski begitu, Rizki Juniansyah mengatakan target tinggi yang menyertainya menuju Jepang menjadi tambahan motivasi untuk tampil maksimal.

"Sebenarnya bukan beban ya bagi saya. Itu sebagai motivasi bagi saya untuk semangat lagi buat bertanding," kata Rizki Juniansyah 

Ia merasa jika terlalu memikirkan target meraih medali justru akan mempengaruhi performanya di arena.

Maka dari itu Rizki memilih untuk menjaga fokus dan ketenangannya agar bisa menikmati segala proses menuju pertandingan.

"Karena buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, pribadi saya, kita akan jelek di pertandingan. Jadi saya bakal tetap bawa enjoy," ujarnya.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini menjadi penampilan pertama Rizki pada multi event terbesar Asia.

Namun, debut tersebut sekaligus menghadirkan tantangan berbeda karena Rizki disiapkan pada kelas 85kg setelah sebelumnya menjadi juara Olimpiade Paris 2024 pada kelas 73kg.

Berdasarkan daftar atlet Indonesia, Rizki tampil pada kelas 85kg, sementara rekannya Rahmat Erwin Abdullah turun pada kelas 75kg.

Pembagian itu membuat keduanya berada di kelas berbeda setelah sebelumnya sama-sama diproyeksikan menuju kelas 75kg.

Rizki mengatakan berat badannya saat ini berada di kisaran 78kg sehingga peningkatan berat badan menjadi salah satu bagian penting dalam persiapannya.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah
Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah
Sumber :
  • ig@timindonesiaofficial

"Karena memang saya naik berat badan bukan asal naik-naik aja, tapi harus mempunyai power yang bermanfaat buat bertanding," kata lifter berusia 23 tahun itu.

Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengaturan nutrisi, latihan, dan kondisi fisik agar Rizki tetap mendapatkan komposisi tubuh yang sesuai ketika bersaing di kelas yang lebih tinggi.

Meski harus menjalani adaptasi, Rizki datang ke Asian Games dengan modal sebagai salah satu lifter utama Indonesia setelah meraih emas Olimpiade Paris 2024.

Status tersebut turut membuat angkat besi menjadi salah satu cabang yang diharapkan menyumbangkan medali bagi Indonesia di Aichi-Nagoya.

Di sisi lain, PB PABSI membidik empat medali dari delapan lifter yang dikirim ke Jepang, meski tidak menentukan warna medali maupun atlet yang dibebani target secara khusus.

"Yang penting saya jalan sendiri, saya yang penting sudah bisa berusaha yang terbaik buat Indonesia," ujar Rizki.

Selain Rizki dan Rahmat, Indonesia menyiapkan Ricko Saputra pada kelas 60kg dan Eko Yuli Irawan pada 65kg untuk sektor putra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara sektor putri diperkuat Luluk Diana Tri Wijayana pada kelas 49kg, Juliana Klarisa (53kg), Natasya Beteyob (61kg), serta Indah Afriza (69kg).

(ant/akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Erupsi Anak Krakatau Tak Pengaruhi Pasar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Erupsi Anak Krakatau Tak Pengaruhi Pasar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso memberikan jaminan bahwa ketersediaan logistik dan harga bahan pangan pokok di wilayah yang terkena imbas erupsi Gunung Anak Krakatau masih sangat terkendali.
DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengimbau para jurnalis mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan peliputan di wilayah yang terdampak bencana.
Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat di kawasan Bandung Raya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur mengadakan layanan penghapusan tato tanpa biaya.
KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras Kemensos 2020.
Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rosan mengungkap koordinasi antarmanajemen BRI dan BSI telah dilakukan agar rekening massal tersebut dapat segera dibuka dan menjangkau masyarakat secara luas.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT