Dari Kawan Jadi Rival, Vanja Bukilic Tak Gentar Hadapi Megawati Hangestri, Yakin Red Sparks Bisa Bersaing
- Red Sparks
tvOnenews.com - Vanja Bukilic kembali ke Jung Kwan Jang Red Sparks setelah menjadi salah satu pemain penting yang membantu tim tersebut mencapai posisi runner-up pada final V-League 2024-2025 bersama Megawati Hangestri.
Pevoli asal Serbia itu telah tiba di Korea Selatan dan mendarat di Bandara Internasional Incheon pada Jumat (11/9/2026). Kedatangan Bukilic disambut oleh staf Red Sparks dan diabadikan melalui akun media sosial resmi klub.
"Selamat datang kembali di Red Sparks, wajah ceria telah kembali lagi. Bukilic kembali, mengenakan seragam Red Sparks!" tulis Red Sparks.
- Tangkapan Layar Instagram/@red__sparks
"Bersama-sama menjadi versi yang lebih kuat, mohon dukung dan nantikan kiprah Bukilic Selamat datang kembali, Bukilic!" lanjutnya.
Sebelum kembali ke Red Sparks, Bukilic sempat memperkuat Korea Expressway Hi-Pass musim 2023/2024.
Saat itu, ia mencatatkan 935 poin dalam 36 pertandingan dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 41,85 persen.
Pada musim 2024-2025, Bukilic tampil sebagai outside hitter, bukan opposite hitter seperti posisi utamanya. Meski demikian, ia mampu menunjukkan performa impresif ketika menjadi tandem Megawati Hangestri dan membantu Jung Kwan Jang melaju hingga partai final melawan Pink Spiders yang diperkuat Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung.
Setelah menjalani musim sebelumnya di Liga Italia, Bukilic kini kembali ke Korea Selatan dan bergabung dengan klub lamanya. Ia dipilih Jung Kwan Jang sebagai pilihan pertama secara keseluruhan dalam draft pemain asing.
Dalam wawancara terbaru, Bukilic mengaku senang bisa kembali ke Korea Selatan dan bertemu kembali dengan orang-orang yang sudah dikenalnya.
"Sungguh menyenangkan bisa kembali ke Korea, bertemu wajah-wajah yang familiar lagi, dan merasakan suasana Cheong Kwan Jang yang telah berubah. Berada di sini saja sudah membuat saya bahagia. Saya sangat merindukan sup kimchi dan samgyeopsal," ucapnya dilansir dari My Daily.
Pengalamannya bermain di Italia juga memberikan pelajaran baru bagi Bukilic. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman, terutama dalam menghadapi permainan yang mengandalkan kekuatan fisik dan reli panjang.
"Liga Italia adalah liga di mana fisik sangat penting dan ada banyak kontak fisik. Saya belajar bagaimana mencetak angka dengan sabar bahkan ketika reli panjang dan sulit. Saya belajar tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, tetapi juga bagaimana bermain cerdas saat menyerang dan mengejutkan lawan."
Load more